RSS

Arsip Tag: Honda New Mega Pro

3 Motor Sport baru Honda 2012! Apa saja?

Seperti dikabarkan dapurpacu, bahwa AHM tahun 2012 nanti akan mengeluarkan 3 macam motor sport baru, maka saya mencoba mengira-ira ketiganya.

1. Naked bike 150cc

Yamaha V-ixion sampai hari ini belum ada tandingannya. New Megapro yang diluncurkan tahun lalu hanya mampu membungkam penjualan Byson, sedangkan penjualan V-ixion si giant killer masih ngacir.

Maka disinilah Honda akan mengeluarkan senjata andalannya. Dengan nakedbike 150cc yang spesifikasinya saya yakin gak jauh beda dengan V-ixion, 4 Langkah, 4 Valve SOHC – Fuel Injection, Berpendingin Cairan, Deltabox, mungkin dengan tenaga dan torsi yang berbeda.

Untuk nama motor sport ini saya yakin sih bakal make nama si legenda, Tiger. Karena dengan kualitas yang gak jauh beda dengan Vixion, nama besar HOnda belum akan membuat para calon pembeli Vixion berpindah ke motor ini kan masih motor baru, jika diberi nama baru mah saya yakin penjualan gak akan seberapa. Contoh aja kasus NMP, coba kalo NMP tidak mengambil nama besar Mega Pro, saya kok yakin penjualannya bakal dibawah Byson. namun jika dipadukan dengan nama besar Tiger, maka naked bike 150cc ini sangat diyakini bakal laris manis….

Dan jika memang akan memakai nama Tiger, maka karakter Tiger yang bertorsi badak pun harusnya ada di nakedbike 150 cc ini. Dan ini berarti sedikit banyak akan mengurangi tenaga maksimalnya….

Nah, untuk motor ini tentunya akan memakai basis mesin CS1 yang dibore-up, yah daripada harus bikin mesin baru…… Bagaimana dengan harga? hmmm….ada keyakinan demi memenangkan pertarungan dengan V-ixion, motor ni akan dihargai di kisaran harga V-ixion 21-23jutaan….

2. Naked bike 225cc

Nah, untuk menggantikan posisi Tiger Revo sekarang, HOnda juga perlu menyiapkan nakedbike yang tenaga, torsi dan kubikasinya sama atau lebih besar dari Tiger yang ada sekarang.

Untuk itu, diperlukan produk baru yang dapat menggantikannya. Seperti yang saya tulis sebeleumnya, bahwa Honda telah menyiapkan motor sport baru berkubikasi 200 atau 225 cc. Namun, dapat diyakini bahwa segala isu yang beredar menunjukkan bahwa kubikasi motor ini bakalan 225, lebih besar dari Tiger yang ada sekarang.

Dan kenapa 225? tentu banyak alasannya, diantaranya ya karena saingannya selama ini adalah Yamaha Scorpio 225, jadi wajarlah kalo mau dibikin head to head war, layaknya Revo baru yang diadu dengan Jupiter Z… sekaligus buat ngantisipasi kalo-kalo Scorpio dinaikkin kapasitasnya jadi 250, jadi kan gak jauh-jauh amat bedanya.

mahal banget ini mah...

Selain itu kubikasi 225cc juga diperuntukkan agar harga motor ini bisa lebih mahal dari Tiger sekarang, yah motor ini bakalan berada di atas 25juta, ya di kisaran 28-30 jutaan lah, diatas harag nakedbike 150cc, tapi dibawah CBR 150R.

Spesifikasi, 225cc, SOHC, Fuel Injection, Berpendingin Cairan, Sasi teralis. Yup, isu yang berkembang Honda akan mengeluarkan motor sport baru dengan sasis teralis, so saya langsung mikir bahwa motor ini yang bakal memakai teralis, bukan motor sport 150cc-nya. Kenapa? ya liat saja motor-motor Honda yang bersasis teralis yang ada, minimal kubikasinya adalah 250cc. So meskipun ni motor cuma 225cc, tapi secara tampilan gak jauh beda dengan yang 250cc macam VTR250. Kalo sasis teralis mo dipake di motor 150cc kok rasanya bodi motornya kurang besar. Motor 150cc Honda palingan ya sebesar V-ixion aja, kalo lebih gedhe lagi bakalan kehilangan tenaga bro!

Trus basis mesin ni mongtor tentunya bakal ngambil punya-nya NMP, tinggal di bore-up lah!

3. Sportbike berfairing 150cc

Kalo motor yang ketiga ini direncanakan untuk mendahului Yamaha yang mo ngeluarin R15,so spesifikasinya pun bakal mirip-mirip lah!

Lho bukannya buat ngedepin R15 sudah ada CBR 150R?

Nah, disinilah pinternya AHM. AHM jauh lebih baik dari Yamaha, AHM tidak mau memakai motor yang masih diimpor sebagai andalan untuk di head to headkan dengan produk kompetitor. AHM merasa perlu untuk bikin motor sendiri.

Kenapa? selain harga bisa ditekan, jumlah kuan titas produksi dan penjualannya pun bisa disesuaikan dengan keinginan, tipe motor ini mau dipake untuk menguasai pasar atau sekedar memberikan pilihan bagi konsumen…

Jadi, CBR 150R hanyalah memberikan pilihan pada konsumen sekaligus melanggengkan trah CBR 150 yang pernah sukses lewat IU, dan untuk mengantisipasi kompetitor ya dengan motorsport 150cc berfairing dengan harga yang lebih murah, yah dikisaran 25-28jutaan pasti laku juga.

Soal mesin ya bisa make sama dengan versi nakednya seperti yang nomer 1 diatas. Seperti V-ixion dengan R15 yang mesinnya ya sama aja….

Nah, itu saja! Wong namanya juga ngira-ira, jangan terlalu berharap lah dengan kebenarannya.

NB: ganang lagi seneng komik Panji Tengkorak…..

 
36 Komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2011 in goblog, motor, otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

All New Tiger 225 akhir tahun, why not?

Meskipun masih menganggap banderol CBR 150R versi AHM itu nguawur, tak baik juga memperpanjangnya. Toh menurut ganang itu hanya karena ketidakmampuan Honda Thailand dalam mensuplai produknya.

So, kita bahas lagi produk AHM yang lain, yaitu Tiger! Tiger sudah berumur 17 tahun dan sudah jelas waktunya direnov…

So, berdasarkan tulisan pakdhe yudi, AHM sedang mempersiapkan sebuah naked bike baru berkubikasi 225 cc sebagai pengganti Hond Tiger. Yang jelas sudah monoshok, itu yang sering dikeluhkan dari Honda Tiger selama ini selain kemrosoknya rantai…

Nah, yang perlu dibahas adalah apa benar ini akan seratus persen menggantikan Tiger atau akan disandingkan? karena dengan kubikasi yang berbeda toh akan memberikan patokan harga yang berbeda pula. Jika Tiger 200cc dihargai 25juta, gak menutup kemungkinan juga Tiger 225 akan dihargai diatasnya, toh harga CBR 150R udah bertengger di 33juta, so ada space harga untuk Tiger 225 dikisaran 28-29jutaan…

So, jika pun disandingkan maka alternatif naked bike Honda ada NMP di 19,5juta, Tiger 200 di 25 juta dan Tiger 225 di let’s say 28,5 juta kan gak masalah juga… tinggal pilih sesuai kemampuan dan keinginan….

berita-berita sebelumnya seperti sudah menyebutkan bahwa motor ini akan memakai basis mesinnya NMP (dan ternyata dipilih yang 225cc), so harusnya memang gak terlalu lama dirilis karena NMP kan juga dah wara-wiri cukup lama dan terbukti laris manis, dan mengingat mengembangkan mesin dari basis mesin yang sudah ada itu tentunya gak sesulit dan selama bikin mesin baru, harusnya bisalah motor tersebut dijual tahun ini..

Di 2 link tersebut (ini dan ini) juga sudah disebutkan bahwa motor tersebut akan dirilis tahun ini, so bisakah para peminat Tiger sabar menunggunya?

Kalo saya sendiri masih takut bin waswas AHM bakal nguawur lagi mbanderol harganya, takutnya seperti banderol harga CBR 150R yang bikin saya mikir suudzon aja ama orang-orang AHM….

Dan perlu diingat juga bakal gimana nanti penampakannya si Tiger 225? semoga lebih gagah dari yang sekarang!

bakal mahal ini mah...

Nah, begitu saja dulu lah!

Sekian.

NB: kenapa mesin Tiger harus selalu dikembangkan dari mesin berkubikasi di bawahnya? apa legendanya memang harus dibuat begitu?

 
23 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Juli 2011 in goblog, otomotif

 

Tag: , , ,

Duet NMP dan CBR 150R, bisakah duet sparepart?

Sebelum meluncur besok, pembahasan si CBR150R habis-habisan. Mumpung belum dilaunsh, segala spekulasi masih bisa dibenarkan, lha wong belum liat sendiri fisiknya kok (saya)…

Menilik kembali tulisan pak haji taufik bahwa paten kedua motor ini diduetkan bin dibarengkan, dan juga hasil selidikan SLR tentang kemiripan kedua motor tersebut (baca sendiri disini), apa benar Honda sekreatif itu (kalo para FBH gak mau Honda disebut gak kreatif) hingga mencangkokkan sebagian desain motor sport berfairing pada streetfighternya?

Kalo yang mikir strategi ATPM akan bilang itu adalah usaha menghemat cost produksi biar untungnya tetap gedhe dengan harga yang bisa ditekan serendahnya. Penghematan itu salah satunya bisa dengan memiripkan desain (biaya desain lebih murah), apalagi kalo mau menyamakan penggunaan sparepart, wuih…bisa makin murah nih….

Nah, tapi apa iya, sparepartnya mau disamain antara 2 motor yang jelas beda? Kalo menurut saya sih mungkin-mungkin aja, lha wong nyamain sparepart itu sah-sah aja apalagi kan sama-sama produk Honda. Wong motor China aja gak bikin sparepart cuma ngandelin sparepartnya motor Jepang je…

Namun, yang jadi masalah adalah jika disamain plek antara kedua motor tersebut, apa ndak akan menurunkan nilai motor yang dijual lebih mahal? Gini, jika sparepartnya plek, kan bisa aja dengan biaya yang kecil tampilan NMP diubah jadi CBR 150R hingga jika dilihat sekilas gak akan ada bedanya gitu. Meski performa mesinnya tentu gak bisa dibohongin selama cuma ubah tampilan doang… Kalau mesinnya juga dipermak?

NMP plus CBR 150R sotoshop, sumber googgle

Sedangkan kesamaan sparepart sih bisa aja dilakukan untuk hal-hal kecilnya, misalnya beberapa seal, baut, kaliper rem juga bisa, atau kopling dan kabel koplingnya gitu….

Yah, kesamaan desain awal bisalah dilakukan, toh alasan besarnya bakal bisa mendongkrak pamor motor yang lebih murah, dalam hal ini NMP.

Okelah, begitu saja….

NB: kalo fairing CBR kira2 bisa dipake si Michael gak ya?

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2011 in motor

 

Tag: , ,

Tengki Bensin CBR250R bocor? innalillahi!

tengki tiger revo, sumber google

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa tengki bensin motor Sport HOnda jadi langganan tukang tambal panci…

Dari generasi pertama Tiger, Tiger 2000 hingga Tiger Revo selalu saja punya masalah sama dengan tengki bensinnya yang gampang bocor…. Dari yang bocvornya dibawah yang gak keliatan mpe bocor dipojokan samping bawah tengki yang membuat tambalan pancinya keliahatan…

Apalagi kalo ngeliat Megapro, wuih gak keitung Megapronya temen yang bocor, hampir semuanya setelah memasuki umur 3 sampe 5 tahun tengkinya pada bocor… Bahkan sampe-sampe saya sempet ngeliat sebuah megapro tahun 2007 yang udah ditambal banyak banget mpe semua bagian bawahnya penuh tambal panci yang tambalannya aja kurang rapi…

Atau juga pengalaman dijalan yang ngeliat sebuah Megapro lawas (sebelum 2006) yang make tengki Megapro primus (2006 mpe 2010) yang bikin tampangnya agak kurang cocok…

tengki NMP, sumber: google....

Lalu bagaimana dengan NMP? sepertinya kok hanya masalah waktu saja sampai ada kasus kebocoran tengki, lha wong tutup bensinnya aja masih sama, trus kekerasan tengkinya pun kalo diketuk pake jari rasa dan kedengerannya juga sama, so saya rasa ketebalan bahannya masih sama lah…. dan tentunya bakal sama-sama jadi langganan bocor kalo kurang bisa ngerawatnya   (kayak saya ini juga, hehehe)

Lalu jika tengki bensin CBR250R yang bocor gimana?

Kalo saya sih cuma bakal bilang innalillahi, lha wong motor sport flagshipnya Honda kok tengki bensinnya bocor, ya gak seharusnya tho ……. apa malah gak mungkin?….harganya aja 2 kali lipat NMP je….kualitas tengki bensinnya ya harus beda lah yaw….

Sekian. Gitu aja! Judul postingan diatas emang cuma biar pada baca aja, gak ada maksud lain, hehehe…

NB: saya mau dibalang watu sama ganang, tapi malah kena tengki bensin motornya…kapokmu kapan!

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Juni 2011 in motor

 

Tag: , , , , ,

Yamaha New Jupiter Z nyusahin bengkel….

2 minggu yang lalu, saya ke bengkel karena tengki bensin Michael kembali bocor untuk yang kedua kalinya. Karena haru sabtu gak dipake kemana-mana, maka hari Minggu sore baru nyadar kalo ntu tengki motor bocor. Maka saya pun bergegas ke bengkel langganan untuk nambalin ntu tengki, yang langsung ditangani ntu pemilik bengkel.

Ketika sedang nguras tengki, datenglah sebuah motor Yamaha New Jupiter Z, yang ketika pemiliknya bilang cuma mo servis saja, si pemilik bengkel langsung nyuruh anak buahnya terus ngerutu ke saya. Dia bilang motor Yamaha sekarang nyusahin bengkel. Mo nyervis alias bersihin karburator aja kudu buka body motor seluruhnya, dari tebeng depan mpe body belakang, semuanya. Gak praktis babar blas.

Motor Yamaha yang dimaksud ya Jupiter Z dan satu lagi, kalo gak salah sih ntu pemilik bengkel nyebut juga Vega ZR. Dua-duanya harus bongkar body seluruhnya buat ngambil karburator…

Saya pun mencoba membuktikan, ketika si mekanik anak buah membuka ntu body mongtor hingga lepas semuanya, saya liatin ternyata butuh waktu hingga 12menit, memang sih ntu mekanik juga keliatan ogah2an, males gitu, sudah tahu bakal susah barangkali mangkanya waktunya cukup lama. Saya liatin, kok semua part body serba gak praktis, banyak sekali potongan body yang menempel di body ntu Jupie Z…

Hmmmm….ngeliat saya ngeliatin ntu mekanik buka body Jupie, si pemilik yang dah mulai nambal tengki si Michael ngomong kalo motor barunya Honda gak gitu, meski tampilannya baru, potongan2 body motornya masih praktis, buka salah satu body depan aja udah pada bisa diambil ntu karburator…dan yang dimaksud adalah si Absolute Revo karena ntu pemilik bengkel nunjuk motor yang sedang leawat.

Hmmmmm…sepertinya Yamaha harus juga mempertimbangkan kemudahan bengkel untuk menservis ntu mongtor produksinya, bukan cuma asal bikin model bagus aja. Kayak Honda dong, mpe rangka NMP aja dicoak buat mudahin bengkel menservis je….

Itu saja,

NB: hasil tambalan tenki si Michael jelek, kayak tambal panci doang, gak rata ba bar blas….

 
38 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2011 in motor

 

Tag: , , ,

Analisa Harga Motor Sport dari India (termasuk prediksi harga YZF R15)

Seiring makin banyaknya motor asal India, baik yang didatangkan oleh ATPM Jepang maupun yang datang dan mengembangkan merknya sendiri, saya jadi ingin mereka-reka pricing strategy yang diterapkan oleh ATPM-ATPM tersebut.

Analisa yang saya lakukan hanya berdasarkan konsep multiplikasi tanpa melihat unsur2 yang lebih detil, hanya sekedar membandingkan harga suatu unit motor sport yang dijual disini dan tentunya juga dijual disana.

Dalam hitung2an diatas bebrapa asumsi saya buat, diantaranya:

  1. Harga Unicorn Dazzler saya lihat dari sini, sedangkan yang lainnya dari sini
  2. Kurs rupiah-rupee saya ambil dari sini pada tanggal 24 April 2011
  3. Harga Indonesia adalah harga on the road Jakarta per 24 April 2011
  4. Cara masuk ke Indonesia untuk masing2 motor yang sudah jelas misalnya Pulsar series dan Apache
  5. Cara masuk ke Indonesia untuk yang lainnya saya asumsikan diproduksi dalam negeri dengan beberapa part diimport dari India, saya tulis sebagai Produksi/CKD. Hal ini semata karena ketidaktahuan saya apakah semua part diproduksi dalam negeri atau ada yang sebagian diimport, tapi pada dasarnya adalah diproduksi.
  6. Saya tidak memperhatikan cara masuk tersebut dalam hitungan, meskipun sebenarnya dengan masuk ke Indonesia dari India dengan CBU terkena Bea Masuk 20% (tariff MFN), CKD terkena  Bea Masuk 10% (tariff MFN), dan produksi dalam negeri terkena PPh Pasal 22 atas penjualan hasil produksi sebesar 0,45%. Semua ini dikesampingkan.
  7. gambar motor diambil dari berbagai sumber.

Langsung saja ya…

1. Honda New Mega Pro/CB Dazzler

Harga NMP di Indonesia berada jauh diatas harga CB Dazzler di India, padahal pada dasarnya motor ini adalah sama. Multiplikasinya mencapai 1,41 kali. Dari sini sebenarnya bisa dibilang kalo motor ini dijual terlalu mahal di Indonesia, atau bisa juga dijual terlalu murah di India.

Padahal kalo dilihat cara masuknya yang diproduksi sendiri dengan kemungkinan ada beberapa part saja yang diimpor dari India, seharusnya harganya bisa lebih murah dari pada yang didatangkan ke Indonesia dengan CBU ataupun CKD.

Hal ini terjadi mungkin karena brand Honda yang lebih dipercaya oleh konsumen di Indonesia, sehingga soal harga bisa ditentukan semaunya.

2. Pulsar series

Dalam kasus Pulsar Series dimana ketiga motor diatas didatangkan dengan CBU, tapi dijual dengan harga yang bisa dibilang murah mungkin karena sebagai pemain baru harus berusaha menancapkan kepercayaan konsumen dulu, ATPM Bajaj mencoba menjaring calon konsumen kelas dibawahnya agar membeli motor sport yang seharga dengan motor bebek dan matik. Apalagi jika melihat bahwa harga Pulsar series diawal kemunculannya cukup bisa dibilang mahal, namun kemudian diturunkan harganya untuk mencoba mencari pasar baru.

diimpor CBU, tapi masih murah, kenapa ya?

Pada awalnya Bajaj mungkin Cuma pengen jualan saja sehingga berusaha mencari untung cepat dan banyak dengan memakai harga mahal. Setelah produknya bisa diterima, maka ATPM Bajaj baru serius menggarap pasar Pulsar di Indonesia dengan menurunkan harga dan mendatangkan varian terbaiknya P220.

Dari hitungan diatas, sebenarnya dapat dilihat bahwa multiplikasi harga Pulsar 180 adalah yang paling kecil, sehingga bisa dibilang P180 lah yang bisa dibilang paling murah, mungkin jika dihitung dengan memasukkan unsur pajak, maka keuntungan atas motor ini di jual di Indonesia bisa lebih kecil dari keuntungan atas penjualan motor ini di negeri asalnya.

Dan atas Pulsar 135 LS sepertinya ATPM Bajaj ingin mendapat untung yang besar karena pada dasarnya motor inilah yang paling cocok dengan kondisi Indonesia khususnya Jabodetabek yang sering macet, sehingga diharpkan akan terjual dalam jumlah yang banyak.

3. TVS Apache

Pabrikan TVS sepertinya lebih realistis dalam bersaing dengan produk Jepang di Indonesia, bisa dilihat dari multiplikasinya dimana secara umum lebih rendah dari pabrikan Jepang tapi lebih tinggi dari Bajaj padahal TVS didatangkan secara CKD.

Namun, tentunya dengan harga yang ditetapkan di Indonesia sebesar tersebut keuntungan TVS sepertinya tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil sehingga akan gulung tikar. Dengan dibangunnya pabrik perakitan di Indonesia berarti dengan keuntungan yang lebih kecil dari pabrikan Jepang saja, TVS mampu bertumbuh dan yakin akan mengembangkan pangsa pasarnya di Indonesia.

4. Yamaha FZ-16/Byson

Pada dasarnya hampir sama dengan NMP sebagai sesame pabrikan Jepang yang besar yang jualan baik di India maupun di Indonesia.Yang agak lucu adalah bahwa harga Byson disini lebih mahal daripada harga FZ 16 di India. Soal ini sepertinya Yamaha merasa bahwa desain Byson bisa lebih diterima oleh konsumen Indonseia daripada NMP. Meskipun pada kenyataannya jumlah penjualannya kalah dari NMP.

Atau mungkin juga karena Yamaha tak ingin menjual Byson dalam jumlah yang banyak, so dihargai mahal juga gak masalah, mungkin begitu pikirnya.

5. Yamaha YZF R15

Harga untuk motor ini belum jelas, karena bahkan YMKI sendiri belum memutuskan apakah akan mendatangkan motor ini atau tidak. YMKI masih menghitung-hitung besarnya kerugian akibat muncullnya Honda CBR 150R yang akan dirilis Juni ini dengan potensi keuntungan jika memang akan merilis R15 ini.

Kalopun jadi dirilis, tentu YMKI berharap akan mendapat keuntungan yang besar, mungkin jika dilihat dengan hitung2an diatas YMKI berharap bisa memakai multiplikasi Yamaha Byson yang sebesar 1,48 atau lebih besar. namun itu berarti harga R15 akan berkisar pada 29juta. Tentu ini akan menjadi polemic tersendiri, sehingga bagaimanapun jadi tidaknya motor ini dirilis akan sangat tergantung dari patokan harga yang dibuat Honda atas CBR150.

Jadi, jika CBR 150 dijual dibawah harga 29juta, maka saya yakin YMKI masih akan lama mengeluarkan R15, karena disatu sisi tidak mungkin YMKI memasang harga lebih mahal R15 lebih mahal dari CBR150 dan disisi lain kalo dijual dibawah harga 29juta keuntungan yang diperoleh akan lebih rendah daripada jualan Byson, so YMKI tentu akan lebih suka untuk memproduksi dan jualan Byson dong wong untungnya lebih gede.

Namun, meskipun begitu melihat itung2an diatas masih mungkin juga kalo R15 akan dijual diharga 23 hingga 29 juta, dibawah harga CBR 150 yang sesuai hitungan saya sebelumnya disini berkisar antara 25 hingga 30 juta.

Itu saja.

NB: ganang pikir YMKI lebih suka jualan V-ixion daripada R15, meskipun dasarnya sama tapi tetep saja beda kalo untungnya lebih besar V-ixion….

 
29 Komentar

Ditulis oleh pada 25 April 2011 in motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Komparasi Motor Sport dibawah 25 juta Bahgian 1

Oke. Dilatarbelakangi keinginan saya untuk mengganti si Michael dengan motor laki yang baru, saya pun berusaha membandingkan beberapa motor sport yang dipasarkan di Indonesia saat ini. Namun, perbandingan atau komparasi yang saya lakukan terbatas hanya pada motor sport yang harganya idbawah 25 juta, karena itulah anggaran yang dibolehkan oleh istri saya untuk membeli motor baru.

KOmparasi yanga kan saya lakukan adalah sangat akan bersifat subyektif. Semua berdasarkan kriteria yang saya inginkan untuk jadi tunggangan harian saya. Tapi tentu, semuanya harus dengan kriteria tertentu, diantaranya kriteria penampakan luar yang besar. hal ini disesuaikan dengan body saya yang sebarat 88 kilogram. Yang kedua, nyaman buat boncengan, karena setiap hari kerja saya boncengan ke kantor dengan istri tercinta. Yang ketiga, tentu kualitasnya harus diatas si Michael.

UNtuk yang belum tahu si Michael, ini dia gambarnya…

si Michael....

Dan beberapa motor pasaran yang memenuhi ketiga kriteria tersebut anatara lain Yamaha V-ixion, Honda New Mega Pro, Yamaha Byson, TVS Apache 160 RTR, Pulsar 180, Honda Tiger Revo, Pulsar 220 dan Yamaha New Scorpio Z. Trus kenapa motor sport yang lain (misalnya Pulsar 135 dan Suzuki Thunder tidak masuk hitungan? ya tentunya karena daya anggap tidak memenuhi ketiga kriteria tersebut.

Untuk bahgian pertama ini, saya ingin mengkomparasikan beberapa motor saja

1. Yamaha V-ixion

Dari berbagai sumber, motor ini memiliki banyak kelebihan dibanding motor lain di kelasnya. Dari teknologi injeksi (so makin irit), sasis deltabox, Sistem pendingin radiator dan 4 buah katup di kepala silinder, suspensi monosok, top speednya mpe 150an kpj dan lain sebagainya.

Tapi itu semua pendapat orang dan mungkin memang benar, tapi impresi saya pertama kali melihatnya adalah bahwa motor ini terlalu ramping. terlalu ramping maksudnya terlalu ramping untuk ukuran motor sport tanpa fairing sehingga terasa kurang gagah. dan akan terlihat kecil apabila saya yang mengendarainya, dan saya tidak suka itu.

Mungkin akan menjadi lain kalo yang saya lihat biasanya di jalan adalah yang pernah disebut akhir tahun kemarin sebagai Yamaha V-ixion SE (Special Edition) yang kelihatannya lebih kekar, meskipun katanya cuma ada tambahan pada sektor fender depan, penambahan shroud tanki plus engine guard, spatbor kolong,  kondom tanki, serta penutup radiator.

2. Homda New Mega Pro

Oke, melihat tampilan saya sempat tertarik banget, apalagi kalo dilihat dari depan, saya suka banget dengan headlamp dan shroudnya. Apalagi segala fiturnya sudah jauh lebih baik dari pada si Michael.

Yang jadi masalah hanya satu, namanya. Kenapa juga musti pake nama Mega Pro. Mungkin dari sisi AHM nama yang sama berarti akan memudahkan marketingnya, tapi bagi saya yang ingin mengganti Mega Pro saya, ya nggaklah kalo mengganti Mega Pro dengan Mega Pro lagi. Mau beda jeroannya kek kalo namanya sama ya ngrasanya gak beda, gak ada peningkatan gitu rasa di hatiku. jangan bilang apalah arti sebuah nama, karena bagi saya nama itu penting.

3. Yamaha Byson

Nah ini dia, yang sempet saya ajukan ke istri saya untuk menggantikan si Michael. Sudah bodinya gedhe, gayanya mantep, velg dan bannya lebar serta tubeless, monoshok, dan sebagainya membuat saya ngiler. dan bahkan saya jadi suka nulis tentang motor ya gara-gara tertarik dengan motor ini.

Sudah bebrapa hari sejak saya ajukan tpt motor ni ke istri saya, ndak disetujui juga, belum pernah liat fisiknya langsung katanya. nah, pas hari saya mo ngajak istri ke dealer(hari Minggu) eh lha kok dealernya dah tutup, ya wis lain hari wis.

nah, sambil browsing nyari info, lha kok ketemu komentar seseorang yang bilang kalo jok boncengernya kecil, gak nyaman buat diboncengin istri saya yang suka bonceng miring. setelah dipikir saya pun jadi ragu. Apalagi pas istri ngliat sendiri tu montor di jalan, komentarnya langsung jelek ah, apalagi lampu belakangnya kok kayak bebek. Jleb, gak jadi wis, daripada jadi ribut gara-gara montor.

Terus, demam motor sport pun membawa saya untuk mencari motor lain yang kebetulan sedang marak-maraknya berita tentang motor dari India, apalagi di kantor lama ada pegawai yang make pulsar 200 kok terlihat gagah gitu…

bersambung…

NB: ganang bilang kok bersambung, kayak sinetron aja?

 
36 Komentar

Ditulis oleh pada 15 April 2011 in goblog, motor, Umum

 

Tag: , , ,