RSS

Arsip Tag: Piaggio

Piaggio, SYM, Viar, dan Bajaj, perlukah Honda mewaspadainya?

yang 250cc

Honda mengeluarkan banyak motor baru untuk menyerang penjualan saingan terberatnya, Yamaha. Tahun ini aja dudah ada beberapa motor baru, CBR 250, Revo Fit, Spacy dan CBR 150. bahkan kabarnya akan ada 3 motor baru lagi sampai akhir tahun.

Kenapa Honda menggelontor banyak motor? jawabnya jelas untuk meningkatkan total penjualan dan pangsa pasarnya.

Yang jadi masalah, tahun ini juga banyak pemain baru yang masuk ke industri sepedamotor negeri ini, yang paling baru ya Piaggio dan SYM seingat saya. Keduanya bermain di skutik. Meski baru, kualitas produk Piaggio sudah terbukti, sedang SYM meski belum dikenal tapi kualitasnya sudah dianggap sepadan dengan saudara sepupunya, Kymco.

Ada juga beberapa pemain yang sudah beberapa tahun terakhir ini penjualannya nampak lumayan, macam Viar, Bajaj dan yang lainnya. Viar dengan Viornya yang lumayan laku di daerah karena harganya yang murah dan Bajaj dengan kualitas motor sport yang sudah diakui, rasa-rasanya sudah sedikit mengambil porsi penjualan motor nasional.

Meskipun pemain baru, dengan brand dan kualitas pastinya akan ada market share sekian kecil persen yang masuk ke para pemain baru ini. Dan meskipun juga ke4 pabrikan motor ini belum menjadi anggota Aisi, yang berarti data penjualannya belum bisa diketahui dengan pasti, namun secara pelan bisa saja gabungan penjualan para pemain baru ini bisa mengambil market share yang lumayan.

Intinya, meski data penjualannya tidak terdeteksi, bukan berarti tidak ada penjualan sepda motor sekian ribu dari para pemain baru ini. Yang tentunya secara tidak langsung meningkatkan jumlah penjualan motor secara nasional. Misalkan saja penjualan sepedamotor tahun 2008 menurut data Aisi adalah. 7,3 juta. Nah, ini kan belum termasuk penjualan non Aisi, bisa saja kenyataannya mencapai 7,5juta, yang 200ribu ya dari pabrikan non Aisi ini.

Yang menjadi pertanyaan saya, apa Honda sebagai pabrikan terbesar juga memikirkan ini. Pangsa pasarnya yang 50%an tentunya kenyataannya kurang dari itu. Misalkan semua pabrikan non Aisi masuk ke Aisi, bisa aja market share Honda menjadi dibawah 50%, karena masuknya data2 penjualan pabrikan2 tersebut.

Layaknya Pemilu, apa artinya memeperoleh suara 60% jika 50% penduduknya golput?

Memang tak seekstreem itu kipraah pabrikan non Aisi, tapi apa Honda tidak kawatir kalo para pabrikan baru itu akan menjadi besar di kemudian hari dan mencuri sebagian pangsa pasarnya? Adakah usaha Honda untuk menangkal penjualan para pemain baru ini seperti Honda berusaha menangkal meningkatnya pangsa pasar Yamaha?

Akhir kata, ya semuanya terserah Honda gimana menyikapi para pemain baru itu…

Itu saja!

NB: semoga cara2 yang dilakukan dalam persaingan memperebutkan pangsa pasar penjualan sepeda motor ini masih memakai persaingan yang sehat, baik pemimpin pasarnya maupun para kompetitornya….begitu kata si ganang.

Iklan
 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Juli 2011 in otomotif

 

Tag: , , , , , ,

Harga Piaggio Liberty 100 Karburator belum jelas, kenapa?

gendut euy diliat dari blakang....

Berdasarkan berita yang saya baca di kompas otomotif, Piaggio Indonesia akan mengeluarkan 5 produknya dengan memamerkannya di acara PRJ 2011 yang dimulai besok kamis tanggal 9 Juni 2011. Namun dari kelima produk tersebut, PT Piaggio Indonesia baru menyebutkan harga off the road dari 4 produk.

berikut produk2 tersebut dengan harga off the road dan itung2an saya untuk harga on the roadnya

 

Nah, bisa dilihat tho kalo harganya berkisar antara 12jutaan hingga 24 jutaan. namun, harga Liberty 100 Karburator belum jelas. Lha kenapa?

Berikut analisanya menurut saya, Harga varian ini akan diseuaikan dengan harga kompetitornya dari pabrikan jepang. Yang jelas harganya berada di tengah2 antara harga Zip dan liberty 15O. diperlukan kalkulasi untuk menghitung harga atas selisih 50cc dari liberty 100 dan liberty 100, juga selisih antara penggunaan injeksi dengan yang masih karburator.

zip dan liberty

PT PI mau melihat reaksi konsumen terlebih dahulu dengan merilis harga produk2 lainnya. PT PI masih bingung dimana harga Liberty 100 akan dibenturkan dengan produk pabrikan Jepang. bakal disenggolkan dengan Vario atau naik ke harga di kelas diatasnya. kalo cuma ngandelin nama dbesar aja apa bakal mampu mendulang penjualan besar di varian Liberty 100 ini?

Jika disenggolkan dengan produk kompetitor macam Vario ya harganya di kisaran 15jutaan on the road lho ini), tapi kalo berani di atasnya ya berarti untuk mendulang pejualan yang besar cuma bakal bertumpu pada si Zip aja karena penjualan matic terbesar masih dikisaran harga 11-13juta dan pangsa pasar matic di negeri ini kan gak begitu besar kalo di atas harga 15juta, ya tho?

Nah, lha akhirnya berapa harganya coba? apa bakal dibawah 15juta atau jauh diatasnya?

bagaimana menurut sampeyan?

Itu saja!

NB: belum liat wujudnya Liberty, so belum jelas bakal gimana kiprahnya….

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2011 in motor

 

Tag: , , , ,

Euro3 2013: Siapkah pabrikan?

Seiring akan diterapkannya standar emisi gas buang Euro3 pada tahun 2013, semua pabrikan di negeri ini harus mempersiapkan diri untuk mengikuti segala ketentuannya. Karena dengan standar emisi Euro3 berarti, semua motor khususnya 4-tak harus sudah menggunakan sistem injeksi. Kalo yang masih pake karburator mungkin akan butuh penyesuaian yang lumayan. Nah, benarkah pabrikan2 di Indonesia telah siap? kita coba liat satu persatu

Anggota AISI:

Akhir tahun lalu disela2 JMCS, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhunata, mengatakan, AISI dan anggotanya telah siap memaksimalkan efektivitas teknologi yang dikembangkan untuk menekan kerugian ekologis dan kerusakan lingkungan. Pelaku industri sepeda motor siap menjalankan standar emisi EURO III dan kebijakan lain yang berkaitan dengan penanggulangan dampak lingkungan seperti ambang batas kebisingan.

Menurutnya, seluruh pabrikan motor yang ada di Indonesia sebenarnya sudah siap untuk beranjak dari standar Euro2 ke Euro3 asalkan bahan bakar yang beredar sekarang kualitasnya meningkat. Sebab teknologi Euro3 dianggap akan sia-sia saja bila kualitas bahan bakar yang beredar sekarang masih jelek.

Jadi kendala kita Euro3 tidak bisa diproduksi kalau bahan bakarnya masih Euro2 seperti sekarang, takutnya ya mubaziir aja gitu. Oleh sebab itu, jika memang kondisi BBM masih jelek kualitasnya, produsen motor yang akan menampilkan produk yang lebih ramah lingkungan ke pasaran tentu menjadi lebih berat lagi.

Lha wong distribusi BBM sekelas Pertamax saja hingga kini baru mencakup 30 persen dari seluruh wilayah Indonesia. Terus gimana tempat lain? “Kalau pemerintah siap, kami bisa membuat motor dengan standar Euro3 pada tahun 2012 mendatang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gunadi menjelaskan bahwa peningkatan standar emisi menjadi Euro3 selain akan berdampak positif pada lingkungan juga dianggap memberi nilai lebih bagi industri. Sebab hampir semua produsen motor yang ada di Indonesia mengekspor produknya ke luar negeri. Nah dengan perbedaan standar antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor yang rata-rata sudah menerapkan standar Euro3 ke atas ini, ongkos produksi untuk ekspor tentu akan jadi tinggi. Kalau bisa mendapatkan BBM yang cocok, produknya bisa ditrima ke arah itu. Jadi tidak ada perbedaan antara produk yang dipasarkan di dalam negeri dengan yang diekspor. Total produksi pun akan lebih efisien. Selama ini, setiap pabrik jadi harus punya dua alat. Satu alat untuk produksi standar Euro2, satu lagi Euro3 untuk ekspor. Ini kan tidak efisien

Nah, kita coba tilik satu2

Honda

Gak perlu diragukan lagi, sebagai pabrikan terbesar di Indonesia, Honda sudah jelas siap, terbukti dengan adanya Supra X 125 PGM-FI. Saya tidak jelas apakah ni mongtor sudah memenuhi standar Euro3, tapi dengan sudah injeksinya ni mongtor, diyakini sudah lolos, apalagi produk2 Honda yang dijual di Thailand sudah lolos Euro3 semua, So, gak usah dibahas lagi lah kesiapannya, dah pasti Siap.

Yamaha

Adanya V-ixion yang sudah injeksi juga, so sepertinya juga sudah siaplah karena Euro3 kan akan gampang terpenuhi kalo motor dah injeksi, toh seperti juga Honda, produk Yamaha juga banyak yang sama dengan yang dijual di Thailand yang sudah menerapkan Euro3 terlebih dahulu.

Suzuki

Nah, kalo untuk Suzuki sih belum keliatan ada yang injeksi untuk motor2nya yang dijual di tanah air. So, mungkin perlu melirik negara lain lah. Tapi saya yakin Suzuki juga sudah siap, karena toh pabrikan ini adalah pabrikan besar yang trackrecordnya juga gak pernah menyalahi kebijakan pemerintah. emang sudah pernah memiliki Shogun 125 injeksi, yang meskipun sekarang Axelo dah gak pake injeksi lagi. Yah, karena gak begitu laku ya mo gimana lagi, wong namanya jualan ya kalo gak laku yang gak dijual lagi lah. Jadi, sebenarnya sebagai sebuah pabrikan besar tentunya Suzuki sudah siap dengan ketentuan Euro3 ini, wong sudah mampu menginjeksi motor 4-taknya je.

Kawasaki

Soal kawasaki, sepertinya hanya produk motor 2-taknya yang bakal memenuhi kesulitan. Soalnya, untuk bisa lolos Euro2 saja,  motor ini perlu dilengkapi dengan Super KIPS (Kawasaki Integrated Powervalve System), HSAS (High Performance Secondary Air System) dan catalic converter pada knalpotnya. Lha kita lihat saja teknologi apa lagi yang akan disematkan Kawasaki pada Ninja 150 agar lolos Euro3. Bakal banyak banget kayaknya.

namun, menurut tulisan di motorplus, sebenarnya Kawasaki mampu untuk mengatasi standar tersebut dalam produk motor 2-taknya. Yang dipikirkan mungkin hanya cost produksinya, apa bakal bisa cocok apa enggak. Jadi, bagi para pecinta Ninja 150 2-tak, ya monggo segera beli saja, takutnya harganya bakal dimahalin buat memenuhi standar Euro3 ini, atau malah bakal gak dijual lagi tuh.

Oya, sebenarnya Kawasaki bisa juga menggunakan momen penerapan Euro3 ini untuk meluncurkan produk baru Ninja 150cc 4-tak. Jadi sambil menunggu waktu ya riset dululah, masa mo ngandelin motor 2-tak terus sih? tar bisa2 tambah mahal harganya….

Piaggio

Piaggio adalah pabrikan dari Italy, yang mana di ERopa sudah jauh lebih dulu nerapin Euro3, so gak masalahlah, wong Euro3 asalnya juga dari Eropa sono je

Kymco

Pabrikan ini sebenarnya adalah pabrikan besar yang produknya banyak dijual di Eropa, so tentu juga produknya sudah lolos Euro3. Yang jadi masalah kok sampai sekarang pabrikan ini gak balik2 ke negeri ini tu ngapain aja, bukannya kasusnya juga sudah selesai di Pengadilan?

kymco like

Kanzen

Weits, saya gak ngerti sama sekali dengan pabrikan ini. beberapa sumber sih bilang kalo pabrikan yang sudah mencanangkan diri sebagai motor nasional ini masih jualan selama tahun 2010, tapi gak jelas juga sampai sekarang. Dan sepertinya untuk mengikuti standar Euro3 juga bakal kewalahan, wong jualan aja seret je…

TVS

Pabrikan asal India ini adalah pabrikan besar di negeri asalnya, bahkan ada dalah satu varian Apache yang kalo tidak salah juga sudah menerapkan injeksi dalam pengaturan campuran bahan bakar dengan udaranya.

So menghadapi penerapan Euro3 di Indonesia tahun 2013 saya yakin sudah siaplah. lha mosok cuma nambahin injeksi di semua produknya aja masa gak bisa, ya tho?

Pabrikan Non-Aisi

Bajaj

bajaj seperti juga TVS yang berasal dari India. Di India, keduanya adalah pabrikan besar. Meski line up produknya yang dijual di India pun sepertinya belum injeksi, tapi saya yakin sebagai pabrikan besar yang berusaha untuk mendunia, Bajaj pasti gampanglah memenuhi standar Euro3.

Apalagi, Bajaj juga mengantungi saham KTM yang notabene pasarnya adalh di Eropa. So, masalah injeksi mah cemen, hehehe

Viar

Nah, sepertinya tinggal Viar yang sama sekali belum saya ketahui gimana teknolgi di produknya. Hanya saja dengan melihat kiprahnya beberapa tahun terakhir yang bisa dibilang sukses dengan matic Vior-nya saya yakin Viar masih akan cemerlang ke depannya. Ya, soal injeksi sih bakal mudah diterapkan kalo ada dana. Selama penjualan oke, duit ngalir dan riset injeksi ya bakalan gampang lah…

Minerva

Katanya pabrikan ini udah ada kerjasama dengan Sachs yang dari Jerman, so harusnya sudah siap juga dong.Tinggal mengaplikasikan saja sepertinya.

Dan lain-lain dah.

Nah, jika memang semua pabrikan sudah siap, ya tinggal Pemerintah dan Pertamina saja yang perlu menyiapkan diri/ Lha wong pabrikan butuhnya cuma infrastruktur bahan bakar yang berkualitas saja ko untuk bisa nerapin standar Euro3 ini.

Hmmm, jadi memang yang perlu menyiapkan diri ya cuma Pertamina alias Pemerintah.

Lha bagaimana dengan konsumennya? apa sudah siap? hmmmm

Itu aja dulu deh.

NB: tulian terkait:

Euro3 2013: Siapkah Pemerintah?

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Juni 2011 in otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Honda dan Kompetitornya: Honda menguasai semua segmen?

Sudah jelas, selama 40 tahun terakhir, Honda menguasai pasar roda dua di Indonesia. Honda menguasai lebih dari 50% pasar motor di Indonesia setiap tahunnya. Namun, seperti merasa kurang dan kurang terus, Honda merasa perlu untuk mengisi semua segmen perrodaduaan di Indonesia.
Akhir-akhir ini, Honda mengeluarkan beberapa produk baru untuk dipasarkan di Indonesia. Honda ingin agar setiap orang yang ingin membeli motor, dengan spesifikasi apapun yang ingin dibelinya, Honda telah siap dengan produknya. Apalagi, jaringan Honda termasuk yang terluas di negeri ini.
Berikut segmen-segmen roda dua dimana produk Honda berusaha bersaing dengan kompetitornya

1. Bebek 100-115 cc

Produk Honda : Absolute Revo SW, Absolute Revo CW, Revo Fit, Blade, Blade SP

Produk Kompetitor : Yamaha Vega ZR, Yamaha Jupiter Z, Suzuki Titan, Kawasaki Edge, TVS Neo X3i, MAK Vipros

2. Bebek 125-135 cc

Produk Honda : Supra X 125 SW, Supra X 125 CW, Supra X 125 PGM-FI

Produk Kompetitor : Yamaha Jupiter MX (135), Suzuki Axelo, Kawsaki Kaze ZX130, TVS Rockz New

3. Matic 100-125 cc

Produk Honda : Beat SW, Beat CW, Vario CW, Vario Techno, Vario Techno CBS

Produk Kompetitor : Yamaha Mio, Yamaha Mio Sporty, Yamaha Mio Soul, Yamaha Xeon, Suzuki Spin, Suzuki Skywave/Hayate, Suzuki Skydrive, Piaggio ZIP, KymcoTrend/Benson Like

kymco like diambil dari kaskus

4. Bebek Sport

Produk Honda : City Sport 1 (125 cc)

Produk Kompetitor : Suzuki Satria F 150, Kawasaki Athlete

5. Betik

Produk Honda : Revo Techno AT

Produk Kompetitor : Yamaha Lexam

6. Sport dibawah 180 cc

Produk Honda : New Mega Pro SW/CW

Produk Kompetitor : Yamaha Byson, Yamaha V-ixion, Suzuki Thunder 125, Bajaj Pulsar 135, Bajaj XCD 125, TVS Apache RTR 160, TVS Apache RTR 160 DD, Viar VixR 150, Minerva R150VX

viar virx diambil dari https://otomercon.wordpress.com/

7. Sport 180-225 cc

Produk Honda : Tiger Single Hadlight/Double Hadlight

Produk Kompetitor : Yamaha New Scorpio Z, Bajaj Pulsar 180, Bajaj Pulsar 220

8. Sport 250 cc

Produk Honda : CBR 250 R (STD/ABS)

Produk Kompetitor : Kawasaki Ninja 250 R, Minerva Megelli 250 RE/RV

Selain itu, masih ada produk dari Piaggio Group, Kymco-Benson, Kanzen yang sudah jadi motor asli Indonesia, dan MAK yang asli Yogyakarta serta motor-motor China seperti Kaisar, Dayang, Jialing, Jincheng, Viar, dan KTM yang sebagian produknya sudah saya sebutkan.
Dan bahkan keunggulan Honda juga ditunjukkan dengan dua produknya, yaitu Scoopy dan PCX yang belum mempunyai competitor yang mumpuni, kecuali produk Piaggio dan Kymco-Benson. Nasib Kymco pun sepertinya kurang jelas karena sempat merugi dan sempat ditutup, dan sepertinya baru akan mulai lagi sejak ada kemitraan dengan Benson.

No. Segmen/kelas Produk Honda Produk Kompetitor
1. Metik Retro

Produk Honda :Scoopy

Produk Kompetitor : Produk Piaggio

2. Metik Premium

Produk Honda :PCX

Produk Kompetitor : Produk Piaggio dan Kymco-Benson

3. Sport 2 tak 150 cc

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kawasaki Ninja 150R, Kawasaki Ninja RR

Produk Kompetitor : –

4. Dual Purpose/Off road

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kawasaki KLX 250 dan 150, Kawasaki D-Tracker 250 dan 150, Kaisar Pearl 200 dan Produk2 Monstrac

dayang bemo, diambil dari mbah gugle

5. Motor Angkut 3 roda

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kaisar Triseda, Dayang Bemo, Viar Karya 200

6. Naked Bike/Cruiser 250 cc

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kaisar Ruby

Terdapat beberapa segmen aman yang tidak dimainkan oleh Honda, sehingga diambil merk-merk lain seperti segmen sport 2 tak, dual purpose/off road, motor angkut 3 roda dan cruiser 250 cc. Meskipun saya pribadi mengharapkan adanya motor-motor cruiser 250cc dari ATPM-ATPM besar, misalnya Honda mengeluarkan CBX 250 Twister, Yamaha dengan Fazer 250nya, dan Suzuki dengan GW 250nya.

Itu saja.

NB: ganang masih nungguin dikeluarkannya Fazer 250 atau GW 250, tapi bukan pengen beli, pengen nyobain aja katanya…oya, asyik juga kalo Honda mau ngeluarin motor angkut 3 roda…

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Maret 2011 in goblog, motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,