RSS

Arsip Tag: Yamaha

Motor-motor sport yang ditunggu di 2012!

Tahun 2012 adalah tahunnya perang motor sport di Indonesia. Kenapa? liat saja sendiri

Honda

Seperti yang sudah saya sebutkan bahwa Honda tahun depan rencananya akan mengeluarkan 3 varian motor sport baru, apa saja? bisa dilihat disini.

Yamaha

Sepertinya Yamaha masih bangga dengan ketiga motor sportnya yang saat ini menguasai pasar. Byson, Scorpio dan V-ixion belum terkalahkan, sampai-sampai harapan konsumen untuk lahirnya R15 pun ditolak ma YMKI. Kenapa coba? nanti bisa dibahas sendiri lah kalo sempet.

istri suka Byson biru....

Intinya, belum ada rencana apa-apa dari Yamaha terkait motor sport baru untuk tahun depan. Jadi, bagi para FBY ya puas-puas dululah dengan 3 pilihan motor sportnya.

Suzuki

Yup, Suzuki sudah jelas akan menelurkan si Baby B-King, Gw 250 alias Inazuma pada semester pertama 2012. Motor ini akan diimpor secara CBU dari China. Kabar terakhir menyebutkan kalo motor ini bakal dibanderol di kisaran 40 jutaan… Lah mahalnya….. kayaknya gak mampu beli nih, padahal dah pengeeen sangat!

Nungguin ni mongtor rasanya lama, gara-gara terlalu pengen, tapi eh…harganya gak nguatin… Meskipun rasa-rasanya harga pasnya ya segitu tapi kalo mikirin isi kantong kok rasanya gak bakal kebeli ya…..

Nasib…nasib….

Oke, kembali ke Suzuki, apa dengan motor ini saja sudah akan cukup menggaet pembeli yang banyak? hmmmm….kalo ini sih sepertinya bakal sangat tergantung harga… Apalagi Suzuki cuma punya 1 produk motor sport saat ini, hanya si Thunder 125 yang dijual di kisaran 15 jutaan, so kalo GW 250 dibanderol 40 jutaan ya bakal jauh banget lah….

So, Suzuki harus juga ngeluarin produk lain, khusunya di kelas 150cc, biar makin seru…. ya gak harus 2012, 2013 juga gak masalah lah….

Spesifikasi Suzuki GW250

Panjang: 2.145 mm
Lebar: 760 mm
Tinggi: 1.075 mm
Jarak sumbu roda: 1.430 mm
Jarak terendah ke Tanah: 165 mm
Berat kosong: 173 kg

Mesin: 2 silinder SOHC
Diameter x Langkah: 53,5 mm x 55,2 mm
Kapasitas silinder: 248 cc
Kompresi: 11,5:1
Sistem Bahan Bakar: Injeksi
Tenaga maksimum: 18 kW @ 8.500 rpm
Torsi maksimum: 22 Nm @ 6.500 rpm

Kapasitas tanki: 14 L
Diameter disk brake depan: 290 mm
Diameter disk brake belakang: 240 mm
Ban depan: 110/80-17M/C 57H
Ban belakang: 140/70-17M/C 66H

Minerva

Seperti sudah di tulis tmcblog, bahwa Minerva juga sudah menyiapkan nakedbike 150cc baru dengan sasis teralis dan mesin si R150VX, dan katanya bakal dibanderol di bawah 15 jutaan…nih mongtor juga bisa jadi pilihan buat para penggemar motor sport murah meriah….

Selain harga murah dan desain yang lebih “nggaya” saya sih kurang tertarik, tapi ya selera tiap orang kan beda, jadi ya silakan saja… Nih mongtor bisa jadi pilihan bagi yang nyari motor sport tahun depan, karena kabarnya bakal dirilis awal 2012 juga….so tunggu aja

Bajaj-KTM

Telah lama ditunggu si KTM Duke untuk lahir di negeri ini, akhirnya ada kepastian bakal diluncurkan di Indonesia di 2012, meski masih berseliweran kabar apakah bakal 200cc atau 150cc atau malah 250cc….

Tapi jika melihat speknya yang bilang bahwa Duke 200 tenaganya mpe 25,52 bhp dan torsinya 20Nm ya rasa-rasanya cukuplah kalo yang dibawa di marih yang 200cc ajah, lagipula biar harganya gak mahal-mahal juga…

gambarnya duke 125 sajalah

gambarnya duke 125 sajalah

Sebagai perbandingan, NMP di India dijual 12jutaan tapi disini 19jutaan. Nah kalo kabarnya Duke 200 di India bakal dijual 27 jutaan kan di marih bisa dijual di kisaran 35-40 jutaan…. masih banyak lah yang mau beli, meskipun jelas bukan saya….

KTM Duke 200 Specifications

Engine: 200 cc, Single-cylinder, liquid-cooled, 4-stroke
Power: 25.51 BHP @ 10000 RPM
Torque: 20 Nm @ 8000 RPM
0 – 100 kmph: 6.5 seconds (est.)
Top Speed: 150 kmph (est.)
Gearbox: 6-speed
Kerb weight: 137 kg
Wheelbase: 1361 mm
Ground Clearance: 170 mm
Fuel Tank capacity: 10.5 litres
Suspension: USD Telescopic forks (front), Adjustable monoshock, alloy swingarm (rear)
Brake: 300 mm (front), 230 mm (rear)
Tires: 110 x 17/17 (front), 150 x 17 (rear)

Next Bajaj Pulsar

Selain KTM duke, BAI ada niatan juga buat make teknologi KTM untuk varian pulsar, seperti yang bisa dilihat di spy shoot – spy shoot yang akhir-akhir ini beredar di dunia maya. Belum ada spesifikasi jelas atau pun tampilan resminya, tapi dari spyshoot tadi jelas terlihat kalo mesinnya pake punya KTM, begitu juga monoshock belakang, tapi tampang generasi Pulsarnya masih jelas…

Yang perlu dipertanyakan, nih mongtor masih bakal make embel-embel DTS-i gak ya?

Kawasaki

Kalo Kawasaki tahun depan sih gak jelas mo ngeluarin apa, tapi yang jelas ER6N, ER6F dan ZX600R dah tinggal dibayar aja, gak lama lagi juga bakal dianter….

Tapi bagi saya nih mongtor gak masuk hitungan, wong harga termurahnya aja 99 juta je, mending tuku mobil…

Oya, kabarnya Kawasaki juga sedang mengembangkan NInja 150 4-tak…. belum jelas kapan tapi kalo pun 2012 pada gak nolak juga tho?

Hyosung

Kabarnya udah lumayan lama, tapi mpe hari ini Hyosung 250R belum dipasarkan juga. Dari prakiraan harga 36 juta, 39 juta bahkan diatas 40 jutaan dah lama keluar, tapi mongtornya kabarnya baru mo rilis di India Maret 2012, so di negeri ini bakal lebih cepet atau malah setelahnya?

Kok harus pake lama segala, bukannya dah ada pabriknya di Semarang?

 
28 Komentar

Ditulis oleh pada 24 November 2011 in goblog, motor, otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

3 Motor Sport baru Honda 2012! Apa saja?

Seperti dikabarkan dapurpacu, bahwa AHM tahun 2012 nanti akan mengeluarkan 3 macam motor sport baru, maka saya mencoba mengira-ira ketiganya.

1. Naked bike 150cc

Yamaha V-ixion sampai hari ini belum ada tandingannya. New Megapro yang diluncurkan tahun lalu hanya mampu membungkam penjualan Byson, sedangkan penjualan V-ixion si giant killer masih ngacir.

Maka disinilah Honda akan mengeluarkan senjata andalannya. Dengan nakedbike 150cc yang spesifikasinya saya yakin gak jauh beda dengan V-ixion, 4 Langkah, 4 Valve SOHC – Fuel Injection, Berpendingin Cairan, Deltabox, mungkin dengan tenaga dan torsi yang berbeda.

Untuk nama motor sport ini saya yakin sih bakal make nama si legenda, Tiger. Karena dengan kualitas yang gak jauh beda dengan Vixion, nama besar HOnda belum akan membuat para calon pembeli Vixion berpindah ke motor ini kan masih motor baru, jika diberi nama baru mah saya yakin penjualan gak akan seberapa. Contoh aja kasus NMP, coba kalo NMP tidak mengambil nama besar Mega Pro, saya kok yakin penjualannya bakal dibawah Byson. namun jika dipadukan dengan nama besar Tiger, maka naked bike 150cc ini sangat diyakini bakal laris manis….

Dan jika memang akan memakai nama Tiger, maka karakter Tiger yang bertorsi badak pun harusnya ada di nakedbike 150 cc ini. Dan ini berarti sedikit banyak akan mengurangi tenaga maksimalnya….

Nah, untuk motor ini tentunya akan memakai basis mesin CS1 yang dibore-up, yah daripada harus bikin mesin baru…… Bagaimana dengan harga? hmmm….ada keyakinan demi memenangkan pertarungan dengan V-ixion, motor ni akan dihargai di kisaran harga V-ixion 21-23jutaan….

2. Naked bike 225cc

Nah, untuk menggantikan posisi Tiger Revo sekarang, HOnda juga perlu menyiapkan nakedbike yang tenaga, torsi dan kubikasinya sama atau lebih besar dari Tiger yang ada sekarang.

Untuk itu, diperlukan produk baru yang dapat menggantikannya. Seperti yang saya tulis sebeleumnya, bahwa Honda telah menyiapkan motor sport baru berkubikasi 200 atau 225 cc. Namun, dapat diyakini bahwa segala isu yang beredar menunjukkan bahwa kubikasi motor ini bakalan 225, lebih besar dari Tiger yang ada sekarang.

Dan kenapa 225? tentu banyak alasannya, diantaranya ya karena saingannya selama ini adalah Yamaha Scorpio 225, jadi wajarlah kalo mau dibikin head to head war, layaknya Revo baru yang diadu dengan Jupiter Z… sekaligus buat ngantisipasi kalo-kalo Scorpio dinaikkin kapasitasnya jadi 250, jadi kan gak jauh-jauh amat bedanya.

mahal banget ini mah...

Selain itu kubikasi 225cc juga diperuntukkan agar harga motor ini bisa lebih mahal dari Tiger sekarang, yah motor ini bakalan berada di atas 25juta, ya di kisaran 28-30 jutaan lah, diatas harag nakedbike 150cc, tapi dibawah CBR 150R.

Spesifikasi, 225cc, SOHC, Fuel Injection, Berpendingin Cairan, Sasi teralis. Yup, isu yang berkembang Honda akan mengeluarkan motor sport baru dengan sasis teralis, so saya langsung mikir bahwa motor ini yang bakal memakai teralis, bukan motor sport 150cc-nya. Kenapa? ya liat saja motor-motor Honda yang bersasis teralis yang ada, minimal kubikasinya adalah 250cc. So meskipun ni motor cuma 225cc, tapi secara tampilan gak jauh beda dengan yang 250cc macam VTR250. Kalo sasis teralis mo dipake di motor 150cc kok rasanya bodi motornya kurang besar. Motor 150cc Honda palingan ya sebesar V-ixion aja, kalo lebih gedhe lagi bakalan kehilangan tenaga bro!

Trus basis mesin ni mongtor tentunya bakal ngambil punya-nya NMP, tinggal di bore-up lah!

3. Sportbike berfairing 150cc

Kalo motor yang ketiga ini direncanakan untuk mendahului Yamaha yang mo ngeluarin R15,so spesifikasinya pun bakal mirip-mirip lah!

Lho bukannya buat ngedepin R15 sudah ada CBR 150R?

Nah, disinilah pinternya AHM. AHM jauh lebih baik dari Yamaha, AHM tidak mau memakai motor yang masih diimpor sebagai andalan untuk di head to headkan dengan produk kompetitor. AHM merasa perlu untuk bikin motor sendiri.

Kenapa? selain harga bisa ditekan, jumlah kuan titas produksi dan penjualannya pun bisa disesuaikan dengan keinginan, tipe motor ini mau dipake untuk menguasai pasar atau sekedar memberikan pilihan bagi konsumen…

Jadi, CBR 150R hanyalah memberikan pilihan pada konsumen sekaligus melanggengkan trah CBR 150 yang pernah sukses lewat IU, dan untuk mengantisipasi kompetitor ya dengan motorsport 150cc berfairing dengan harga yang lebih murah, yah dikisaran 25-28jutaan pasti laku juga.

Soal mesin ya bisa make sama dengan versi nakednya seperti yang nomer 1 diatas. Seperti V-ixion dengan R15 yang mesinnya ya sama aja….

Nah, itu saja! Wong namanya juga ngira-ira, jangan terlalu berharap lah dengan kebenarannya.

NB: ganang lagi seneng komik Panji Tengkorak…..

 
36 Komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2011 in goblog, motor, otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Piaggio, SYM, Viar, dan Bajaj, perlukah Honda mewaspadainya?

yang 250cc

Honda mengeluarkan banyak motor baru untuk menyerang penjualan saingan terberatnya, Yamaha. Tahun ini aja dudah ada beberapa motor baru, CBR 250, Revo Fit, Spacy dan CBR 150. bahkan kabarnya akan ada 3 motor baru lagi sampai akhir tahun.

Kenapa Honda menggelontor banyak motor? jawabnya jelas untuk meningkatkan total penjualan dan pangsa pasarnya.

Yang jadi masalah, tahun ini juga banyak pemain baru yang masuk ke industri sepedamotor negeri ini, yang paling baru ya Piaggio dan SYM seingat saya. Keduanya bermain di skutik. Meski baru, kualitas produk Piaggio sudah terbukti, sedang SYM meski belum dikenal tapi kualitasnya sudah dianggap sepadan dengan saudara sepupunya, Kymco.

Ada juga beberapa pemain yang sudah beberapa tahun terakhir ini penjualannya nampak lumayan, macam Viar, Bajaj dan yang lainnya. Viar dengan Viornya yang lumayan laku di daerah karena harganya yang murah dan Bajaj dengan kualitas motor sport yang sudah diakui, rasa-rasanya sudah sedikit mengambil porsi penjualan motor nasional.

Meskipun pemain baru, dengan brand dan kualitas pastinya akan ada market share sekian kecil persen yang masuk ke para pemain baru ini. Dan meskipun juga ke4 pabrikan motor ini belum menjadi anggota Aisi, yang berarti data penjualannya belum bisa diketahui dengan pasti, namun secara pelan bisa saja gabungan penjualan para pemain baru ini bisa mengambil market share yang lumayan.

Intinya, meski data penjualannya tidak terdeteksi, bukan berarti tidak ada penjualan sepda motor sekian ribu dari para pemain baru ini. Yang tentunya secara tidak langsung meningkatkan jumlah penjualan motor secara nasional. Misalkan saja penjualan sepedamotor tahun 2008 menurut data Aisi adalah. 7,3 juta. Nah, ini kan belum termasuk penjualan non Aisi, bisa saja kenyataannya mencapai 7,5juta, yang 200ribu ya dari pabrikan non Aisi ini.

Yang menjadi pertanyaan saya, apa Honda sebagai pabrikan terbesar juga memikirkan ini. Pangsa pasarnya yang 50%an tentunya kenyataannya kurang dari itu. Misalkan semua pabrikan non Aisi masuk ke Aisi, bisa aja market share Honda menjadi dibawah 50%, karena masuknya data2 penjualan pabrikan2 tersebut.

Layaknya Pemilu, apa artinya memeperoleh suara 60% jika 50% penduduknya golput?

Memang tak seekstreem itu kipraah pabrikan non Aisi, tapi apa Honda tidak kawatir kalo para pabrikan baru itu akan menjadi besar di kemudian hari dan mencuri sebagian pangsa pasarnya? Adakah usaha Honda untuk menangkal penjualan para pemain baru ini seperti Honda berusaha menangkal meningkatnya pangsa pasar Yamaha?

Akhir kata, ya semuanya terserah Honda gimana menyikapi para pemain baru itu…

Itu saja!

NB: semoga cara2 yang dilakukan dalam persaingan memperebutkan pangsa pasar penjualan sepeda motor ini masih memakai persaingan yang sehat, baik pemimpin pasarnya maupun para kompetitornya….begitu kata si ganang.

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Juli 2011 in otomotif

 

Tag: , , , , , ,

Yamaha, belum pernah punya….

Meskipun di aerah asal saya di Jawa Tengah, keberadaan motor2 dari pabrikan garputala bak semut di sekitaran gula, tak sekalipun saya pernah merasa suka motor dari pabrikan Yamaha. Meski bapak saya pernah memakai RX Special, tetap saya gak merasa mempunyai lha wong itu juga pas masih kecil dan cuma sempet belajar sekali dua kali aja make ntu mongtor….

Kalo cuma nyobain sekali dua kali produk2 Yamaha ya jelas pernah, apalagi salah seorang Om saya adalah FBY yang bolak balik beli motor ya Yamaha mulu….

Saya sendiri gak tahu kenapa kok saya tidak terlalu menganggap Yamaha sebagai pilihan motor yang tepat, padahal saya sendiri tahu bahwa motor2 Yamaha itu gak kalah dengan motor dari pabrikan lain macam Honda atau Suzuki..

Selama ini, Honda jelas menjadi pilihan utama. Secara sadar dan tidak sadar itulah yang ditanamkan oleh orangtua saya. motor Honda itu awet dan harga jual kembalinya tinggi, begitu sepertinya didikan bapak saya yang tanpa diucapkannya… Apalagi setelah merasa kejeblos sekalinya beli Jincheng city, gak lagi-lagi deh beli motor selain Honda, begitu kira2 bapak saya berikrar….

Dan secara tidak sadar pun, mindset saya juga tergiring kesana… Jika pengen beli motor yang gak neko0neko bin awet dan irit, ya harus beli Honda….

yang dibeli selalu yang warna merah

Sedangkan saya sendiri kadung jatih cinta dengan Suzuki, khususnya sejak make Tornado GS dulu…entah kenapa suatu saat ketika mbawa si Tornado ke bengkel dan ngeliat rangka ntu mongtor, rasanya kok indah sekali gitu….

Sampai sekarang pun saya masih suka dengan rangka motor2 Suzuki, terlihatnya kok mantab, gak gampang goyah gitu… singkat kata, rangka Suzuki tu bandel, begitu image di otak saya….

Apalagi kalo teringat body gambot Tornado GS, kok kayak ngeliat perempuan semok ya…..hmmmm…tapi ini hanya berlaku bagi semoknya Tornado, kurang suka dengan semoknya matic sekarang….

Sedangkan Yamaha, belum ada bagian motor yang saya suka…mungkin juga karena belum pernah punya dan belum pernah memakai dalam waktu yang lama, jadinya belum menemukan keindahan di dalam motor Yamaha…

Kemarin sempet suka dengan Byson dan New Scorpio Z, tapi begitu ngamati dalam waktu yang agak lama, segala kekurangan dari keduanya lah yang terlihat. Byson jok boncengernya kurang lebar dan lampu belakangnya jelek bin performanya gak jauh beda dengan si Michael. NSZ meski dah dibuat gagah tapi masih terlihat wagu di headlampnyah, apalagi monoshock belakangnya masih ambles juga….

So, kira 2 ke depannya jika saya beli motor Yamaha tentunya karena saya sudah gak melihat lagi kekurangan dari motor itu…. ya jika Fazer 250 dijual dimari sekarang sepertinya saya melihatnya masih tanpa cela….

new scorpio 250cc?

Itu saja!

NB: Kalau selain 3 merk itu ya belum begitu diperhatikan, lha wong ke3 ATPM itu je yang motornya udah banyak di kampung saya….

 

 
31 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Juni 2011 in motor, otomotif

 

Tag: ,

Euro3 2013: Siapkah pabrikan?

Seiring akan diterapkannya standar emisi gas buang Euro3 pada tahun 2013, semua pabrikan di negeri ini harus mempersiapkan diri untuk mengikuti segala ketentuannya. Karena dengan standar emisi Euro3 berarti, semua motor khususnya 4-tak harus sudah menggunakan sistem injeksi. Kalo yang masih pake karburator mungkin akan butuh penyesuaian yang lumayan. Nah, benarkah pabrikan2 di Indonesia telah siap? kita coba liat satu persatu

Anggota AISI:

Akhir tahun lalu disela2 JMCS, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhunata, mengatakan, AISI dan anggotanya telah siap memaksimalkan efektivitas teknologi yang dikembangkan untuk menekan kerugian ekologis dan kerusakan lingkungan. Pelaku industri sepeda motor siap menjalankan standar emisi EURO III dan kebijakan lain yang berkaitan dengan penanggulangan dampak lingkungan seperti ambang batas kebisingan.

Menurutnya, seluruh pabrikan motor yang ada di Indonesia sebenarnya sudah siap untuk beranjak dari standar Euro2 ke Euro3 asalkan bahan bakar yang beredar sekarang kualitasnya meningkat. Sebab teknologi Euro3 dianggap akan sia-sia saja bila kualitas bahan bakar yang beredar sekarang masih jelek.

Jadi kendala kita Euro3 tidak bisa diproduksi kalau bahan bakarnya masih Euro2 seperti sekarang, takutnya ya mubaziir aja gitu. Oleh sebab itu, jika memang kondisi BBM masih jelek kualitasnya, produsen motor yang akan menampilkan produk yang lebih ramah lingkungan ke pasaran tentu menjadi lebih berat lagi.

Lha wong distribusi BBM sekelas Pertamax saja hingga kini baru mencakup 30 persen dari seluruh wilayah Indonesia. Terus gimana tempat lain? “Kalau pemerintah siap, kami bisa membuat motor dengan standar Euro3 pada tahun 2012 mendatang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gunadi menjelaskan bahwa peningkatan standar emisi menjadi Euro3 selain akan berdampak positif pada lingkungan juga dianggap memberi nilai lebih bagi industri. Sebab hampir semua produsen motor yang ada di Indonesia mengekspor produknya ke luar negeri. Nah dengan perbedaan standar antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor yang rata-rata sudah menerapkan standar Euro3 ke atas ini, ongkos produksi untuk ekspor tentu akan jadi tinggi. Kalau bisa mendapatkan BBM yang cocok, produknya bisa ditrima ke arah itu. Jadi tidak ada perbedaan antara produk yang dipasarkan di dalam negeri dengan yang diekspor. Total produksi pun akan lebih efisien. Selama ini, setiap pabrik jadi harus punya dua alat. Satu alat untuk produksi standar Euro2, satu lagi Euro3 untuk ekspor. Ini kan tidak efisien

Nah, kita coba tilik satu2

Honda

Gak perlu diragukan lagi, sebagai pabrikan terbesar di Indonesia, Honda sudah jelas siap, terbukti dengan adanya Supra X 125 PGM-FI. Saya tidak jelas apakah ni mongtor sudah memenuhi standar Euro3, tapi dengan sudah injeksinya ni mongtor, diyakini sudah lolos, apalagi produk2 Honda yang dijual di Thailand sudah lolos Euro3 semua, So, gak usah dibahas lagi lah kesiapannya, dah pasti Siap.

Yamaha

Adanya V-ixion yang sudah injeksi juga, so sepertinya juga sudah siaplah karena Euro3 kan akan gampang terpenuhi kalo motor dah injeksi, toh seperti juga Honda, produk Yamaha juga banyak yang sama dengan yang dijual di Thailand yang sudah menerapkan Euro3 terlebih dahulu.

Suzuki

Nah, kalo untuk Suzuki sih belum keliatan ada yang injeksi untuk motor2nya yang dijual di tanah air. So, mungkin perlu melirik negara lain lah. Tapi saya yakin Suzuki juga sudah siap, karena toh pabrikan ini adalah pabrikan besar yang trackrecordnya juga gak pernah menyalahi kebijakan pemerintah. emang sudah pernah memiliki Shogun 125 injeksi, yang meskipun sekarang Axelo dah gak pake injeksi lagi. Yah, karena gak begitu laku ya mo gimana lagi, wong namanya jualan ya kalo gak laku yang gak dijual lagi lah. Jadi, sebenarnya sebagai sebuah pabrikan besar tentunya Suzuki sudah siap dengan ketentuan Euro3 ini, wong sudah mampu menginjeksi motor 4-taknya je.

Kawasaki

Soal kawasaki, sepertinya hanya produk motor 2-taknya yang bakal memenuhi kesulitan. Soalnya, untuk bisa lolos Euro2 saja,  motor ini perlu dilengkapi dengan Super KIPS (Kawasaki Integrated Powervalve System), HSAS (High Performance Secondary Air System) dan catalic converter pada knalpotnya. Lha kita lihat saja teknologi apa lagi yang akan disematkan Kawasaki pada Ninja 150 agar lolos Euro3. Bakal banyak banget kayaknya.

namun, menurut tulisan di motorplus, sebenarnya Kawasaki mampu untuk mengatasi standar tersebut dalam produk motor 2-taknya. Yang dipikirkan mungkin hanya cost produksinya, apa bakal bisa cocok apa enggak. Jadi, bagi para pecinta Ninja 150 2-tak, ya monggo segera beli saja, takutnya harganya bakal dimahalin buat memenuhi standar Euro3 ini, atau malah bakal gak dijual lagi tuh.

Oya, sebenarnya Kawasaki bisa juga menggunakan momen penerapan Euro3 ini untuk meluncurkan produk baru Ninja 150cc 4-tak. Jadi sambil menunggu waktu ya riset dululah, masa mo ngandelin motor 2-tak terus sih? tar bisa2 tambah mahal harganya….

Piaggio

Piaggio adalah pabrikan dari Italy, yang mana di ERopa sudah jauh lebih dulu nerapin Euro3, so gak masalahlah, wong Euro3 asalnya juga dari Eropa sono je

Kymco

Pabrikan ini sebenarnya adalah pabrikan besar yang produknya banyak dijual di Eropa, so tentu juga produknya sudah lolos Euro3. Yang jadi masalah kok sampai sekarang pabrikan ini gak balik2 ke negeri ini tu ngapain aja, bukannya kasusnya juga sudah selesai di Pengadilan?

kymco like

Kanzen

Weits, saya gak ngerti sama sekali dengan pabrikan ini. beberapa sumber sih bilang kalo pabrikan yang sudah mencanangkan diri sebagai motor nasional ini masih jualan selama tahun 2010, tapi gak jelas juga sampai sekarang. Dan sepertinya untuk mengikuti standar Euro3 juga bakal kewalahan, wong jualan aja seret je…

TVS

Pabrikan asal India ini adalah pabrikan besar di negeri asalnya, bahkan ada dalah satu varian Apache yang kalo tidak salah juga sudah menerapkan injeksi dalam pengaturan campuran bahan bakar dengan udaranya.

So menghadapi penerapan Euro3 di Indonesia tahun 2013 saya yakin sudah siaplah. lha mosok cuma nambahin injeksi di semua produknya aja masa gak bisa, ya tho?

Pabrikan Non-Aisi

Bajaj

bajaj seperti juga TVS yang berasal dari India. Di India, keduanya adalah pabrikan besar. Meski line up produknya yang dijual di India pun sepertinya belum injeksi, tapi saya yakin sebagai pabrikan besar yang berusaha untuk mendunia, Bajaj pasti gampanglah memenuhi standar Euro3.

Apalagi, Bajaj juga mengantungi saham KTM yang notabene pasarnya adalh di Eropa. So, masalah injeksi mah cemen, hehehe

Viar

Nah, sepertinya tinggal Viar yang sama sekali belum saya ketahui gimana teknolgi di produknya. Hanya saja dengan melihat kiprahnya beberapa tahun terakhir yang bisa dibilang sukses dengan matic Vior-nya saya yakin Viar masih akan cemerlang ke depannya. Ya, soal injeksi sih bakal mudah diterapkan kalo ada dana. Selama penjualan oke, duit ngalir dan riset injeksi ya bakalan gampang lah…

Minerva

Katanya pabrikan ini udah ada kerjasama dengan Sachs yang dari Jerman, so harusnya sudah siap juga dong.Tinggal mengaplikasikan saja sepertinya.

Dan lain-lain dah.

Nah, jika memang semua pabrikan sudah siap, ya tinggal Pemerintah dan Pertamina saja yang perlu menyiapkan diri/ Lha wong pabrikan butuhnya cuma infrastruktur bahan bakar yang berkualitas saja ko untuk bisa nerapin standar Euro3 ini.

Hmmm, jadi memang yang perlu menyiapkan diri ya cuma Pertamina alias Pemerintah.

Lha bagaimana dengan konsumennya? apa sudah siap? hmmmm

Itu aja dulu deh.

NB: tulian terkait:

Euro3 2013: Siapkah Pemerintah?

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Juni 2011 in otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Yamaha New Jupiter Z nyusahin bengkel….

2 minggu yang lalu, saya ke bengkel karena tengki bensin Michael kembali bocor untuk yang kedua kalinya. Karena haru sabtu gak dipake kemana-mana, maka hari Minggu sore baru nyadar kalo ntu tengki motor bocor. Maka saya pun bergegas ke bengkel langganan untuk nambalin ntu tengki, yang langsung ditangani ntu pemilik bengkel.

Ketika sedang nguras tengki, datenglah sebuah motor Yamaha New Jupiter Z, yang ketika pemiliknya bilang cuma mo servis saja, si pemilik bengkel langsung nyuruh anak buahnya terus ngerutu ke saya. Dia bilang motor Yamaha sekarang nyusahin bengkel. Mo nyervis alias bersihin karburator aja kudu buka body motor seluruhnya, dari tebeng depan mpe body belakang, semuanya. Gak praktis babar blas.

Motor Yamaha yang dimaksud ya Jupiter Z dan satu lagi, kalo gak salah sih ntu pemilik bengkel nyebut juga Vega ZR. Dua-duanya harus bongkar body seluruhnya buat ngambil karburator…

Saya pun mencoba membuktikan, ketika si mekanik anak buah membuka ntu body mongtor hingga lepas semuanya, saya liatin ternyata butuh waktu hingga 12menit, memang sih ntu mekanik juga keliatan ogah2an, males gitu, sudah tahu bakal susah barangkali mangkanya waktunya cukup lama. Saya liatin, kok semua part body serba gak praktis, banyak sekali potongan body yang menempel di body ntu Jupie Z…

Hmmmm….ngeliat saya ngeliatin ntu mekanik buka body Jupie, si pemilik yang dah mulai nambal tengki si Michael ngomong kalo motor barunya Honda gak gitu, meski tampilannya baru, potongan2 body motornya masih praktis, buka salah satu body depan aja udah pada bisa diambil ntu karburator…dan yang dimaksud adalah si Absolute Revo karena ntu pemilik bengkel nunjuk motor yang sedang leawat.

Hmmmmm…sepertinya Yamaha harus juga mempertimbangkan kemudahan bengkel untuk menservis ntu mongtor produksinya, bukan cuma asal bikin model bagus aja. Kayak Honda dong, mpe rangka NMP aja dicoak buat mudahin bengkel menservis je….

Itu saja,

NB: hasil tambalan tenki si Michael jelek, kayak tambal panci doang, gak rata ba bar blas….

 
38 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2011 in motor

 

Tag: , , ,

Motnas dan Mobnas, apa maksud sampeyan?

kanzen ngaku motnas, menurut sampeyan?

Berbicara tentang motor, tak jarang yang mempertanyakan tentang adanya Motnas (motor Nasional). Sebagian orang mempetanyakan kiprah warga negara ini yang belum mampu membuat sebuah motor yang bisa dilabeli sebagai motor nasional.

Saya tidak tahu sebenarnya apa yang dimaksud oleh orang-orang tersebut yang katanya cinta tanah air bi lebih suka produk dalam negeri dengan mengatakan bahwa di Indonesia ini belum ada motor Nasional.

Kalau menurut saya kok sudah banyak sekali motor yang dijual dan kita liat di jalanan bisa disebut sebagai motor nasional.

Lho kok? maksudnya apa ini?

Pertama-tama, kita harus menjabarkan dulu apa sih yang dimaksud dengan motor Nasional itu. Dan beberapa pihak (termasuk sampeyan mungkin) menyebutkan bahwa motnas adalah motor yang diproduksi dari ide dan kreativitas bangsa Indonesia sendiri. Intinya, segala tetek bengek motor termasuk mesin dan body motor secara keseluruhannya ya diproduksi oleh orang Indonesia dan diproduksinya juga di Indonesia. Begitu bukan?

Nah, jika memang demikian, bukankah bisa banyak sekali motor nasional tersebut. Sebut saja beberapa merk motor kayak MAK yang diproduksi di Kalasan, DIY. Kanzen yang malah sudah mencanangkan diri sebagai motnas. beberapa produk merk Kaisar, Dayang, Viar dan bahkan beberapa motor dari pabrikan Jepang.

Lho kok?

Lha, kalo ngeliat segala sesuatu yang ada di beberapa motor tersebut, apa tidak bisa dibilang kalo motor2 tersebut adalah motor nasional? Apa alasannya?Nih beberapa alasannya:

  • lebih dari 80% motor baru yang dijual di Indonesia saat ini diproduksi di Indonesia. Bisa diitung dengan tangan berapa motor yang diimpor langsung dari luar negeri, ya tho? wong setahu saya cuma CBR, Pulsar series, NInja 250, motor2nya TVS saja yang diimpor semua bagiannya dari luar negeri.
  • banyak motor yang 80% bahkan 90% bahannya sudah berasal dari Indonesia. Ngarepin 100%? lha kalo ada satu jenis logam yang kuantitasnya di negeri ini cuma sedikit, ya gak bakalan punya motnas dong negeri ini! bahkan saya yakin Jepang pun tak mempunyai semua sumber dayanya sendiri dari dalam negeri, saya yakin walau cuma satu baut atau satu macem warna cat yang diimpor dari negara lain. Lagipula, dalam program pemerintah dulu yang dimaksud motnas atau mobnas toh yang penting mengandung 80% unsur asli Indonesia.
  • banyak motor yang desainnya sudah dibuat di Indonesia, bahkan motor seperti Honda Tiger atau Yamaha New Scorpio Z desainnya dibuat di Indonesia, dan bahkan beberapa motor langsung didesain oleh orang Indonesia.
  • mesinnya pun sudah banyak didesain oleh orang Indonesia. Gak percaya? coba aja liat hasil penelitian beberapa lembaga yang ada di Indonesia, mesinnya gak kalah sama mesin motor impor kan? Jadi, jangan dianggap bahwa semua motor yang dikeluarin AHM atau YMKI itu desain mesinnya pasti dari luar. Banyak juga ahli mesin yang bekerja buat RnDnya ATPM asing, apalagi RnD suzuki aja dah ada di negeri ini. Saya yakin ada orang kita yang terlibat di dalamnya.
  • motor yang prinsipalnya ada di Indonesia. Nah, bukannya motor seperti Kaisar, Dayang, Viar dan beberapa merk motor asal China yang lain kan sudah jelas kalo perusahaannya di Indonesia lebih besar dari pada di negeri asalnya sana. Bahkan MAK didirikan langsung di Yogya.
  • soal merk, mungkin sebagian orang akan menganggap kalo merk-nya harus asli dari Indonesia. So, jika memang demikian ya memang tidak banyak, bahkan setahu saya ya cuma MAK saja yang dari awal berdirinya udah make nama dan merk yang diciptakan di negeri ini.

Lha, kalo sudah demikian, dimana sih batasan yang disebut motnas atau juga mobnas itu?

Oke, saya mencoba membahas satu persatu deh

1.Honda

berbicara Honda, sudah jelas bahwa asal pabrikan ini adalah Jepang. Tapi kalo berbicara untuk masing2 produk Honda Indonesia (AHM), saya kok yakinada yang benar2 asli negeri ini ya, meski gak yakin juga yang mana. Coba kita analisis HOnda Tiger, desain Tiger Revo kabarnya adalah desain asli AHM, trus mesinnya adalah GL series yang meskipun GL series juga dipasarkan di beberapa negara lain, tapi mesin Tiger sendiri kalo tidak salah hanya dipake di Indonesia, so saya yakin itu pun hasil pengembangan AHM sendiri. Tempat produksi dan bahannya sudah pasti lebih dari 80% adalah dari negeri ini. Jika memang demikian apa gak bisa dibilang kalo Tiger itu motor nasional? jangan berbicara merk dulu karena paten merk itulah yang mencegah perusahaan kecil untuk berkembang mengalahkan “pihak yang sudah punya merk”

desain asli sini, motnas?

Tapi juga tidak bisa dibilang kalo semua produk AHM adalah motor nasional karena toh CBR 250R masih diimpor CBU dari Thailand, bahkan NMP pun masih ngambil desain dari Honda India (ya tho? cmiiw). Supra X 125 juga dijual di beberapa negara Asean, so gak yakin kalo AHM yang bikin. Apalagi Spacy, meski diproduksi di mari, kalo sudah produk global ya jangan dianggap sebagai motnas salah satu negara lah, cuma Honda yang tahu dimana RnD motor ntu…atau jangan2 malah dilakukan di berapa negara….

Yamaha

Sama seperti Honda, produk Yamaha yang mungkin masih bisa dianggep motnas adalah New Scorpio Z, (kalo bebek atau matik kurang paham soalnya). Kenapa? karena NSZ setahu saya (jika ada yang lebih tahu mohon saya dikorkesi) diproduksi dan dijual hanya di Indonesia dan secara terang2an disebutkan bahwa desain NSZ adalah desainnya YMKI.

Nah lHo…

Suzuki

RnD Suzuki belum lama ini sudah pindah ke Indonesia, dan kabarnya saat ini sedang mengembangkan sebuah motor 150cc yang berbeda dengan produk Suzuki di negara lain, baik mesin maupun desainnya. Dan tentunya bakalan diproduksi dimari. Nah, selain merk Suzuki yang asli Jepang, hampir semua bagian diproduksi di mari, apa motor ni nanti bakal disebut motnas?

Kawasaki

di negara lain, Ninja 2 tak sudah tidak dijual(atau memang gak pernah dijual di negara lain) so KMI harus meriset segala sesuatu dan memproduksi motor ini sendiri.

Namun, karena menurut masyarakat kita merk ke4 merk tersebut adalah berasal dari Jepang, makanya gak bisa dibilang motnas, ya tho?

Selanjutnya Kanzen

Motor ini menyebut dirinya motnas karena lebih dari 80% merupakan asli unsur dari dalam negeri. Tapi karena merknya dari China, tetep bukan motnas menurut sampeyan tho?

Viar

dah jelas diproduksi di dalem negeri dengan lebih dari 80% bahan dari Indonesia, pabriknya di Semarang (cmiiw) pun besar, lebih besar dari pabrik asalnya dulu di negeri sono… menurut sampeyan motnas bukan?

Kaisar, dayang

Nama motor ini dah make bahasa Indonesia. Jika bahan motornya lebih dari 80% dari dalam negeri, bisa disebut motnas tidak? pasti jawabnya tidak, lha wong aslinya tetep dari luarnegeri cuma ganti nama, begitu tho menurut kebanyakan orang?

MAK

Nah kalo ini mengaku motnas asli, bahkan dari awal berdiri, nama merk, produksinya semuanya asli di Indonesia. Kabarnya desainnya pun dibuat orang kita dengan inspirasi model motor Jepang. kualitasnya pun sudah teruji, garansi juga nyampe 3 tahun, padahal produk Jepang aja cuma  rata2  satu tahun doang. Masih bisa dianggep motnas tho? pada berani ngakuin dan beli motnas ini gak?

nah, yang jadi ganjalan untuk menyebut MAK sebagai motnas mungkin cuma masalah mesinnya yang masih diimpor dari RRT (kabarnya) dan pemakaian unsur dalam negerinya yang baru 70%. Tapi kalo emang ke depan bisa jadi 80% apa kita semua mau menyebutnya sebagai motnas?

MAK, pertama berdiri di Kalasan, DIY. MOtnas????

Hmmmm….sepertinya mata orang Indonesia yang kurang terbuka, lha kalo ngarepin yang semua-muanya datang dari negeri ini ya susah, gak bakalan malah….

Segala pemerintah disalahkan pula, katanya gak mau mengembangkan motnas lah, gak bikin BUMN buat bikin motnas lah, gak mau ngasih fasilitas lah. Ya mo gimana lagi, wong motor yang beredar saja sudah banyak mewakili anggapan pemerintah sebagai motnas je, apa semua masih harus dikberi fasilitas? misalkan saja MAK dianggep motnas trus dikasih keringanan pajak, apa yang laimn gak protes? jangan pabrikan seperti Viar, Honda pun saya yakin juga bakal protes je….

nah, sepertinya tinggal bagaimana kita memberikan definisi tentang pengertian motnas, termasuk juga mobnas. Itu saja!

NB: kalo emang MAK itu motnas, kok orang2 yang bilang cinta produk dalem negeri masih saja pakai motor dari ATPM Jepang ya?

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Mei 2011 in goblog, otomotif

 

Tag: , , , ,