RSS

Arsip Tag: otomotif

Otobursa Tumplek Blek, Siapa yang mo dateng?

Sesuai berita yang saya baca disini, dalam rangka perayaan 20 tahun keberadaan Tabloid Otomotif dan Otomotif Group, beragam kegiatan digelar dengan tema To Give & To Share, antara lain kegiatan sosial kemasyarakatan pembuatan MCK di Pangandaran, santunan kepada YPAC di Jimbaran pada acara turing 20 kota Jawa-Bali, pelibatan YPAC (Yayasan Pendidikan Anak Cacat) dalam event OTOBURSA Tumplek Blek 2011, penerbitan edisi khusus 100 halaman Tabloid OTOMOTIF, gratis langganan media OTOMOTIF Group untuk 10.000 pengunjung OTOBURSA Tumplek Blek 2011, konvoi kendaraan scooter (bersama majalah Scooteriz) dengan syarat menyumbang buku untuk rumah singgah.

Sedangkan kegiatan-kegitan lainnya adalah Parade Test Drive Car & Tuning Guide (3 April 2011); Smart Discussion tentang Pajak Progresif (8 April 2011); Touring Motor 20 Kota Jawa Bali (9-21 Mei 2011); OTOBURSA Tumplek Blek 2011 (21-22 Mei 2011); OTOMOTIF Award (21 Mei 2011); Fun Bike (Juli 2011); Mudik Bareng (Agustus 2011); OTOMOTIF Customer Satisfaction Award (Oktober 2011).

Bagi yang belum punya rencana akhir pekan nanti, yuk datang ke Otobursa yuk! Di sana katanya tersedia test drive berbagai sepeda motor dan mobil. Kalo mo nyari aksesori untuk kendaraan, disana ada juga katanya.

Tapi tiketnya lumayan juga sih, Rp 25 ribu per orang, lumayan juga sih, tapi kalo dapet langganan OTOMOTIF gratis dan bisa test ride beragam motor luamyan juga kali ya…gak gitu nyesek juga gitu. Oya, Otobursa buka dari pagi jam 09.00 mpe malem jam 21.00 WIB.

Yang mo dating, ajak-ajak ya, apalagi yang berangkatnya searah dari Bintaro, ditunggu ajakannya, lewat kolom komentar boleh, lewat email juga boleh….

Itu saja.

NB: ganang gak bisa ikut, pulang kampong katanya….

Iklan
 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2011 in otomotif

 

Tag: ,

Motor Bapak-Bapak…

Dulu, ketika belum punya motor dan belum punya duit buat beli motor (baca:SMP-SMA) selalu ngeliat bahwa suatu motor itu sudah ada khususonnya. Maksudnya gini, kalo motor A ini khusus untuk anak sma, motor B khusus yang lagi blajar naek motor, motor C buat orang kaya, motor D buat orang gila…eh gak ding…gak ada yang khusus untuk orang gila, orang gendheng mungkin, hehehe…

Oke, serius!

Dulu, saya selalu melihat bahwa motor laki itu khusus dipake bapak2, anak muda ya belinya bebek kencang kayak Satria 2 tak atau kalo sekarang ya Satria FU, trus buat anak muda yang gak macem2 ya pakenya Supra 100cc.Intinya sesuai kepribadianlah, kalo make motornya Yamaha Alfa biasanya ibu2 atau remaja putri. Trus kalo Honda Astrea 800 dipakenya buat ke sawah para petani. DLL. Intinya semua motor udah ada peruntukannya masing2 lah

buat para petani?

Soal motor bapak2 ini kenapa saya khususkan motor laki ya karena didaerah saya, hampir semua bapak2 makenya motor laki, termasuk bapak saya waktu itu. atau tepatnya semua motor laki yang make adalah bapak2, gak ada anak muda disekitar rumah yang pake motor laki, semua yang punya motor pakenya ya bebek. Meskipun jelas kenyataan kalo mau lihat di daerah yang lebih luas gak bakal keliatan kayak gitu.

Namun, meskipun itu hanyalah gambaran waktu saya masih puber ternyata anggapan itu tetep berlaku pada diri saya sampai sekarang. Bahkan dulu pas pertama kali saya mau beli motor pun yang kepikiran adalah motor batangan, padahal waktu itu saya belum jadi bapak.Jadi sekarang pun ketika saya sudah jadi bapak dan pengen beli motor, ya kepikirannya motor laki, gak mikir motor bebek ataupun skutik sama sekali. Yang jelas kalopun beli motor bukan motor laki ya pastilah gak bakal saya pake harian, kecuali terpaksa.

Oya, sampai sekarang anggapan motor bapak2 ini memang masih ada pada  otak saya, tapi tidak untuk semua jenis motor, hanya bebrapa jenis motor saya, diantaranya yang saya punyai sendiri adalah motor dibawah ini dan saudara kandungnya

si Michael....

atau motor-motor ini

Maaf kalo bagi yang belum jadi bapak tapi nungang motor2 ini saya naggap sudah bapak2, lha wong cuma anggapan saya aja kok, jadi jangan tersinggung ya!

Itu saja!

NB: bapaknya ganang emang make pernah make motor2 ini, tapi sebelum lahir ganang, gimana hayo….

 
14 Komentar

Ditulis oleh pada 28 April 2011 in motor, otomotif

 

Tag: , ,

Mahalnya Motor Impor 2: Import Tax

Seperti telah saya sebutkan sebelumnya, dalam rangka impor motor, selain dikenai bea masuk juga dikenai pajak impor(import tax). Pajak impor di Indonesia berlaku 2 macam, yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor dan PPN Impor.

diimpor CBU, makin mahal..........

Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor adalah PPh yang dipungut oleh badan-badan tertentu, baik badan pemerintah maupun swasta (bank devisa, atau bank persepsi, atau bendahara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) berkenaan dengan kegiatan di bidang impor.

Tarif PPh Pasal 22 impor adalah:
a. yang menggunakan Angka Pengenal Importir (API), 2,5% (dua setengah persen) dari nilai impor;
b. yang tidak menggunakan API, 7,5% (tujuh setengah persen) dari nilai impor;
c. yang tidak dikuasai(Barang Impor yang dilelang DJBC), 7,5% (tujuh setengah persen) dari harga jual lelang.

API adalah Angka Pengenal Importir, yaitu tanda pengenal sebagai importir. API terdiri atas API Umum (API-U); dan API Produsen (API-P).

API-U diberikan kepada importir yang melakukan impor barang untuk keperluan kegiatan usaha dengan memperdagangkan atau memindahtangankan barang kepada pihak lain. Sedangkan API-P diberikan kepada importir yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri dan/atau untuk mendukung proses produksi dan tidak diperbolehkan untuk memperdagangkan atau memindahtangankan kepada pihak lain.

API-P dipergunakan sebagai izin untuk memasukkan (impor) mesin/peralatan dan barang dan bahan untuk dipergunakan sendiri dalam proses produksi perusahaan penanaman modal yang bersangkutan. Jadi Importir Umum (IU) harus memiliki API-U kalo mo ngimpor kendaraan bermotor, yang  harus pula dalam bentuk CBU karena setiap importir hanya boleh memiliki satu buah API.

Lha bagaimana dengan pabrikan/ATPM? Nah, kalo yang ini saya juga kurang tahu, tentunya mereka pasti punya API-P untuk mendukung proses produksinya, tapi gimana kalo mereka impor motor CBU saya kurang tahu, belum pernah meriksa ATPM soalnyah, mungkin mereka men-sub importkannya ke anak perusahaannya atau lainnya….

Oke, selanjutnya PPN Impor.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Oleh karena itu, atas barang impor dari produsen di luar negeri hingga nantinya akan dikonsumsi oleh produsen dalam negeri juga dikenakan PPN.

Pembahasan mengenai PPN bisa sangat luas, jadi kita langsung saja. Tarif PPN berlaku tunggal yaitu 10%, sehingga tarif PPN impor adalah 10% dari nilai impor.

diimpor CBU, tapi masih murah, kenapa ya?

Nilai impor dalam menghitung PPh Pasal 22 Impor dan PPN Impor adalah sama yaitu nilai CIF dan Import Duty. Maka formulanya menjadi sebagai berikut :

PPN Import = 10% x [ CIF + ID]

dan

PPh Pasal 22 Impor(API) = 2,5% x [ CIF + ID]

Dimana :
CIF = Cost (FOB) + Insurance + Freight
ID = Import Duty (Bea Masuk)

Dan dalam hal impor motor, Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor dan PPN impor dapat dikreditkan dalam SPT Tahunan dari si Importir

CBR 150, moga aja diCKD-in....

Contoh perhitungannya sebagai berikut:

Dengan contoh kasus seperti tulisan sebelumnya, dimana sebuah motor yang diimpor dari India dalam bentuk CBU, dengan harga barang 10 juta, biaya asuransi 1 juta dan biaya angkut 2 juta, maka bea masuknya adalah 20% x 13 juta = 2,6 juta, hitungan pajak impornya adalah:

PPN impor = 10% x (13 + 2,6) = 1,56 juta

PPh Pasal 22 Impor(asumsi importir punya API) = 2,5% x (13 + 2,6) = 390ribu

Selanjutnya importir harus membayar Import Duty dan Impor Tax kepada pemungut yang ditunjuk dengan mengunakan SSPCP, yaitu Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak Dalam Rangka Impor.

Selain Import Duty dan Import Tax, mahalnya motor impor juga dipengaruhi dari pungutan pemerintah yang lain, misalnya pajak atas karyawan si importir (PPh Pasal 21), pajak penghasilan pasal 25-nya dan tentunya juga tingkat keuntungan yang diambil oleh si importir sendiri.

intinya, yang membedakan antara motor impor dengan yang diproduksi dalam negeri terkait pungutan pemerintah hanyalah menyangkut import duty dan import taxnya, tentu saja selain surat-surat dan dokumen-dokumen yang harus diurus (yang saya kurang tahu, yang saya tahu hanya kalo mo impor ya harus ngurus API dulu ke Kementerian Perdagangan).

Itu saja.

 
8 Komentar

Ditulis oleh pada 9 April 2011 in motor, otomotif, pajak

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Honda dan Kompetitornya: Honda menguasai semua segmen?

Sudah jelas, selama 40 tahun terakhir, Honda menguasai pasar roda dua di Indonesia. Honda menguasai lebih dari 50% pasar motor di Indonesia setiap tahunnya. Namun, seperti merasa kurang dan kurang terus, Honda merasa perlu untuk mengisi semua segmen perrodaduaan di Indonesia.
Akhir-akhir ini, Honda mengeluarkan beberapa produk baru untuk dipasarkan di Indonesia. Honda ingin agar setiap orang yang ingin membeli motor, dengan spesifikasi apapun yang ingin dibelinya, Honda telah siap dengan produknya. Apalagi, jaringan Honda termasuk yang terluas di negeri ini.
Berikut segmen-segmen roda dua dimana produk Honda berusaha bersaing dengan kompetitornya

1. Bebek 100-115 cc

Produk Honda : Absolute Revo SW, Absolute Revo CW, Revo Fit, Blade, Blade SP

Produk Kompetitor : Yamaha Vega ZR, Yamaha Jupiter Z, Suzuki Titan, Kawasaki Edge, TVS Neo X3i, MAK Vipros

2. Bebek 125-135 cc

Produk Honda : Supra X 125 SW, Supra X 125 CW, Supra X 125 PGM-FI

Produk Kompetitor : Yamaha Jupiter MX (135), Suzuki Axelo, Kawsaki Kaze ZX130, TVS Rockz New

3. Matic 100-125 cc

Produk Honda : Beat SW, Beat CW, Vario CW, Vario Techno, Vario Techno CBS

Produk Kompetitor : Yamaha Mio, Yamaha Mio Sporty, Yamaha Mio Soul, Yamaha Xeon, Suzuki Spin, Suzuki Skywave/Hayate, Suzuki Skydrive, Piaggio ZIP, KymcoTrend/Benson Like

kymco like diambil dari kaskus

4. Bebek Sport

Produk Honda : City Sport 1 (125 cc)

Produk Kompetitor : Suzuki Satria F 150, Kawasaki Athlete

5. Betik

Produk Honda : Revo Techno AT

Produk Kompetitor : Yamaha Lexam

6. Sport dibawah 180 cc

Produk Honda : New Mega Pro SW/CW

Produk Kompetitor : Yamaha Byson, Yamaha V-ixion, Suzuki Thunder 125, Bajaj Pulsar 135, Bajaj XCD 125, TVS Apache RTR 160, TVS Apache RTR 160 DD, Viar VixR 150, Minerva R150VX

viar virx diambil dari https://otomercon.wordpress.com/

7. Sport 180-225 cc

Produk Honda : Tiger Single Hadlight/Double Hadlight

Produk Kompetitor : Yamaha New Scorpio Z, Bajaj Pulsar 180, Bajaj Pulsar 220

8. Sport 250 cc

Produk Honda : CBR 250 R (STD/ABS)

Produk Kompetitor : Kawasaki Ninja 250 R, Minerva Megelli 250 RE/RV

Selain itu, masih ada produk dari Piaggio Group, Kymco-Benson, Kanzen yang sudah jadi motor asli Indonesia, dan MAK yang asli Yogyakarta serta motor-motor China seperti Kaisar, Dayang, Jialing, Jincheng, Viar, dan KTM yang sebagian produknya sudah saya sebutkan.
Dan bahkan keunggulan Honda juga ditunjukkan dengan dua produknya, yaitu Scoopy dan PCX yang belum mempunyai competitor yang mumpuni, kecuali produk Piaggio dan Kymco-Benson. Nasib Kymco pun sepertinya kurang jelas karena sempat merugi dan sempat ditutup, dan sepertinya baru akan mulai lagi sejak ada kemitraan dengan Benson.

No. Segmen/kelas Produk Honda Produk Kompetitor
1. Metik Retro

Produk Honda :Scoopy

Produk Kompetitor : Produk Piaggio

2. Metik Premium

Produk Honda :PCX

Produk Kompetitor : Produk Piaggio dan Kymco-Benson

3. Sport 2 tak 150 cc

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kawasaki Ninja 150R, Kawasaki Ninja RR

Produk Kompetitor : –

4. Dual Purpose/Off road

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kawasaki KLX 250 dan 150, Kawasaki D-Tracker 250 dan 150, Kaisar Pearl 200 dan Produk2 Monstrac

dayang bemo, diambil dari mbah gugle

5. Motor Angkut 3 roda

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kaisar Triseda, Dayang Bemo, Viar Karya 200

6. Naked Bike/Cruiser 250 cc

Produk Honda : –

Produk Kompetitor : Kaisar Ruby

Terdapat beberapa segmen aman yang tidak dimainkan oleh Honda, sehingga diambil merk-merk lain seperti segmen sport 2 tak, dual purpose/off road, motor angkut 3 roda dan cruiser 250 cc. Meskipun saya pribadi mengharapkan adanya motor-motor cruiser 250cc dari ATPM-ATPM besar, misalnya Honda mengeluarkan CBX 250 Twister, Yamaha dengan Fazer 250nya, dan Suzuki dengan GW 250nya.

Itu saja.

NB: ganang masih nungguin dikeluarkannya Fazer 250 atau GW 250, tapi bukan pengen beli, pengen nyobain aja katanya…oya, asyik juga kalo Honda mau ngeluarin motor angkut 3 roda…

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Maret 2011 in goblog, motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pajak atas Bengkel Motor

Setiap orang Indonesia adalah subyek pajak, setiap subyek pajak yang mempunyai penghasilan diatas PTKP(Rp. 1.320.000,- per bulan) atau menjadi pemotong/pemungut pajak adalah Wajib Pajak, dan setiap  Wajib Pajak harus memiliki NPWP dan setiap orang yang memiliki NPWP harus melaporkan SPT Tahunan PPh(Pajak Penghasilan).

Lalu bagaimana dengan bengkel motor kecil-kecilan? apa perlu punya NPWP dan lapor SPT juga?

Pada dasarnya semua WNI yang berpenghasilan wajib mempunyai NPWP, dan keharusan memiliki NPWP ditekankan pada subyek pajak yang penghasilannya lebih dari PTKP (penghasilan Tidak Kena pajak), yaitu Rp.1.320.000,- per bulan atau Rp15.840.000,- per tahun. selain itu, untuk keperluan peminjaman uang di bank senilai paling sedikit 50 juta juga harus punya NPWP dan bebrapa keperluan lain.

Maka sudah seharusnya bengkel(pemilik) memiliki NPWP dan lapor SPT Tahunan PPh.

terus apa yang harus dilaporkan? dan berapa bayar pajaknya?

kalao yang harus dilaporkan ya penghasilannya dong! makanya biar tahu berapa penghasilannya, semua penerimaannya harus dibukukan atau bisa dicatat saja (untuk yang peredaran brutonya kurang dari 4,8 M).

bagi bengkel kecil yang penerimaannya kurang dari 4,8 M tersebut maka penerimaannya harus dicatat semua (sebagai peredaran bruto).
tenang saja, pajak yang terutang bukan dihitung langsung dari peredaran bruto ini kok. tapi dihitung dulu peredaran nettonya pake norma penghitungan, yang besarnya
20 % untuk 10 daerah(jakarta, bandung, semarang, medan, pekanbaru, pontianak, makassar, manado, denpasar, sama ambon kalo gak salah inget)
18,5% untuk ibu kota propinsi yang lain, dan
17,5% untuk daerah lain

jadi misalnya peredaran brutonya 1 M, maka peredaran nettonya cuma 175juta (misalnya di jogja)
setelah itu, nilai itu masih harus dikurangi dengan PTKP senilai Rp15.840.000,- (ini untuk yang masih single, bisa ditambah sesuai status dan tanggungan), jadi penghasilan kena pajaknya adalah 175-15,84 = 159,16juta.

dan pajak yang terutang dihitung dari nilai itu, dengan tarif:
5% x 50.000.000 = 2.500.000,-
15% x 109.160.000 = 16.370.000,-

jadi dari peredaran bruto sebesar 1 milyar, pajak yang harus dibayar hanya sebesar Rp. 18.870.000,-. dan inipun masih dikurangi dengan kredit pajak (pajak yang telah dibayar selama setahun)

dan bayarnya pun ke bank, bukan ke kantor pajak! so, mudah kan? oya, ni juga hanya berlaku kalo tu bengkel cuma jual jasa reparasi doang, kalo sambil jual spare part ya beda lagi ngitungnya….
itu saja!

Nb:bengkelnya ganang cuma bengkel tambal ban, jadi paling sehari cuma dapet Rp.10.000,-, gak cukup buat beli susu anaknya katanya….

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2011 in motor, otomotif, pajak, Umum

 

Tag: , , , , ,

PPnBM roda dua

Kenapa motor yang notabene roda dua yang digunakan oleh banyak masayarakat dan bahkan sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan harus dikenakan PPnBM? Apa tidak akan semakin memberatkan masyarakat?

Sesuai Peraturan Pemerintah, roda dua(motor) yang dikenakan PPnBM hanyalah yang memiliki kapasitas isi silinder lebih dari 250 cc. Kenapa demikian? karena konsumen yang mampu membeli roda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250 cc dianggap telah mempunyai penghasilan yang tinggi oleh Pemerintah.

diambil dari mbah google

Pengenaan PPnBM atas motor dilakukan untuk keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dengan konsumen yang berpenghasilan tinggi, pengendalian pola konsumsi atas Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah, perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional. Jadi intinya PPnBM dikenakan untuk motor adalah demi masyarakat sendiri.

Sesuai PP No. 12 tahun 2006, kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250 cc sampai dengan 500 cc kenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 60% (enam puluh persen); dan kendaraan bermotor beroda 2 (dua) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 cc dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen).

Sedangkan atas impor atau penyerahan Kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 250 cc tidak dikenakan PPnBM.

Itu saja!

NB: motor ganang cuman 80 cc, itupun warisan bapaknya…..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Maret 2011 in motor, otomotif, pajak

 

Tag: , , ,

Pajak atas Motor Sampeyan

sudah bebrapa minggu ini saya mengamati dunia otomotif, khususnya roda dua(motor) karena ada niatan saya untuk mengganti motor saya. tetapi sampai hari ini saya belum memutuskan motor apa yang akan saya beli karena teralalu banyaknya pilihan dan kurang jelasnya spesifikasi motor yang saya inginkan. bahkan hari ini ada niatan saya untuk tidak mengganti si Michael(panggilan kesayangan motor saya).

yang ingin saya tulis disini bukan tentang pilihan motor yang saya inginkan, karena seiring waktu saya baca-baca tentang m otor, yang saya pikirkan adalah hubungan motor dengan pekerjaan saya sebagai pegawai pajak.

diambil dari TMCblog

Oke, langsung saja. secara peraturan yang berlaku di negeri kita tercinta ini, pajak-pajak yang disumbangkan dunia otomotif (baik mobil maupun motor) adalah berupa:

  1. Pajak penghasilan (PPh), yang dikenakan kepada pihak-pihak yang diuntungkan atas motor yang sampeyan-sampeyan beli. Sehingga pengenaan pajak ini tidak langsung berpengaruh pada harga motor, tetapi berpengaruh pada produsen, penjual motor, bengkel dan toko sparepart. Pajak ini bisa terdiri dari beberapa macam dan cakupannya bisa sangat luas, yang mungkin akan saya jelaskan di lain waktu.
  2. Bea Masuk. atas motor ataupun komponen motor yang diimpor langsung dari luar negeri (CBU maupun CKD) dikenakan bea masuk di pelabuhan-pelabuhan. bea masuk ditarik oleh DJBC ketika barang telah di daerah pabean.
  3. PPN dan PPnBM. Setiap barang yang dikonsumsi oleh konsumen dikenakan PPN(kecuali beberapa barang tertentu).  Atas barang tersebut termasuk juga motor dan komponen motor dikenakan PPN(pajak pertambahan nilai) yang tarifnya sebesar 10%. Sedangkan PPnBM (Pajak atas Penjualan Barang Mewah) dikenakan kepada barang-barang yang tergolong mewah. dan sampeyan tentunya sudah tahu bahwa atas motor dengan cc diatas 250 terkena PPnBM.
  4. BBNKB dan PKB. Ketiga pajak diatas dikenakan oleh Pemerintah Pusat, sedangkan untuk bea balik nama kendaraan bermotor(BBNKB) dan pajak kendaraan bermotor(PKB) dikenakan oleh Pemerintah Provinsi. Untuk BBNKB dan PKB tentunya sampeyan sudah pada tahu. BBNKB dikenakan ketika kita membeli motor baik baru maupun bekas, dan PKB dikenakan setiap tahun atas kepemilikan motor.
  5. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Mungkin banyak orang yang belum tahu tentang pajak ini, karena memang pajak ini belum dipungut. ketentuan mengenai pajak ini memang baru tertuang dalam UU 28 tahun 2009 tentang PDRD yang pelaksanaannya pun akan diatur dengan Peraturan Daerah Provinsi karena menjadi wewenang Pemprov. Selama belum ada Perda berarti harga BBM masih seperti ketentuan Pemerintah Pusat. Pajak inilah yang nantinya akan mebedakan harga BBM di setiap provinsi.
  6. Pajak Parkir. Pajak parkir dan Pajak Kendaraan Bermotor mungkin tidak terlalu berpengaruh terhadap harga motor, tetapi sedikit banyak juga berpengaruh kepada para biker. inti pajak parkir adalah siapa saja yang menyelenggarakan parkir(termasuk jasa penitipan kendaraan bermotor) akan dikenakan pajak oleh Pemerintah Kota/Kabupaten(kecuali untuk DKI dikenakan oleh Pemprov).

Oke, mungkin sebegitu saja dulu.

Itu saja.

 

NB: ganang sebagai tukang parkir gak merasa pernah tu mbayar atau ditagih pajak parkir.

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Maret 2011 in motor, otomotif, pajak, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , ,