RSS

Arsip Tag: Yamaha Byson

Gak pengen seperty Byson, CBR 150R pun dibanderol selangit

INi sebenarnya hanya pendapat Ganang, tapi karena kali ini dia mau eksis, so saya nyoba nulis apa maksud dari pendapat dan pemikirannya.

Seperti di ketahui bahwa di Thailand pun produksi motor sportnya sempat keteteran, jadinya indener disana pun mengular, meski gak lama-lama amat juga sih…

Namun, ternyata seretnya produksi di Thailand berdampak juga di Indonesia, yaitu dengan dibatasinya kuota eksport motor sport Thailand ke Indonesia…

Nah, karena AHM takut gak bisa memenuhi kebutuhan konsumen dimana terlihat dari berbagai media online banyak yang mbahas dan suka dengan ni mongtor, maka AHM cari akal agar penjualan CBR 150R gak terlalu besar…. AHM ndak mau kayak kasusnya Yamaha Byson yang indennya puanjang banget gara-gara kuota produksi gak mampu mencukupi kebutuhan pasar…

harganya nguawur

So, AHM pun memilih jalan dengan membanderol harga CBR150R dia ngka yang selangit, yang penting masih dibawah harga IU dan juga jauh dari harga kakaknya…

Dengan banderol yang nguawur mahalnya itu, diharapkan yang beli ya yang bener2 punya uang gedhe bin rodo nguawur … sekalian malah bisa nyari keuntungan gedhe dengan jual produk dikit, gitu pikir AHM…

So, gitu saja!

NB: harusnya harga Byson pun bisa dinaikkan lagi biar indenernya bisa berkurang, hehehe……..

 
21 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2011 in goblog, motor

 

Tag: , , ,

Yamaha Byson, alasan saya ngeblog?

Awal saya kembali ngeblog 3bulanan lalu, setelah lama gak ngeblog mungkin karena saya ngeliat Yamaha Byson abu-abu dijalan.

Saat itu, saya udah ada niatan untuk beli motor baru nggantiin si Michael, yang ternyata sampai sekarang belum kesampaian. Nah, pas riding di jalan kok saya ketemu dengan motor aneh yang belum pernah saya liat sebelumnya.

Karena penasaran, saya pun mensearchingnya di we masing2 ATPM, dimulai dari webnya Honda gak nemu, trus ke webnya Yamaha nemu….o namanya Byson tho…

Soal Yamaha Byson, jadi tambah tertarik ketika beberapa waktu sejak pertama kali liat kok ada Byson putih di depan rumah tetangga, diperhatiin kok manis juga… akhirnya ada keinginan nyobain liat langsung ke dealer, tapi belum sempet ke dealer eh sekali liat istri langsung gak suka, so niatan milih BYson pun ilang. Apalagi kalo ngeliat jok boncengernya yang kuecil, kasian istri kalo harus dibonceng tiap hari…

Lagipula, lampu belakang Byson kurang menarik juga…. Akhirnya ya browsing-browsing dilanjutkan untuk mencari segala macam artikel dan tulisan mengenai motor ini, dan jadi tahu kalau dunia blog otomotip sedang amat sangat berkembang…

Nah, lama-kelamaan seiring banyak membaca tulisan dari para blogger2 otomotip, saya pun kembali tertarik untuk ikut ngulik2 dunia otomotip yang sempet saya senangi waktu masih SMA dulu….

Berbekal keinginan nulis lagi yang sempet terhenti di akhir 2008 lalu (dulu blog intranet kantor), saya pun berusaha kembali mengaktifkan blog saya ini yang sudah saya buat sejak 2008, dan hanya sesekali aja saya isi postingan.

Nah, pas mo nulis, bingung mo nulis apaan, yang kepikir cuma curhat tentang keinginan beli motor atau soal kerjaan di bidang pajak aja, so ditulislah apa adanya semua yang ada di otak, mo masalah motor ataupun soal pajak.

Karena soal pajak udah mumet di kantor, ya akhirnya ditinggalin dan lebih banyak nulis tentang motor aja, dan sesekali nulis tentang hal umum…

Nah, kembali soal Byson, kok beberapa waktu kemarin istri bilang kalo Byson biru itu bagus…dan tengkinya manteb kayak moge….hmmmm…tapi tetep joknya kecil, jadi gak lah….

istri suka Byson biru....

Itu saja lah curhatan kali ini…

NB: ganang nanya kenapa belum jadi juga beli motornya, dan cuma saya jawab belum ada duit, lha wong begitu kenyataannya…..

 

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Juni 2011 in goblog, otomotif

 

Tag: ,

Bukan Honda vs Yamaha, tapi Pabrikan Jepang vs Non-Jepang

Setelah membaca tulisan ini, saya jadi berfikir jangan2 Honda dan Yamaha tak benar2 bertarung dalam penguasaan pangsa pasar sepeda motor di dunia, termasuk di Indonesia.

Mungkin dulu mereka memang gontok2an tapi seiring majunya industri sepedamotor dari negara lain, sekarang mereka hanya sekedar memperlihatkan pada konsumen bahwa mereka tetap bersaing, padahal bisa saja mereka memang saling bagi keuntungan.

Oke, selain absennya CBR150/CBR125 disetiap negara yang sudah ada R15 atau sebaliknya, berikut beberapa alasan lainnya :

  • Kawasaki bekerjasama dengan Bajaj, so meskipun Kawasaki pabrikan Jepang produknya NInja CBR250 harus dicounter oleh CBR250, dan Yamaha tidak mau ikutan nyemplung karena sudah bagi2 kelas. Untuk kelas 250cc fairing diambil Honda, yang naked bike bakal diambil Yamaha.
  • Persaingan Honda Yamaha di Indonesia harus terlihat semakin keras, maka NMP dan Byson dikeluarkan hampir bersamaan biar pangsa pasar yang akan ke Bajaj dan TVS.
  • Sebelum KTM Duke diluncurkan harus ada produk Honda yang diluncurkan dikelas yang sama, di Eropa dengan 125cc, kalo di Asia tugas Yamaha so bisa diprediksikan bentar lagi (akhir tahun) bakal ada produk Yamaha dikelas 200-250cc naked bike.
  • Segmen bebek di Indonesia masih menjadi tulang nadi Honda, tapi segmen skutik telah pindah dari Yamaha ke Honda, ini hanya strategi mengecoh kompetiror saja, nanti kalo penjualan dari pabrikan non jepang naik, maka bisa jadi segmen skutik dibalikin ke Yamaha…
  • Honda dan Yamaha berusaha mengeluarkan produk sebanyak mungkin agar pabrikan lain tidak dapat masuk dan mengembangkan pasar karena konsumen sudah disuguhi banyak model motor dari kedua pabrikan
  • Di sektor penjualan Honda memang tiada tanding tapi agar nama Yamaha tidak hilang maka di ajang balapan paling berkelas didunia, MotoGP Yamaha didukung untuk menang.
  • Honda Scoopy yang gak adalawan dari Yamaha, kalo emang gontok2an mbok ya Yamaha ngeluarin Fino, ya tho? Begitu juga V-ixion, belum ada lawan tho? Trus PCX?
  • Di tingkat 3S, dimana ada jaringan 3S dari pabrikan non Jepang maka disitu banyak sekali jaringan 3S dari Honda dan Yamaha, dan di jaringan tersebut akan lebih mudah mendapatkan produk kedua pabrikan. Jadi yang pengen beli Byson, cari aja yang dealer Yamahanya dekat dekngan dealer Pulsar atau TVS.
  • dsb./.bisa sampeyan tambahkan sendiri

Oke, pada dasarnya ini hanyalah analisa saya saja. Betul tidaknya ya sampeyan bisa memutuskan sendiri. Itu saja.

NB: pantes saja indent byson ganang lama banget wong dikiri kanan gak ada dealer lain selain Yamaha dan Honda je…. Lha iya wong ngindennya di kampung yang kiri kanan dealer saja masih sawah, batin saya!

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Mei 2011 in motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , ,

Analisa Harga Motor Sport dari India (termasuk prediksi harga YZF R15)

Seiring makin banyaknya motor asal India, baik yang didatangkan oleh ATPM Jepang maupun yang datang dan mengembangkan merknya sendiri, saya jadi ingin mereka-reka pricing strategy yang diterapkan oleh ATPM-ATPM tersebut.

Analisa yang saya lakukan hanya berdasarkan konsep multiplikasi tanpa melihat unsur2 yang lebih detil, hanya sekedar membandingkan harga suatu unit motor sport yang dijual disini dan tentunya juga dijual disana.

Dalam hitung2an diatas bebrapa asumsi saya buat, diantaranya:

  1. Harga Unicorn Dazzler saya lihat dari sini, sedangkan yang lainnya dari sini
  2. Kurs rupiah-rupee saya ambil dari sini pada tanggal 24 April 2011
  3. Harga Indonesia adalah harga on the road Jakarta per 24 April 2011
  4. Cara masuk ke Indonesia untuk masing2 motor yang sudah jelas misalnya Pulsar series dan Apache
  5. Cara masuk ke Indonesia untuk yang lainnya saya asumsikan diproduksi dalam negeri dengan beberapa part diimport dari India, saya tulis sebagai Produksi/CKD. Hal ini semata karena ketidaktahuan saya apakah semua part diproduksi dalam negeri atau ada yang sebagian diimport, tapi pada dasarnya adalah diproduksi.
  6. Saya tidak memperhatikan cara masuk tersebut dalam hitungan, meskipun sebenarnya dengan masuk ke Indonesia dari India dengan CBU terkena Bea Masuk 20% (tariff MFN), CKD terkena  Bea Masuk 10% (tariff MFN), dan produksi dalam negeri terkena PPh Pasal 22 atas penjualan hasil produksi sebesar 0,45%. Semua ini dikesampingkan.
  7. gambar motor diambil dari berbagai sumber.

Langsung saja ya…

1. Honda New Mega Pro/CB Dazzler

Harga NMP di Indonesia berada jauh diatas harga CB Dazzler di India, padahal pada dasarnya motor ini adalah sama. Multiplikasinya mencapai 1,41 kali. Dari sini sebenarnya bisa dibilang kalo motor ini dijual terlalu mahal di Indonesia, atau bisa juga dijual terlalu murah di India.

Padahal kalo dilihat cara masuknya yang diproduksi sendiri dengan kemungkinan ada beberapa part saja yang diimpor dari India, seharusnya harganya bisa lebih murah dari pada yang didatangkan ke Indonesia dengan CBU ataupun CKD.

Hal ini terjadi mungkin karena brand Honda yang lebih dipercaya oleh konsumen di Indonesia, sehingga soal harga bisa ditentukan semaunya.

2. Pulsar series

Dalam kasus Pulsar Series dimana ketiga motor diatas didatangkan dengan CBU, tapi dijual dengan harga yang bisa dibilang murah mungkin karena sebagai pemain baru harus berusaha menancapkan kepercayaan konsumen dulu, ATPM Bajaj mencoba menjaring calon konsumen kelas dibawahnya agar membeli motor sport yang seharga dengan motor bebek dan matik. Apalagi jika melihat bahwa harga Pulsar series diawal kemunculannya cukup bisa dibilang mahal, namun kemudian diturunkan harganya untuk mencoba mencari pasar baru.

diimpor CBU, tapi masih murah, kenapa ya?

Pada awalnya Bajaj mungkin Cuma pengen jualan saja sehingga berusaha mencari untung cepat dan banyak dengan memakai harga mahal. Setelah produknya bisa diterima, maka ATPM Bajaj baru serius menggarap pasar Pulsar di Indonesia dengan menurunkan harga dan mendatangkan varian terbaiknya P220.

Dari hitungan diatas, sebenarnya dapat dilihat bahwa multiplikasi harga Pulsar 180 adalah yang paling kecil, sehingga bisa dibilang P180 lah yang bisa dibilang paling murah, mungkin jika dihitung dengan memasukkan unsur pajak, maka keuntungan atas motor ini di jual di Indonesia bisa lebih kecil dari keuntungan atas penjualan motor ini di negeri asalnya.

Dan atas Pulsar 135 LS sepertinya ATPM Bajaj ingin mendapat untung yang besar karena pada dasarnya motor inilah yang paling cocok dengan kondisi Indonesia khususnya Jabodetabek yang sering macet, sehingga diharpkan akan terjual dalam jumlah yang banyak.

3. TVS Apache

Pabrikan TVS sepertinya lebih realistis dalam bersaing dengan produk Jepang di Indonesia, bisa dilihat dari multiplikasinya dimana secara umum lebih rendah dari pabrikan Jepang tapi lebih tinggi dari Bajaj padahal TVS didatangkan secara CKD.

Namun, tentunya dengan harga yang ditetapkan di Indonesia sebesar tersebut keuntungan TVS sepertinya tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil sehingga akan gulung tikar. Dengan dibangunnya pabrik perakitan di Indonesia berarti dengan keuntungan yang lebih kecil dari pabrikan Jepang saja, TVS mampu bertumbuh dan yakin akan mengembangkan pangsa pasarnya di Indonesia.

4. Yamaha FZ-16/Byson

Pada dasarnya hampir sama dengan NMP sebagai sesame pabrikan Jepang yang besar yang jualan baik di India maupun di Indonesia.Yang agak lucu adalah bahwa harga Byson disini lebih mahal daripada harga FZ 16 di India. Soal ini sepertinya Yamaha merasa bahwa desain Byson bisa lebih diterima oleh konsumen Indonseia daripada NMP. Meskipun pada kenyataannya jumlah penjualannya kalah dari NMP.

Atau mungkin juga karena Yamaha tak ingin menjual Byson dalam jumlah yang banyak, so dihargai mahal juga gak masalah, mungkin begitu pikirnya.

5. Yamaha YZF R15

Harga untuk motor ini belum jelas, karena bahkan YMKI sendiri belum memutuskan apakah akan mendatangkan motor ini atau tidak. YMKI masih menghitung-hitung besarnya kerugian akibat muncullnya Honda CBR 150R yang akan dirilis Juni ini dengan potensi keuntungan jika memang akan merilis R15 ini.

Kalopun jadi dirilis, tentu YMKI berharap akan mendapat keuntungan yang besar, mungkin jika dilihat dengan hitung2an diatas YMKI berharap bisa memakai multiplikasi Yamaha Byson yang sebesar 1,48 atau lebih besar. namun itu berarti harga R15 akan berkisar pada 29juta. Tentu ini akan menjadi polemic tersendiri, sehingga bagaimanapun jadi tidaknya motor ini dirilis akan sangat tergantung dari patokan harga yang dibuat Honda atas CBR150.

Jadi, jika CBR 150 dijual dibawah harga 29juta, maka saya yakin YMKI masih akan lama mengeluarkan R15, karena disatu sisi tidak mungkin YMKI memasang harga lebih mahal R15 lebih mahal dari CBR150 dan disisi lain kalo dijual dibawah harga 29juta keuntungan yang diperoleh akan lebih rendah daripada jualan Byson, so YMKI tentu akan lebih suka untuk memproduksi dan jualan Byson dong wong untungnya lebih gede.

Namun, meskipun begitu melihat itung2an diatas masih mungkin juga kalo R15 akan dijual diharga 23 hingga 29 juta, dibawah harga CBR 150 yang sesuai hitungan saya sebelumnya disini berkisar antara 25 hingga 30 juta.

Itu saja.

NB: ganang pikir YMKI lebih suka jualan V-ixion daripada R15, meskipun dasarnya sama tapi tetep saja beda kalo untungnya lebih besar V-ixion….

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2011 in motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , ,

New Scorpio 250 segera keluar….

setelah membaca artikel disini (Sssttt…YMKI sepertinya sedang menyiapkan motorspot baru…,) saya jadi ingat berita dari motorplus disini bahwa Yamaha sedang menyiapkan disc brake belakang untuk Scorpio Z. Artikel sejenis juga saya baca disini dan disini.

Yang saya pikirkan setelah membaca artikel2 tadi adalah fikiran/perasaan bahwa akan ada motor baru dari Yamaha yang akan dinamai Scorpio juga. Dan karena bocoran dari artikel tersebut menyebutkan bahwa Yamaha sedang menyiapkan motor 250cc, maka rasanya tidak salah saya mengira akan ada New Scorpio 250, tentunya dengan disc brake belakang.

Dan meskipun 250cc, jangan dipikir ini adalah YZF250, karena YMKI belum akan bermain dengan honda di segmen motor sport berfairing, lha wong YMKI lebih suka yang naked kok, buktinya R15 aja dicopotin bajunya jadi V-ixion.

Perkiraan saya YMKI ingin mengakomodir keinginan pasar atas naked bike 250cc sehingga motor ini nanti akan menjadi flagship bagi Byson sekaligus Scorpio Z 225 (atau malah gantiiin si Scorpio Z), sehingga secara penampakan akan menyerupai keduanya. Tapi bentuknya seperti apa, kurang tahu juga wong namanya juga cuma ngarang, ngira-ira je,,,

Lalu kenapa bilang segera? ya tentunya karna surveinya dah ada, survei warna lagi, so kayaknya gak bakal lama deh.

akankah seperti ini?

Sekianlah, itu saja!

NB: ganang bilang saya cuma mimpi…yo ben!

 
32 Komentar

Ditulis oleh pada 23 April 2011 in goblog, motor, otomotif

 

Tag: , , , ,

Komparasi Motor Sport dibawah 25 juta Bahgian 1

Oke. Dilatarbelakangi keinginan saya untuk mengganti si Michael dengan motor laki yang baru, saya pun berusaha membandingkan beberapa motor sport yang dipasarkan di Indonesia saat ini. Namun, perbandingan atau komparasi yang saya lakukan terbatas hanya pada motor sport yang harganya idbawah 25 juta, karena itulah anggaran yang dibolehkan oleh istri saya untuk membeli motor baru.

KOmparasi yanga kan saya lakukan adalah sangat akan bersifat subyektif. Semua berdasarkan kriteria yang saya inginkan untuk jadi tunggangan harian saya. Tapi tentu, semuanya harus dengan kriteria tertentu, diantaranya kriteria penampakan luar yang besar. hal ini disesuaikan dengan body saya yang sebarat 88 kilogram. Yang kedua, nyaman buat boncengan, karena setiap hari kerja saya boncengan ke kantor dengan istri tercinta. Yang ketiga, tentu kualitasnya harus diatas si Michael.

UNtuk yang belum tahu si Michael, ini dia gambarnya…

si Michael....

Dan beberapa motor pasaran yang memenuhi ketiga kriteria tersebut anatara lain Yamaha V-ixion, Honda New Mega Pro, Yamaha Byson, TVS Apache 160 RTR, Pulsar 180, Honda Tiger Revo, Pulsar 220 dan Yamaha New Scorpio Z. Trus kenapa motor sport yang lain (misalnya Pulsar 135 dan Suzuki Thunder tidak masuk hitungan? ya tentunya karena daya anggap tidak memenuhi ketiga kriteria tersebut.

Untuk bahgian pertama ini, saya ingin mengkomparasikan beberapa motor saja

1. Yamaha V-ixion

Dari berbagai sumber, motor ini memiliki banyak kelebihan dibanding motor lain di kelasnya. Dari teknologi injeksi (so makin irit), sasis deltabox, Sistem pendingin radiator dan 4 buah katup di kepala silinder, suspensi monosok, top speednya mpe 150an kpj dan lain sebagainya.

Tapi itu semua pendapat orang dan mungkin memang benar, tapi impresi saya pertama kali melihatnya adalah bahwa motor ini terlalu ramping. terlalu ramping maksudnya terlalu ramping untuk ukuran motor sport tanpa fairing sehingga terasa kurang gagah. dan akan terlihat kecil apabila saya yang mengendarainya, dan saya tidak suka itu.

Mungkin akan menjadi lain kalo yang saya lihat biasanya di jalan adalah yang pernah disebut akhir tahun kemarin sebagai Yamaha V-ixion SE (Special Edition) yang kelihatannya lebih kekar, meskipun katanya cuma ada tambahan pada sektor fender depan, penambahan shroud tanki plus engine guard, spatbor kolong,  kondom tanki, serta penutup radiator.

2. Homda New Mega Pro

Oke, melihat tampilan saya sempat tertarik banget, apalagi kalo dilihat dari depan, saya suka banget dengan headlamp dan shroudnya. Apalagi segala fiturnya sudah jauh lebih baik dari pada si Michael.

Yang jadi masalah hanya satu, namanya. Kenapa juga musti pake nama Mega Pro. Mungkin dari sisi AHM nama yang sama berarti akan memudahkan marketingnya, tapi bagi saya yang ingin mengganti Mega Pro saya, ya nggaklah kalo mengganti Mega Pro dengan Mega Pro lagi. Mau beda jeroannya kek kalo namanya sama ya ngrasanya gak beda, gak ada peningkatan gitu rasa di hatiku. jangan bilang apalah arti sebuah nama, karena bagi saya nama itu penting.

3. Yamaha Byson

Nah ini dia, yang sempet saya ajukan ke istri saya untuk menggantikan si Michael. Sudah bodinya gedhe, gayanya mantep, velg dan bannya lebar serta tubeless, monoshok, dan sebagainya membuat saya ngiler. dan bahkan saya jadi suka nulis tentang motor ya gara-gara tertarik dengan motor ini.

Sudah bebrapa hari sejak saya ajukan tpt motor ni ke istri saya, ndak disetujui juga, belum pernah liat fisiknya langsung katanya. nah, pas hari saya mo ngajak istri ke dealer(hari Minggu) eh lha kok dealernya dah tutup, ya wis lain hari wis.

nah, sambil browsing nyari info, lha kok ketemu komentar seseorang yang bilang kalo jok boncengernya kecil, gak nyaman buat diboncengin istri saya yang suka bonceng miring. setelah dipikir saya pun jadi ragu. Apalagi pas istri ngliat sendiri tu montor di jalan, komentarnya langsung jelek ah, apalagi lampu belakangnya kok kayak bebek. Jleb, gak jadi wis, daripada jadi ribut gara-gara montor.

Terus, demam motor sport pun membawa saya untuk mencari motor lain yang kebetulan sedang marak-maraknya berita tentang motor dari India, apalagi di kantor lama ada pegawai yang make pulsar 200 kok terlihat gagah gitu…

bersambung…

NB: ganang bilang kok bersambung, kayak sinetron aja?

 
36 Komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2011 in goblog, motor, Umum

 

Tag: , , ,

Blogger dan penyebaran isu yang digelontorkan ATPM

Blogger…dalam menulis sering menulis tentang hal-hal yang belum jelas dalam blognya. Belum pasti gitu. Spy shot motor baru yang belum tentu akan dikeluarkan oleh ATPM di Indonesia(kasus Yamaha Byson misalnya), harga motor baru yang baru akan dirilis(kasus Pulsar 220 yang ada spekulasi harga dari 25 juta sampai 18,6 juta yang akhirnya memang benar adanya), gambar-gambar minor/major change suatu motor yang sudah ada hanya dengan melihat yang terjadi di negara tetangga atau dapat kabar dari sumber yang tidak mau disebutkan (kasus yamaha jupter/mx, yang terbaru suzuki hayate yang dianggap change dari skywave).


diambil dari TMCblog

dan apa kesamaan semuanya itu. ya, benar! semua hal itu belum pasti ketika si blogger menuliskannya.

apa itu salah? o, tentu tidak!

lalu kenapa dipermasalahkan? hanya agar pembaca tahu saja, bahwa semua itu belum pasti. jangan terlalu berharap, karena bisa saja semua itu hanya isu yang digelontorkan oleh ATPM sendiri, untuk mengetahui reaksi masyarakat. jika antusiasme bagus, ya diterusin, kalau gak ya dicancel. toh ATPM tidak pernah merilis secara resmi, jadi nama baik ATPM bisa terjaga.

lalu dampaknya bagi blogger? ya biasa aja, toh si blogger juga bilang bahwa itu isu datangnya dari orang ATPM yang tidak mau disebutkan. nah, disinilah masalah itu muncul. benar gak itu isu muncul dari ATPM sendiri atau malah buatan si blogger. jika buatan si blogger tentu kredibilitasnya yang akan dipertanyakan. jika benar dari orang ATPM, maka sebenarnya ini kurang etis(khususnya jika sampai tidak terjadi).

tapi tentu ATPM tidak terlalu peduli dengan masalah ini. jika isu tersebut salah pun, kredibilitas yang hilang bukanlah miliknya, tapi milik si blogger. kalaupun si blogger menunjuk nama si orang dalem ATPM, maka memang si informan itulah yang tidak dapat dipercaya.

dan sikap ATPM? ya, mencari orang dalam lain yang bisa jadi informan isu bagi para blogger dong!

intinya, jangan terlalu percaya lah sama isu-isu yang ditulis blogger. jangan kayak saya yang terlanjur berharap Yamaha Fazer 250 akan dateng(dulu, buat gantiin scorpio) atau harapan baru bahwa Suzuki GW 250 akan diproduksi dan dipasarkan di Indonesia.

diambil lupa dari mana

Itu saja!

NB: ganang kemakan isu, jual motornya nunggu Honda CBR 150 R, samapai sekarang kemana mana minta diboncengin….capek euy….

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Maret 2011 in goblog, motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , ,