RSS

Arsip Tag: Pembermaknaan

Kasus Google: Bahasa Indonesia lebih kaya pelafalan daripada English!

Bagaimana sampeyan melafalkan kata google? sebagian besar orang pasti akan mengatakannya sebagai “gugel”, jarang yang melafalkannya “gugle” Iya tho?

Nah, disini saya sempat sedikit berfikir, bahwa ternyata orang bule yang bahasa ibunya adalah Bahasa Inggris (English) tidak bisa menuliskan suatu kata yang lafal/bunyinya “gugle” Iya tho?

Kalopun ada ya itu jelas maksa, karena mereka akan selalu melafalkan segala kata yang seperti itu dengan menaruh “l” dibelakang. Misalnya kata beetle akan dibaca bitel bukan bitle, kata gentle akan dibaca jentel bukan jentle…

Nah, berarti benar kan bahwa Bahasa Indonesia lebih kaya dalam pelafalan daripada Bahasa Inggris. Toh mudah saja bagi orang Indonesia untuk mengatakan google sebagai gugle, tak melulu harus dibaca gugel…

Itu saja.

NB: tulisan agak aneh gara2 puyeng bin migrain

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Juli 2011 in goblog

 

Tag: ,

Menurut sampeyan, nama asli pemilik blog perlu dicantumin gak?

Beberpa blogger menuliskan nama asli pemilik blog di blognya, bahkan ada yang mencantumkan email dan nomor contaknya juga

Saya sendiri hanya mencantumkan email saja di keterangan pemilik blog ini, tanpa nama asli maupun kontak. Ya, orang hanya tahu kangmase dengan email ayahmahes@gamil.com kalo cuma ngubek2 blog ini, tapi memang kalo buka link blog istri ya jelas bakal tahu nama saya. Meski gak nyantumin nama, biasanya begitu ada yang mengirim email, saya pun memperkenalkan diri dan kalo perlu meninggalkan nomer kontak, ya kan minimal saya punya emailnya juga. Jadi gak semua orang tahu siapa saya sebenarnya gitulah.

Tapi, seiring waktu saya pun jadi berfikir ulang, perlu gak sih nyantumin nama asli di blog itu? Bagaimana menurut sampeyan?

Itu saja.

NB: kalo ganang masih belum mau nyantumin nama aslinya, cukup semua orang hanya tahu kalo ganang itu ada dan selalu dekat dengan kangmase. itu saja!

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Juli 2011 in goblog

 

Tag: , ,

GW250 terlalu gagah untuk memakai nama Thunder!

asemiks....mantep banget

Suzuki GW 250 dikabarkan oleh kompas akan diluncurkan tahun depan di Indonesia. Pernyataan ini langsung disampaikan oleh GM Marketing 2W-nya SIS, so harusnya kata-katanya bisa dipegang lah…

Lalu, apa kedatangan GW 250 nanti cuma akan menggantikan posisi Thunder 250 yang dulu sempat dipasarkan? Jika memang fungsinya cuma menggantikan rasa-rasanya kok malah terasa nyerah dengan kompetitor ya.

Kenapa?

Pertama, posisi Thunder 250 yang dalam masa peredarannya dulu penjualannya tak pernah mengalahkan Honda Tiger, padahal harganya mirip. Kedua, kasus kelangkaan dan mahalnya sparepart Thunder 250 udah diketahui khalayak umum, jadi mau bikin nasib GW 250 juga seperti itu? seharusnya tidak tho..

Ketiga, image Thunder yang ada sekarang adalah Thunder 125, yang mana setelah ganti mesin pun secara penampakan masih sama. Dan, kasus Thunder 250 adalah versi gede dari Thunder 250. So, dengan bentuk fisik GW250 yang jauh beda dengan Thunder 250, harusnya namanya pun beda.

Suzuki B-King, gambar dari google

Keempat, secara tampilan GW 250 lebih ke arah moge B-King, bukan ke arah mbahnya Thunder 125 (GSXR), jadi harusnya namanya nyerempet2 B-King, atau malah bisa make nama sendiri, entah apa yang penting sesuai tampilannya…

Kelima, secara spesifikasi pun rasa-rasanya jauh beda dengan Thunder 250 yang ada dulu. GW250 dibekali mesin 250 cc, liquid-cooled twin paralel, bertenaga 26 PS @8.500 rpm, dan torsi 24,2 Nm @7.000 rpm dan berat mencapai 180 kg. Sedang Thunder GSX 250 dibekali mesin : 249 cc, 4 Langkah SOHC, TSCC, pendinginan udara dengan  Daya maksimum : 20 dk / 7.500 rpm;dan Torsi maksimum : 2,1 kg-m / 6.000 rpm serta berat kosongnya hanya 132 kg. So, jelas beda banget tho…

susah nyari gambarnya yang belum dimodip

Nah, kalo gitu jelas beda banget tho GW 250 dengan Thunder GSX 250, so memang sudah seharusnya GW 250 tak perlu lagi memakai nama Thunder. Apalagi mengingat beberapa perubahan nama produk Suzuki dari Smash menjadi Titan, Shogun menjadi Axelo, serta Skywave menjadi Hayate, masak Thunder 250 yang dulu pun penjualannya gak begitu besar namanya harus dipaksain pada GW 250, ya tho?

Ini sih hanya pendapat saya saja, bagaimana menurut sampeyan?

Itu saja!

NB: nama Thunder GW 250 terdengar kurang pas juga rasanya….

 

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Juli 2011 in motor

 

Tag: , , ,

SMI, Standar Menteri Indonesia

setiap sesuatu mempunyai makna, begitu juga dengan manusia.  saya sangat bermakna bagi yang merasa memiliki dan membutuhkan saya, maksudnya istri dan anak sayalah yang membuat saya bermakna, begitu juga dengan orang tua, saudara dan kawan-kawan saya. saya mempunyai makna, dan begitu juga sampeyan.

lalu, bagaimana dengan SMI? bagaimana makna beliau bagi bangsa ini? benarkah bangsa ini memberi makna bagi beliau? apakah bangsa ini merasa memilki beliau? bukankah apa yang beliau lakukan selama ini hanya demi bangsa ini? jika memang demikian, bukankah seharusnya bangsa ini tak mengijinkan beliau meninggalkan bangsa ini?

beliau menghadapi ujian yang berat, sangat berat malah, saya paham itu. dan jika memang beliau tidak kuat, itu sudah manusiawi. lalu bagaimana dengan kita? kita adalah bangsa ini bukan? yang telah beliau perjuangkan hingga harus menerima banyak cobaan, yang telah beliau persembahkan segala daya upaya dan pemikiran.

dan kini, ketika beliau menghadapi cobaan yang berat, bahkan mungkin inilah yang membuat beliau tak kuat lagi, sehingga terpaksa lari, apa yang kita, bangsa ini perbuat? diam saja!

ya, diam saja!

saya sendiri tak bisa melakukan sesuatu untuk menahan kepergian beliau, karena saya tahu bahwa itu adalah hak beliau jika memang harus pergi. hanya kepergian beliau itu amat saya sayangkan.

sebagai anak, seperti juga semua pegawai di kemenkeu, saya hanya bisa melambaikan tangan dan berdoa untuk kebaikan beliau.

beliau sangat bermakna bagi saya, mungkin karena saya merasa memiliki beliau sebagai bagian dari bangsa ini, sebagai orang yang berjuang bagi bangsa ini.

dedikasi beliau sebagai menteri, telah menetapkan standar perjuangan demi bangsa ini. standar masa kini. standar yang tak sembarang orang punyai, standar yang membuat setiap orang akan berani menetapkan hati berjuang demi bangsa ini.

satu yang pasti, dedikasi beliau haruslah dijadikan standar dalam memilih menteri-menteri yang baru, bukan hanya pengganti beliau, tapi seluruh menteri. agar jelas perjuangan mereka untuk negeri ini.

pondokaren, 08 mei 2010

nb: makna setiap orang tak selalu sama, lalu bagaimana makna sampeyan bagi bangsa ini? begitu ganang bertanya pada saya dimana saya masih terdiam, tak mampu menjawabnya.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Mei 2010 in goblog, Umum

 

Tag: , , , ,

Hari Kartini dan Pembermaknaan

setiap tanggal 21 April, negeri ini memperingati hari Kartini. pada hari ini, perempuan-perempuan memperingatinya dengan menggunakan pakaian adat, khususnya di sekolah-sekolah, untuk menghargai jasa beliau katanya. dan bahkan ada yang mengatakan demi membuktikan bahwa perempuan tak kalah dengan laki-laki. Emansipasi intinya. Kartini dianggap telah memperjuangkan emansipasi. dan untuk menghargai jasanya, anak-anak sekolah diminta pakai pakaian adat, dan orangtua(perempuan dewasa) menghargai jasanya dengan memperjuangkan karir, menuntut persamaan hak dfengan laki-laki, memelihara dan mendidik anaknya dengan ilmu (makanya dia belajar).  intinya, setiap perempuan merasa mendapat pembenaran atas apa yang dia lakukan dan dia percayai serta dia usahakan, demi mencapai apa yang disebut kesuksesan dan kehebatan menurut pengertian mereka masing-masing. Ya, hanya pembenaran saja!

karena pada dasarnya, setiap orang telah memberi makna hari Kartini secara sendiri-sendiri, tak ada keseragaman lagi. tapi ini sah saja, dan memang seharusnya begitu, karena seperti yang terjadi pada zaman orde baru ketika makna sesuatu dipaksakan maka konstitusi pun ditelantarkan, hanya karena istri sang pemimpin tak mau dianggap tak berguna dan takut diduakan seperti pemimpin pendahulunya.

pembermaknaan hari Kartini sendiri tidak lagi bisa disatukan, karena bagaimana pun perjuangan beliau, tak satupun manusia lain yang tahu apa sebenarnya makna yang terkandung dari apa yang dia perjuangkan. bahkan mungkin sebenarnya beliau tidak merasa berjuang apa-apa, hanya merasa melakukan apa yang ingin dilakukan, dan ketika orang lain melihat beliau melakukan hal itu, orang lain itulah yang menganggapnya berjuang. karena orang lain itu memberi makna begitu, bukan karena beliau menginginkannya.

jadi, memang sah-sah saja setiap orang memberi makna semaunya(kalo tak mau dibilang asal beri makna) atas hari Kartini ini, bahkan makna yang melawan arus sekalipun, makna yang akan dianggap menyimpang oleh mereka yang tak memberi makna yang sama, misalnya menganggap Kartini sebagai anak yang tidak patuh dengan orangtua, atau sebagi istri yang tidak menuruti suami, atau apa sajalah.

kebebasan memberi makna bagi setiap orang ini tidak hanya khusus untuk hari Kartini, tapi untuk semuanya, untuk peringatan hari-hari besar, untuk makna kesuksesan, kehebatan, kebenaran, dan bahkan setiap kata yang ada, termasuk bagaimana anda memberi makna tulisan ini. silakan saja! itu benar menurut anda, maka itulah pembermaknaan anda. itu saja!

jurangmangu, 21 april 2010

nb: ganang pengen pake baju adat, tapi sewanya mahal, jadi dia pake sarung aja. budaya madura katanya.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2010 in goblog

 

Tag: , ,