RSS

Arsip Tag: tarif pajak

Pyuhh….Ternyata Premium juga kena PBBKB

Setelah kemarin bakar2an, sekarang balik lagi mbahas pajak, tentunya masih terkait para biker, yaitu pajaknya bensin bahan bakare mongtor (PBBKB = Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor).

Selidik punya selidik terkait tulisan sebelumnya bahwa BBM kena PBBKB, saya pun penasaran apakah untuk jenis Premium juga kena pajak ni… so kemarin pagi saya berhasil menemukan sesuatu yang alhamdulillah bukan rahasia sehingga bisa saya bocorkan disini terkait pengenaan PBBKB pada premium alias BBM bersubsidi…

Hasil temuan tersebut berbentuk 2 macem PerMen, bukan sejenis makanan ya, tapi maksudnya ya Peraturan Menteri, …. oke ini sedikit cuplikannya….

Ketentuan Peraturan Menteri keuangan Nomor PMK-25/PMK.02/2007, menyatakan bahwa subsidi BBM jenis tertentu dihitung dari selisih kurang antara harga jual eceran setelah dikurangi PPN dan PBBKB dengan harga patokan berdasarkan Permen ESDM Nomor 1720/K/12/MEM/2007 tanggal 27 April 2007. PerMen ESDM ini menyebutkan bahwa harga patokan ditetapkan MOPS + 14,1% (mean of Platt’s singapore + Alpha(biaya distribusi dan margin))

Harga pasar/liter (MOPS +Alpha) – harga eceran/liter (sesuai Perpres) = Subsidi/(laba minyak bersih)

Nah, dari yang tertulis diatas ini, yang penting sebenarnya adalah bahwa harga jual eceran yang kita beli sudah termasuk PPN dan PBBKB. Nah loh, terus siapa yang mbayar 2 macem pajak ituh?

setelah saya cari2 dan baca2, ternyata untuk PPN ditanggung Pemerintah (PPN DTP), sedanghkan untuk PBBKBnya saya tidak berhasil menemukan aturannya…. mungkin terkaitsudah disatukan di nilai subsidi BBMnya……CMIIW

Namun yang jelas, harga premium yang kita beli saat ini sudah termasuk pajak daerah berupa PBBKB sebesar 5% (sesuai ketentuan UU lama), so jika dengan Peraturan Daerah, Pemerintah daerah Provinsi menaikkan pajak ini maka selisih dari tarif Pemerintah Pusat yang 5% dengan tarif Pemerintah Daerah yang lebih tinggi tentulah harus dibayar konsumen.

Sebagai contoh:

Pemerintah Pusat menetapkan bahwa harga BBM bersubsidi (premium) adalah 4500 rupiah, sudah termasuk PPN 10% dan PBBKB 5%, maka untuk Provinsi yang sudah menaikkan tarif PBBKBnya menjadi 7,5%, harga premium akan naik sebesar 225 rupiah per liter…

Untuk daerah2 yang sudah menaikkan tarif PBBKBnya yang saya ketahui secara pasti adalah Kaltim, Kalbar, Kalteng (sepertinya seluruh provinsi di kalimantan, termasuk juga Provinsi di Sulawesi). namun, sepertinya untuk tahun ini  atas desakan pemerintah pusat, beberapa provinsi belum menaikkan besarnya tarif PBBKB, tapi sya tidak tahu kenyataannya di lapangan apa harga premium 9yang dari SPBU Pertamina tentunya) sudah naik apa belum untuk provinsi2 di atas….

Sekian. Itu saja.

NB: wah, ganang sudah susah jualan premium eceran katanya, dah mulai banyakan yang pake pertamax….

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2011 in otomotif, pajak

 

Tag: , , , ,

Mahalnya Motor Impor 1: Import Duty

Para Bikers tanah air tentunya masing-masing mempunyai motor impian, dan setiap biker tentunya mempunyai motor impian yang berbeda satu dengan yang lain. Ada yang cukup bermimpi dengan motor-motor yang sudah diproduksi luas, ada juga yang bermimpi untuk memiliki motor besar(moge).

Dan dari bikers yang punya mimpi tersebut tak jarang yang motor impiannya adalah motor yang diproduksi di luar negeri. Jika demikian, maka untuk mewujudkan mimpinya harus nungguin ATPMnya memproduksi atau mengimpornya dari luar negeri, atau kalo ATPM tidak mau mengimpornya bisa minta bantuan IU(Importir Umum) yang tentunya akan mengakibatkan mahalnya harga motor tersebut.

Lha kenapa motor impor jauh lebih mahal daripada kalo diproduksi sendiri?

Hal ini tentunya terkait masalah impor itu sendiri. Terdapat banyak biaya-biaya yang harus dibayar konsumen seiring impor tersebut, misalnya biaya angkut, asuransi di perjalanan dan biaya-biaya yang dipungut dan ditetapkan pemerintah seiring kegiatan impor tersebut.

Dan salah satu pungutan pemerintah adalah dalam bentuk import duty(bea masuk). Lha apa itu bea masuk?

Bea masuk adalah bea yang dikenakan atas barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean dan diperlakukan sebagai barang import, oleh karenanya terutang Bea Masuk. Bea Masuk ditetapkan dengan menggunakan “Dasar Penghitungan Bea Masuk (DPBM)” yang ditetapkan oleh peraturan Menteri Keuangan, dan tujuannya adalah untuk kepastian penghitungan dan memperlancar pengajuan Pemberitahuan Pabean oleh importir.

Dalam hal ini, Importir bertanggung jawab atas Bea Masuk barang yang diimpornya melalui sistim menghitung dan membayar sendiri Bea Masuk yang terutang (self assessment). Bea masuk dilunasi selambat-lambatnya pada saat barang akan dikeluarkan dari kawasan pabean (kecuali import yang biayanya ditangguhkan atau dibebaskan).

Lha kenapa harus ditetapkan bea masuk?

Bea masuk ditetapkan untuk beberapa tujuan, diantaranya untuk menunjukkan komitmen perdagangan antar negara, untuk pengamanan perdagangan, untuk peningkatan daya saing industri, untuk mendorong investasi dan tentunya meningkatkan penerimaan negara.

Oke, langsung ke bea masuk motor impor…

Hingga 2011 ini, banyak sekali motor yang diproduksi di luar negeri telah masuk ke Indonesia, baik yang di bawa IU maupun ATPM sendiri. Sebagai contoh yang lagi naek daun adalah Honda CBR 250R dan PCX yang diimpor dari Thailand, dan seluruh produk Bajaj yang diimpor dari India.

berikut tarif Bea Masuk tahun 2011 yang berlaku untuk motor impor

Gambar diatas khusus untuk motor dengan kubikasi 50cc hingga 250cc. Tarif MFN adalah tarif yang berlaku umum dengan negara-negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan Indonesia. Tarif ATIGA adalah tarif bea masuk yang berlaku diantara negara anggota ASEAN, yang meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Phillipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan tarif yang lain sudah jelas.

Yang perlu diketahui, apabila tarif ATIGA atau yang lain lebih tinggi daripada tarif yang berlaku umum(MFN) maka yang berlaku adalah tarif MFN.

Oya, tarif yang dibagian atas lebih kecil daripada yang dibawah karena tarif yang diatas adalah untuk impor motor dalam bentuk CKD, sedangkan yang dibawah adalah dalam bentuk lain(CBU).

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa tarif untuk impor motor dalam bentuk CKD paling tinggi hanya 10% (India , China dan Korea make tarif MFN) sedangkan untuk yang CBU hanya 20%. Bahkan untuk impor motor antar negara ASEAN tarifnya sudah 0%. Dan impor motor dari Jepang juga ditetapkan turun setiap tahun sehingga pada 2011 tarifnya sudah 0% juga.

Nha, ini ngitungnya dari mana?

Tarif sebesar 10% untuk CKD dan 20% untuk CBU ini didasarkan pada Nilai Pabean. Nilai Pabean ini dihitung dari CIF(Cost, Insurance, dan Freight = Harga Barang + Asuransi + Biaya Angkut)

Jadi sebagai contoh saja: sebuah motor yang diimpor dari India dalam bentuk CBU, dengan harga barang 10 juta, biaya asuransi 1 juta dan biaya angkut 2 juta, maka bea masuknya adalah 20% x 13 juta = 2,6 juta.

JIka memang cuma demikian, kenapa harga motor impor bisa sangat mahal?

Hal ini tentunya karena untuk sampai dengan konsumen, motor juga masih harus menanggung banyak biaya lagi, bahkan dalam rangka impornya pun masih ada pajak impor yang akan dibahas kemudian.

Berikut tarif bea masuk untuk sepeda motor dengan kubikasi diluar daftar diatas, baik untuk yang CKD maupun untuk yang lain-lain(CBU).

Itu saja.

NB: ganang baru ngerti pantesan harga motor impor lebih mahal, wong diluar negeri sana udah diambil untuk sama produsennya, masuk sini kena biaya asuransi dan biaya angkut, kena bea masuk juga…dan masih ada pajak impor lagi? ckckckck….masih aja ada yang pengen motor impor…

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 6 April 2011 in motor, otomotif, pajak

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, salah satu faktor dalam harga kendaraan bermotor adalah adanya BBNKB. dan yang akan saya bahas ya cuma yang berhubungan dengan kendaraan yang saya punya, yaitu motor(belum punya mobil).

BBNKB dikenakan atas kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor, kecuali yang dimiliki dan/atau dikuasai kedutaan, konsulat, perwakilan negara asing dengan asas timbal balik dan lembaga-lembaga internasional yang memperoleh fasilitas pembebasan pajak dari Pemerintah.

Dasar pengenaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Nilai Jual Kendaraan Bermotor ditentukan berdasarkan Harga Pasaran Umum atas suatu Kendaraan Bermotor.

Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ditetapkan paling tinggi masing-masing sebagai berikut:
a. penyerahan pertama sebesar 20% (dua puluh persen);dan
b. penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1% (satu persen).
Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ditetapkan dengan Peraturan Daerah(Perda provinsi)

Pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dilakukan pada saat pendaftaran. Wajib Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor wajib mendaftarkan penyerahan Kendaraan Bermotor dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak saat penyerahan.dan yang wajib melaporkan secara tertulis jangkawaktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak saat penyerahan adalah pihak yang menyerahkan (menjual). jadi pihak penjual yang harus lapor ke samsat….

BBNKB bisa berbedea di setiap Provinsi, tergantung perda masing-masing, misalnya di DKI jakarta, BBNKB ditetapkan Penyerahan Pertama Sebesar 10 % dan Penyerahan Kedua dan Seterusanya sebesar 1 %.
Namun pemerintah provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) menurunkan tarif BBNKB. Bahkan Pemprov DI Yogyakarta menerapkan kebijakan pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor mulai 1 Juni 2010 hingga 31 Mei 2011 yang berlaku untuk kendaraan dari luar DIY. Selain itu, denda juga dihapus bagi pemilik kendaraan yang terlambat membayar pajak kendaraan bermotor.

Mulai Januari 2011 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menaikkan tarif BBN dari 10 persen menjadi 15 persen. Namun, Pemerintah juga memberikan diskon sebesar 50 persen bagi PKB kendaraan yang berumur 25 tahun ke atas atau buatan tahun 1985 dan sebelumnya.

hmmm…sepertinya itu saja!

NB: ganang bilang kemarin di kampungnya di jateng dia dapet pemutihan atas motor secondnya yang dibeli dari jakarta.

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Maret 2011 in goblog, motor, otomotif, pajak, Umum

 

Tag: , ,