RSS

Arsip Tag: Sekitarku

jangan pernah putus asa mencintai negeri ini

seorang bijak pernah mengatakan, “jangan pernah putus asa mencintai negeri kita sendiri!”

tapi saya bertanya benarkah harus demikian?

jika yang ada di negeri kita hanya para pejabat-pejabat korup, yang menggerogoti uang negaranya sendiri demi kesenangan diri dan anak istri

jika yang ada di negeri ini hanya pengemis dan gelandangan yang mengemis dan menggelandang bukan karena tak mampu bekerja lagi tapi hanya karena malas, mencari yang praktis, yang penting dapat uang bisa makan toh negeri ini sudah berpengalaman dengan penderitaan bak pengemis dan gelandangan.

jika yang ada di negeri ini hanya tawuran, demonstrasi, kerusuhan karena merasa hak-nya diambil oleh entah siapa yang penting ikut saja toh sudah ada yang bayar dengan ikut ke jalan saja.

jika yang ada di negeri ini hanya para teroris yang mengaku berjihad demi entah apa yang tidak saya mengerti tapi rela bunuh diri meledakkan gedung-gedung bertingkat yang dibuat oleh keringat bangsa sendiri meski modalnya entah dari mana datangnya.

jika yang ada di negeri ini hanya buruh-buruh budak para konglomerat yang tak peduli lagi dengan anak buahnya karena toh sang konglomerat tak berasal dari negeri ini atau malah lebih berani morotin negeri sendiri karena siapa yang tak mau dengan uang yang dimilikinya.

jika yang ada di negeri ini hanya banjir dan polusi karena dengan seenaknya hutan-hutan digunduli dijadikan gedung, apartemen atau sekedar lapangan golf yang dipakai oleh siapa yang penting punya duit

jika yang ada di negeri ini hanya para politisi busuk dengan otak uang yang tak peduli nasib bangsa ini selama bisa senang senang tanpa ada yang mengganggu meski di depan rumahnya pengemis meminta-minta karena telah seminggu tidak makan

jika yang ada di negeri ini hanya orang-orang pragmatis yang tak mau bekerja keras, sukanya mengkritik padahal gak ngerti apa apa yang penting ngomong ditulis dan direkam media sehingga jadi terkenal biar bisa jadi artis sinetron atau sekedar bintang iklan

jika yang ada di negeri ini hanya perempuan-perempuan yang mengumbar kewanitaannya demi duit dengan alasan ekonomi supaya bisa makan katanya, sampai merasa ikhlas saja meski tubuhnya telah menjadi bukan miliknya lagi

jika yang benar-benar cinta negeri ini harus masuk bui atau harus pergi ke negeri lain karena tak disukai karena dianggap berbeda tidak sama tak untungnya

masihkah kita harus mencintai negeri ini?

dan apa yang harus kita cintai selain bahwa negeri inilah tempat nenek moyang kita yang jika dirunut kembali tentunya nenek moyanh semua umat manusia satu jua adanya

dan apa yang harus kita cintai selain bahwa negeri inilah tempat kita dilahirkan jika memang kita dilahirkan di negeri ini

berbanggalah sampeyan jika sampeyan yang tidak dilahirkan di negeri ini tapi merasa memiliki dan mencintai negeri ini sehingga saya sangat salut menghargai karena banyak dari orang yang lahir di negeri ini hanya mencintai diri sendiri

selain itu tadi apakah yang mampu membuat kita mencintai negeri ini jika yang ada memang hanya elegi?

pondokaren, 16 mei 2010

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2010 in goblog, Umum

 

Tag: , , ,

Repost: kapan ini akan berakhir?

kapan ini akan berakhir? tanyamu

aku tak tahu, mungkin takkan pernah… jawabku tak yakin

kok bisa? bukankah semua yang terjadi pasti akan berakhir?

ya, biasanya memang begitu, tapi khusus yang ini takkan pernah

apa kau yakin?

yakin, kenapa? kau ragu?

nggak. apa kau tak ingin mengakhirinya

tentu saja tidak. kau sendiri bagaimana? apa kau ingin mengakhirinya?

aku juga tidak. aku malah senang seperti ini.

apa kau bahagia?

aku bahagia. kau?

aku  bahagia

oya, aku masih penasaran. memangnya ini benar benar takkan berakhir?

apa kau tak yakin?

kenapa kau ganti nanya?

aku cuma pengen tahu dulu apa kau memang gak yakin.

aku cuma penasaran.

penasaran?

ya. penasaran

yakin cuma penasaran?

yakin!

oke kalau begitu

terus bagaiamana?

bagaimana apanya?

pertanyaanku tadi..

o itu…

iya itu

sebenarnya aku tak tau, tapi aku akan selalu berusaha agar ini takkan pernah berakhir

memangnya bisa?

aku akan berusaha, kau juga mau membantuku berusaha kan?

tentu… aku akan selalu disini

aku senang

kenapa?

ah, sepertinya kau terlalu banyak tanya

kau tak mau ditanya?

tentu saja aku mau. aku senang karena kau ada di sini

bukankah itu juga maumu?

apa kau tak mau?

tentu saja aku mau

apa benar ini takkan pernah berakhir? sampai kiamat?

aku tak tahu soal itu, tapi aku yakin ini takkan berakhir paling tidak sampai aku mati

kamu mati?

kita mati!

ya. sampai kita mati

sampai kita mati.

aku mencintaimu

aku juga mencintaimu

…..

bagimana dengan istri dan anakmu? tidakkah kau juga mencintai mereka?

kenapa kau tanya?

tak apa, pengen tahu saja.

tak usah kau bahas lah soal itu. bukankah yang penting saat ini aku bersamamu. tidakkah kau senang begitu?

aku senang. maafkan aku. aku mencintaimu

aku juga mencintaimu.

nb: repost tulisan lama dengan sedikit perubahan

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2010 in cerita

 

Tag: , , ,

Aku jatuh cinta dengan langkahnya

hanya sekedar copas dari tulisan saya terdahulu, dengan merubah sedikit judulnya. dulu tulisan ini saya beri judul langkah-langkah…..

dia melangkah. aku melihatnya. aku jatuh cinta padanya.

begitulah alasanku ketika mulai jatuh cinta padanya. karena aku melihatnya melangkah. tidak seperti ketika aku jatuh cinta pada perempuan perempuanku dahulu. alasanku jatuh cinta pada mereka biasa biasa saja. seperti alasan alasanmu jatuh cinta pada perempuan. pernah aku jatuh cinta karena melihat parasnya yang cantik. atau karena senyumnya yang manis. kepribadiannya yang baik sekali juga pernah membuatku jatuh cinta. sikap gaul, nyaman diajak ngobrol dan bahkan peribahasa jawa witing tresno jalaran kulino pun pernah terjadi padaku.

tapi kini berbeda. aku jatuh cinta pada cara perempuan ini melangkah. cara dia melangkah benar benar membuatku tergila gila. langkahnya membuatku terpesona. ketika kulihat dia melangkah, hatiku berdebar debar, jantungku berdegup kencang. tapi jika dia hanya duduk saja, tak kurasakan perasaan apa pun.

sebenarnya aku tak yakin ada yang spesial dari cara dia melangkah. bahkan mungkin biasa biasa saja, seperti juga orang lain melangkah. aku tak begitu mengerti. mungkin gara gara aku jatuh cinta padanya saja aku menyukai langkahnya, tapi bukankah aku tak jatuh cinta padanya ketika dia tidak melangkah? ah, mungkin tak usah kupikirkan saja mana yang lebih dulu. apakah aku jatuh cinta padanya karena dia melangkah atau aku menyukai langkahnya karena aku jatuh cinta padanya. aku tak mengerti, dan biarkan saja begitu.

yang jelas aku merasa jatuh cinta kalau aku melihat dia melangkah. dan tidak kurasakan demikian jika dia diam saja, tak melangkah. ketika dia melangkah mungkin kuanggap dia bidadari, tapi begitu berhenti melangkah maka dia hanya perempuan biasa saja seperti perempuan perempuan lainnya.

wajahnya pun tak begitu cantik, bahkan bisa dibilang tidak cantik, jika kubandingkan dengan perempuan perempuanku yang dulu tentunya. kulitnya memang tidak bisa dibilang gelap, tapi tidak juga bisa dibilang putih. badannya sedikit gemuk, tak proporsional dengan tinggi badannya yang kukira kurang dari 150 cm. wajahnya pun berjerawat, walau tak parah juga. rambutnya ikal sebahu, biasanya selalu diikat biasa begitu saja.

penampilannya juga tidak begitu menarik, dia hanya selalu memakai kaon kaos kasual an celana jins ketat ketika pergi kemana mana selain ke kantornya tentunya. dan ketika pergi ke kantor pun penampilannya biasa biasa juga, hanya dengan sebuah kemeja lengan panjang dan celana panjang dari kain bahan. begitu setiap harinya di wajahnya yang berjerawat itu pun hanya disapu bedak tipis dan di bibirnya juga cuma ada lipstik yang disapukan tipis dengan warna yang tak jauh berbeda dengan warna asli bibirnya.

cara bergaulnya pun kulihat biasa saja. dia tak punya banyak teman. teman teman perginya ya hanya teman teman sekantor dan teman teman kosnya yang tak begitu jauh dari kantornya. ke kantor biasanya kulihat dia hanya berjalan kaki. dan inilah yang membuatku selalu melihat dia berjalan. ya, aku selalu melihatnya jika dia berjalan pulang pergi dari kantor. dan bahkan tak jarang aku sengaja lewat di depan kosnya hanya untuk sekedar melihatnya melangkah. tapi ini sering membuatku kecewa karena di dalam kos tentunya dia tak kemana mana, jarang kulihat dia melangkah. biasanya dia hanya duduk duduk saja di depan tv bersama teman temannya, yang kebetulan juga bisa kulihat dari pintu depan yang sering dibuka.

ketika dia berjalan keluar kosnya bersama teman temannya untuk sekedar mencari makan atau mencari hiburan di kala malam, aku selalu mencuri pandang hanya untuk sekedar melihatnya berjalan. melihatnya melangkah. dan itu cukup membuat hatiku berbunga bunga.

pada suatu malam minggu kulihat dia ketika dia dijemput oleh seorang pria di depan kosnya. kulihat dia berjalan keluar dari pintu rumah kosnya sendirian dan menghampiri pria yang menjemputnya itu. kulihat dia melangkah. kulihat langkahnya. kulihat ketika mereka bertemu di depan mobil si pria, mereka saling mencium pipi masing masing. mungkin dia kekasihnya. entahlah, aku tak perlu tahu karena toh dia bukan siapa siapa ku bukan? aku sudah cukup senang dengan melihatnya melangkah saja. aku sudah cukup bahagia.

dan malam itu adalah malam terakhir aku melihatnya. setelah kepergiannya itu aku tak pernah melihat langkahnya lagi. dia telah pergi, entah kemana dan entah sampai kapan. mungkin tak kan kembali lagi. dan aku hanya berharap dia akan kembali lagi dan aku bisa kembali melihatnya melangkah.

tapi sebuah berita kubaca pagi ini, di sebuah harian umum pagi di di bagian pojok kiri halaman kriminalitas tertulis kecil berita yang berisi tentang seorang wanita muda dibunuh setelah diperkosa, dan terlihat gambar seorang pria yang sedang diseret salah seorang polisi karena kakinya telah ditembak saat mencoba kabur. dan pria itu adalah pria yang menjemput perempuan yang padanya aku jatuh cinta karena langkahnya itu pada malam minggu itu.

bdg, 17 september 2008

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2010 in cerita

 

Tag: , , ,

Kasus Gayus: Pegawai Pajak Overprotektif (sebuah pembicaraan tentang cinta)

saya masih ingin menulis tentang kasus Gayus saat ini, entah kenapa sebabnya, mungkin memang sekadar ingin saja. dalam berbagai tulisan yang ditulis oleh Pegawa i pajak dalam rangka mengomentari kasus Gayus seringkali dituliskan beberapa hal sebagai berikut:

  1. bahwa pegawai pajak tak seluruhnya seperti Gayus. pegawai pajak tak seluruhnya koruptor.
  2. bahwa jika remunerasi dicabut akan ada kemungkinan bahwa pegawai pajak /atau kondisi DJP secara umum akan seperti DJP pada saat sebelum adanya modernisasi. maksudnya kondisi DJP akan kembali menjadi tidak efektif, tidak melakukan pelayanan prima, dan MUNGKIN akan banyak pegawai DJP yang kembali (bagi yang pernah) dan akan menuju ke arah (bagi yang belum pernah) mencari penghasilan dengan merugikan penerimaan negara.
  3. bahwa adanya grup boikot pajak di facebook akan menimbulkan turunnya penerimaan negara yang berarti pembangunan di Indonesia akan terhenti atau tak maksimal lagi.

dan menurut saya atas beberapa hal di atas, saya menyimpulkan bahwa para penulis yang notabene Pegawai Pajak itu telah overprotektif, terlalu protektif dan terlalu reaktif atas pendapat masyarakat, khususnya jika melihat ini hanya disebabkan seorang Gayus saja. memangnya dia tu seberkuasa apa sih?

beberapa alasan kenapa saya menyebut pegawai pajak overprotektif antara lain:

  1. bahwa pegawai pajak tak seluruhnya seperti Gayus tentu 100% benar, semua orang pasti tahu dan menyadarinya. jika masih ada yang beranggapan demikian maka sudah jelas tidak perlu didengarkan. jika orang Amerika bilang kalo Islam itu teroris apa kita juga percaya, tentu tidak bukan dan setiap orang tentu tahu bahwa tak semua orang Islam itu teroris. hal ini pun bisa dipersamakan dengannya. jadi, jika kita masih merasa perlu mengatakan bahwa tidak semua pegawai pajak adalah koruptor, maka kita akan terdengar overprotektif. paling tidak begitulah menurut saya, karena dalam teori Barat pun dikenal hukum Pareto, bukan? (jika belum ngerti cari di om Wiki) tinggal tentukan mana yang lebih besar, yang koruptor atau yang melawan koruptor!
  2. bahwa jika remunerasi dicabut akan ada kemungkinan bahwa pegawai pajak /atau kondisi DJP secara umum akan seperti DJP pada saat sebelum adanya modernisasi hanyalah sebuah pikiran pesimis saja, dan sepertinya tak ada yang berharap demikian. saya yakin jika pun remunerasi dicabut takkan sampai berakibat demikian. modernisasi di DJP bukanlah soal remunerasi saja, tapi soal banyak hal. dari sebuah tulisan seorang kawan disebutkan bahwa modernisasi dan reformasi birokrasi adalah tentang perbaikan proses bisnis, teknologi informasi, sumber daya manusia, tingkat remunerasi, pengawasan kepatuhan internal,yang semuanya mengarah kepada perubahan paradigma atas institusi Ditjen Pajak. nah, jika memang demikian, maka takperlulah mengancam(maaf, kalo kasar) masyarakat dengan menyatakan bahwa kalo remunerasi dicabut maka DJP akan menjadi seperti sebelum modernisasi. itu tidak mungkin, saya yakin komitmen telah tertanam di hati sebagian besar pegawai DJP yang dengan senang hati menerima proses reformasi birokrasi tersebut. ancaman tadi tentunya akan terdengar sangat overprotektif  jika hanya karena alasan dicabutnya remunerasi. namun, jika memang pengaruh pencabutan remunerasi akan sangat mempengaruhi kemampuan daya hidup, maka solusi seperti yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya dapat diterapkan untuk masing-masing pegawai DJP yang merasa kesulitan, atau malah bisa memikirkan solusi lain yang lebih baik. intinya, tak sepantasnyalah kita overprotektif hanya karena remunerasi dicabut, apalagi ini juga belum tentu terjadi.
  3. bahwa adanya grup boikot pajak di facebook akan menimbulkan turunnya penerimaan negara yang berarti pembangunan di Indonesia akan terhenti atau tak maksimal lagi adalah tidak mungkin terjadi. kenapa? karena Indonesia adalah negara hukum. tanpa melihat siapa yang melanggar hukum, maka setiap pelanggar hukum akan ditindak, begitu yang terjadi seharusnya di negara hukum. dan pajak, adalah salah satu instrumen hukum, dimana diatur segala aspeknya berdasarkan konsep hukum, sehingga setiap orang yang melanggar hukum pajak ada konsekuensi hukum yang harus ditanggungnya. dalam hukum pajak juga dikenal bebrapa sanksi hukum terkait pemenuhan kewajiban pajak dari Wajib Pajak, ada denda keterlambatan, ada mekanisme pemeriksaan, penyidikan, penyegelan, penyitaan dan bahwa hingga gijzeling (paksa badan). kita percayakan saya penegakan hukum pajak pada mekanisme tersebut. mungkin dengan adanya grup boikot pajak itu maka pegawai pajak akan harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan penerimaan negara. dan memang itulah tugas kita. jadi, tak perlulah kita, pegawai pajak overprotektif dengan mengatasnamakan penerimaan negara dan pembangunan, karena itu memang sudah tugas kita untuk memenuhi penerimaan negara dari pajak. jangan hanya karena kita tidak mau bekerja lebih keras akibat adanya grup boikot pajak tsb, kita melempem dalam memenuhi target penerimaan negara yang telah dibebankan pada kita dan telah kita sepakati itu. tunjukkan integritas kita seperti saat pertama kali kita menerima PNS DJP sebagai titel dan sekaligus tanggungjawab kita.

saya tahu (dan hampir semua orang) bahwa sesungguhnya sikap overprotektif yang dilakukan oleh para pegawai pajak ini terjadi karena dilandasi kecintaan mereka terhadap negeri ini. kecintaan yang diwujudkan dengan berusaha memberi keyakinan bahwa yang apa yang dilakukan adalah dilakukan dengan tulus. bahwa prasangka yang disematkan masyarakat adalah tidak benar. bahwa pegawai pajak itu cinta pada DJP, cinta pada tugas mereka untuk memenuhi penerimaan negara. karena kecintaanlah yang mampu membawa seseoerang melakukan apapun demi yang dicintainya, hingga orang akan menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah over, melebihi dari yang sewajarnya. menunjukkan cinta memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. seseorang yang mencintai pasangannya akan rela bersusahpayah bahkan rela mati jika memang itu cara yang harus dilakukannya demi pasangannya.

begitu juga dengan pegawai pajak. saking cintanya dengan tugas dan tanggungjawabnya, banyak yang bersikap berlebih, bahkan overprotektif karena melihat apa yang dilakukan kearah yang lebih baik telah dinilai buruk oleh orang yang hanya bisa melihatnya dari luar. jadi, sikap overprotektif yang dilakukan oleh pegawai pajak seperti saya sebutkan diatas, meski sayapun sedikit memberi alasan tidak perlunya sikap tersbut, secara jelas dapat dibenarkan karena memang dilakukan semata demi cinta. Demi cinta, apakah sikap overprotektif mampu terlihat salah? saya rasa, tidak.

sekian dan itu saja!

nb: ganang penasaran pajak yang dia titipkan sama konsultan pajaknya dibayarkan ke rekening pemerintah apa tidak ya? kok SSPnya meragukan…


 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2010 in goblog, pajak

 

Tag: , , , , , , , ,