RSS

Arsip Tag: cerita

Kapan ini akan berakhir?

kapan ini akan berakhir? tanyamu

aku tak tahu, mungkin takkan pernah… jawabku tak yakin

kok bisa? bukankah semua yang terjadi pasti akan berakhir?

ya, biasanya memang begitu, tapi khusus yang ini takkan pernah

apa kau yakin?

yakin, kenapa? kau ragu?

nggak. apa kau tak ingin mengakhirinya

tentu saja tidak. kau sendiri bagaimana? apa kau ingin mengakhirinya?

aku juga tidak. aku malah senang seperti ini.

apa kau bahagia?

aku bahagia. kau?

aku  bahagia

oya, aku masih penasaran. memangnya ini benar benar takkan berakhir?

apa kau tak yakin?

kenapa kau ganti nanya?

aku cuma pengen tahu dulu apa kau memang gak yakin.

aku cuma penasaran.

penasaran?

ya. penasaran

yakin cuma penasaran?

yakin!

oke kalau begitu

terus bagaiamana?

bagaimana apanya?

pertanyaanku tadi..

o itu…

iya itu

sebenarnya aku tak tau, tapi aku akan selalu berusaha agar ini takkan pernah berakhir

memangnya bisa?

aku akan berusaha, kau juga mau membantuku berusaha kan?

tentu… aku akan selalu disini

aku senang

kenapa?

ah, sepertinya kau terlalu banyak tanya

kau tak mau ditanya?

tentu saja aku mau. aku senang karena kau ada di sini

bukankah itu juga maumu?

apa kau tak mau?

tentu saja aku mau

apa benar ini takkan pernah berakhir? sampai kiamat?

aku tak tahu soal itu, tapi aku yakin ini takkan berakhir paling tidak sampai aku mati

kamu mati?

kita mati!

ya. sampai kita mati

sampai kita mati.

aku mencintaimu

aku juga mencintaimu

…..

bagimana dengan istri dan anakmu? tidakkah kau juga mencintai mereka?

kenapa kau tanya?

tak apa, pengen tahu saja.

tak usah kau bahas lah soal itu. bukankah yang penting saat ini aku bersamamu. tidakkah kau senang begitu?

aku senang. maafkan aku. aku mencintaimu

aku juga mencintaimu.

 

NB: sekedar repost tulisan lama

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Juni 2011 in cerita

 

Tag: ,

Dasar rokok sialan!

dia terduduk lemas. nafasnya yang mulai tersengal makin terdengar ngak ngik saja. aku sendiri hanya bisa duduk di depannya tak bisa mengatakan apa apa sedikitpun untuk sekedar hanya menghiburnya.

hidupnya tak lama lagi, begitu dia divonis dokter. hal itu lah yang membuatnya kini terduduk lemas. kaki kakinya seolah tak mampu menahan beban tubuhnya. kaki kakinya selayak pohon rapuh yang akan hancur begitu terkena angin atau hujan yang sedikit lebih kuat dari biasanya.

tangannya yang menggenggam hasil pemeriksaan dokter bergetar. rambutnya awut awutan tak keruan. wajahnya tertunduk lesu, tapi kulihat sorot matanya garang seperti memendam amarah entah kepada siapa, mungkin kepada dirinya sendiri.

” sudah kubilang tak usah kau bawa aku kemari masih juga kau paksa aku kemari! ” katanya padaku sambil tetep suaranya bergetar seolah tanpa sengaja mengucapkannya.

aku sendiri hanya tertunduk, tak mampu menjawabnya. memang benar aku yang membawanya ke dokter malam ini, tapi tak kusangka akan begini jadinya. sudah berhari hari kudengar suara batuknya tak juga berhenti. bebrapa bungkus obat batuk telah ditelannya beberapa saat setelah dia membuang puntung rokok yang dihisapnya setiap setelah makan.

sudah berhari hari ini aku mendengar batuknya. dan akhir akhir ini malah semakin menjadi jadi saja. bahkan katanya dia tak sempat juga untuk tidur. dan dia menghabiskan malam malam panjangnya itu dengan terus menghisap batang batang rokok terakhirnya.

” ini membuatku lupa kalau aku sedang batuk. hanya batang batang rokok ini yang membuatku lupa akan derita hidup. ” begitu katanya jika aku mencoba mengingatkannya untuk tidak merokok lagi.

setiap kata kataku yang berusaha mengingatkannya untuk tidak merokok lagi tak pernah didengarkannya. bahkan tak jarang aku malah dimarahinya. dan aku hanya bisa menerima saja segala kemarahannya itu. di dunia yang membebaskan kemaskulinitas melakukan apa saja, apa pula yang bisa dilakukan oleh seorang wanita miskin istri dari seorang pria miskin ini? bahkan suaranya pun tak mampu dan tak pernah didengar oleh suaminya sendiri.

hanya bayi kami yang sering menjadi tempatku berkeluh kesah. kukatakan apa saja kepadanya, segala kemarahan bapaknya atau segala derita yang kurasa, meski aku tahu dia pun tak menegerti. apa pula yang bisa dimengerti oleh bayi miskin yang lahir dari orang tua yang miskin ini.

tadi sore aku memaksanya untuk pergi ke dokter untuk sekedar mendapatkan obat dari batuknya yang sudah lama tak henti henti ini. tapi di tempat dokter kami disuruh untuk ke rumah sakit karena si dokter tak begitu mengerti tentang penyakit paru paru. dia rasa ada yang salah dengan paru paru suamiku. kupikir semua dokter mengerti tentang semua penyakit, ternyata tidak juga. mungkin karena dokter ini dokter murah jadi cuma penyakit ringan saja yang dia bisa tangani.

maka kami pun terpaksa membawa suamiku ke rumah sakit dengan meminjam sedikit uang dulu kepada para tetangga.

tentu saja kami tetap membawa pula si kecil, karena akan kutitipkan kepada siapa juga. tak ada orang yang bisa sekedar membantu untuk menjagakan si kecil. semua orang sibuk dengan urusan masing masing. jadi kemana mana aku harus menggendong bayi kami

di rumah sakit, kami harus menunggu entah berapa jam, kurasakan cukup lama. apa lagi dengan tetep mendengar suara batuk dari suamiku, makin lama saja kurasa. dan aku masih duduk di ruang tunggu sambail tetep menggendong si kecil yang sesekali menangis entah minta apa. aku hanya bisa menyodorkan putingku untuk sekedar membuat tangisnya berhenti. dan ini sering kali berhasil.

begitu tiba gilirannya untuk diperiksa, aku tak ikut masuk ke ruangan periksa. aku takut. kurasa suamiku cukup lama berada di ruang dokter karena kakiku sendiri mulai kesemutan. kucoba menghilangkannya dengan sesekali berjalan berputar putar di ruang tunggu rumah sakit.

begitu suamiku keluar dari ruang tunggu, kulihat wajahnya kuyu, matanya sembab dan dia mulai terduduk dipojok ruang tunggu rumah sakit ini. dari mulutnya kudengar bahwa dia divonis terkena kanker paru paru, untuk memastikannya suamiku disuruh untuk me-rontgen paru parunya besok pagi. dengan memaksa si dokter suamiku tahu bahwa itu artinya hidupnya tak lama lagi.

yang lebih mengejutkan adalah bahwa kami juga harus memeriksakan si kecil agar diketahui bahwa si kecil tertular atau tidak. melihat bayi kami yang sering ikut ikutan batuk batuk kecil aku jadi khawatir, apalagi akhir akhir ini si kecil memang jadi rewel.

” dasar rokok sialan! ” teriak suamiku sesaat setelah bangun dari duduknya itu. dan itu merupakan kata kata terakhir yang kudengar dari mulaut suamiku sebelum akhirnya dia terjatuh dengan memegangi dadanya.

besok sore aku akan menagajak si kecil anak kami untuk melihat pusara bapaknya dan berdoa agar si kecil sehat sehat saja.

bdg, 18 september 2008
nb: ini repost dari blog saya di intranet! ditulis saat saya masih merokok sembunyi-sembunyi dari istri….

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2011 in cerita, Umum

 

Tag: ,

Repost: kapan ini akan berakhir?

kapan ini akan berakhir? tanyamu

aku tak tahu, mungkin takkan pernah… jawabku tak yakin

kok bisa? bukankah semua yang terjadi pasti akan berakhir?

ya, biasanya memang begitu, tapi khusus yang ini takkan pernah

apa kau yakin?

yakin, kenapa? kau ragu?

nggak. apa kau tak ingin mengakhirinya

tentu saja tidak. kau sendiri bagaimana? apa kau ingin mengakhirinya?

aku juga tidak. aku malah senang seperti ini.

apa kau bahagia?

aku bahagia. kau?

aku  bahagia

oya, aku masih penasaran. memangnya ini benar benar takkan berakhir?

apa kau tak yakin?

kenapa kau ganti nanya?

aku cuma pengen tahu dulu apa kau memang gak yakin.

aku cuma penasaran.

penasaran?

ya. penasaran

yakin cuma penasaran?

yakin!

oke kalau begitu

terus bagaiamana?

bagaimana apanya?

pertanyaanku tadi..

o itu…

iya itu

sebenarnya aku tak tau, tapi aku akan selalu berusaha agar ini takkan pernah berakhir

memangnya bisa?

aku akan berusaha, kau juga mau membantuku berusaha kan?

tentu… aku akan selalu disini

aku senang

kenapa?

ah, sepertinya kau terlalu banyak tanya

kau tak mau ditanya?

tentu saja aku mau. aku senang karena kau ada di sini

bukankah itu juga maumu?

apa kau tak mau?

tentu saja aku mau

apa benar ini takkan pernah berakhir? sampai kiamat?

aku tak tahu soal itu, tapi aku yakin ini takkan berakhir paling tidak sampai aku mati

kamu mati?

kita mati!

ya. sampai kita mati

sampai kita mati.

aku mencintaimu

aku juga mencintaimu

…..

bagimana dengan istri dan anakmu? tidakkah kau juga mencintai mereka?

kenapa kau tanya?

tak apa, pengen tahu saja.

tak usah kau bahas lah soal itu. bukankah yang penting saat ini aku bersamamu. tidakkah kau senang begitu?

aku senang. maafkan aku. aku mencintaimu

aku juga mencintaimu.

nb: repost tulisan lama dengan sedikit perubahan

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2010 in cerita

 

Tag: , , ,

Seekor kuda dengan sayap tersembunyi dengan seorang penunggang rahasia

From: aku
To: temenku yang mau nikah

kapan kau jadinya akan menikah, coy?

From: temenku yang mau nikah

aku masih menunggu kepastiannya

From: aku
To: temenku yang mau nikah

maksudmu kepastian apa?

From: temenku yang mau nikah

aku punya permintaan padanya sebelum dia bisa menikahiku

From: aku
To: temenku yang mau nikah

permintaan apa? jangan macem macem nanti malah menggagalkan pernikahanmu lho!

From: temenku yang mau nikah

aku tidak macem macem, aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalo aku takkan menikah dengan yang tidak bisa memenuhi permintaanku

From: aku
To: temenku yang mau nikah

apa permintaanmu? seminggu lagi hari pernikahanmu lho!

From: temenku yang mau nikah

kata siapa seminggu lagi? aku tak pernah bilang aku akan menikah dengannya seminggu lagi

From: aku
To: temenku yang mau nikah

lho, di undangan kan gitu! orang tuamu sendir yang bilang padaku dan memintaku datang sebagai sahabatmu.

From: temenku yang mau nikah

ah, itu kan hanya keinginan mereka saja. toh aku yang harus menjalani, bukan?

From: aku
To: temenku yang mau nikah

memngnya apa permintaanmu itu?

From: temenku yang mau nikah

buat apa kau tahu toh permintaanku itu bukan untukmu

From: aku
To: temenku yang mau nikah

aku perlu tahu

sebagai sahabatmu

From: temenku yang mau nikah

aku hanya ingin mewujudkan mimpiku

From: aku
To: temenku yang mau nikah

mimpi? apa?

From: temenku yang mau nikah

aku pernah bermimpi melihat Seekor kuda dengan sayap tersembunyi dengan seorang penunggang rahasia. mimpi itu berulang kali kawan hingga aku berjanji bahwa hanya penunggang rahasia itu yang akan menikahiku, tak boleh yang lain. dan jika dia yang dipilih orangtuaku itu adalah penunggang rahasia itu maka baru aku akan menikahinya.jika tidak maka sesekali pun tidak.

From: aku
To: temenku yang mau nikah

Seekor kuda dengan sayap tersembunyi dengan seorang penunggang rahasia? gila kau!

From: temenku yang mau nikah

mungkin aku memang gila, tapi begitulah permintaanku tak ada yang bisa merubahnya, tidak juga kau atau orangtuaku. dan diamlah tak usah kau beritahu sesiapa, hanya kau dan calon yang dipilih orangtuaku itu yang tahu.

smsan kami berhenti begitu saja, karena aku tak tahu harus berkata apa lagi, kurasa sahabatku sudah gila walau tak pernah kulihat kegilaan dari raut wajahnya. dan benar pernikahan itu tak pernah terjadi, orangtuanya begitu kecewa begitu bingung atas apa yang terjadi dengan anaknya tapi mereka tak dapat berbuat apa apa. begitu juga dengan calon pilihan orangtuanya, dia tak dpat memaksakan untuk menikah dengannya.

sejak peristiwa gaglnya pernikahan sahabatku itu, aku tak pernah berhubungan dengannya, aku merasa kecewa dengan sikapnya, hingga saat suatu malam kulihat seekor kuda putih berjalan berderap di depan rumahku dengan sepasang pengantin pria dan wanita menungganginya. kulihat kuda itu bersayap dan ketika kuda itu mengepakkan sayapnya maka sepasang pria wanita pengantin itu mulai melayang, mulai meninggalkan bumi, mulai terbang.

aku masih saja mengamati tingkah kuda yang bersayap itu terbang hingga aku merasa terkejut ketika kulihat si pria penunggang kuda itu melihat kearahku dan tersenyum. pria itu adalah sahabatku itu, yang kini telah menemukan mimpi yang telah dinantinya, mimpi yang tak masuk akal. mimpi ketika Seekor kuda dengan sayap tersembunyi dengan seorang penunggang rahasia menjemputnya untuk menikahinya.

bdg, 11 agustus 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 September 2008 in cerita

 

Tag: , ,

semalam bulan ada dua

semalem saat sendiri aku tak tau kenapa bisa seperti ini, tapi aku melihat bulan menjadi dua.

benar, bulan telah menjadi dua, aku bingung sejadi jadinya, tetep aja ada dua, tetep aja ada dua.

aku bingung jangan jangan ada yang salah dengan mataku ato mungkin otakku…mungkin memang mataku perlu diperiksakan ke dokter, dah lama sejak pertama kali pake kacamata dah gak pernah diperiksain lagi. kalo otakku yang salah tentu aku tak bisa berbuat apa apa.

aku bingung kenapa semalam bulan bisa ada dua,

semalem ketika pengen cari angin sebentar aku keluar rumah sambil membawa secangkir kopi. jam sembilan Pak Nasy masih membakar jagung di depan rumahnya, kucoba mengajaknya ngobrol ngalor ngidul hingga tak sengaja tak bermaksud apa apa aku melirik ke atas ke arah bulan, dan begitu kagetnya saat aku melihat bulan ada dua

kukucek mataku jangan jangan mataku yang lagi kabur, ternyata tidak, bulan tetep ada dua. dan kulihat Pak Nasy dan yang lain, mereka tetep terlihat satu, jadi bener bulan ada dua semalem tu.

tapi kenapa Pak Nasy terlihat biasa aja seolah olah bulan yang ada dua tu hal yang biasa. tapi tetep aku gak bisa menganggapnya biasa, karena ini sudah menyalahi hukum alam. bulan ada dua berdampingan bergerak di tempatnya seperti biasa, yang tidak biasa hanya malem ini bulan ada dua

aku tak berani menanyakan pada Pak Nasy ato yang lain apa mereka juga melihat kalo bulan ada dua karena aku takut dianggap gila. jadi terpaksa aku memendam itu sendiri sambil curi curi liat ke arah bulan jangan jangan tadi aku salah liat, tapi ternyata tetap sama, bulan tetep ada dua.

terpaksa aku meninggalkan Pak Nasy dan yang lain karena aku tak mau melihat keanehan alam yang terus seperti ini.

didalam rumah sesekali aku tetep melihat ke arah bulan dari jendela yang ada di kamar, dan tetep saja bulan ada dua.

sungguh aku merasa alam telah berubah, alam tak lagi mau memperlihatkan yang biasa dia perlihatkan. semalem bulan telah menjadi dua.

sampai pagi ini aku masih penasaran apa hanya aku yang semalem melihat bahwa bulan ada dua

sayang, apa semalem kamu melihat bulan?

kenapa dengan bulan?

semalem bulan ada dua

ada dua?

ada dua.

kenyataan atau mimpimu, sayang?

aku tak tahu pasti, tapi sangat terasa nyata.

tenang saja, ga usah terlalu dipikirkan. mungkin itu suatu pertanda

pertanda?

ya pertanda bahwa anak kita nanti akan lahir kembar

aku tak tahu kenapa istriku bisa merasa bulan ada dua tu hal biasa hanya sebagai pertanda bahwa anak kami akan lahir kembar. aku tak tahu dan mungkin benar aku tak harus memikirkannya. tapi aku masih penasaran apakah malam ini aku tetap akan melihat bulan ada dua. semoga saja….

oya, adakah diantara Anda semua yang semalem melihat bahwa bulan ada dua bergerak berdampingan di tempatnya?

bdg, 17 juni 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2008 in cerita

 

Tag: , , , , ,

lelah menjadi bidadari surga

suatu hari entah dimana

aku lelah

lelah?

ya, lelah.

lelah kenapa?

aku lelah hidup. aku lelah hidup seperti ini.

tapi bukankah kau memang harus hidup? masih banyak manusia yang membutuhkanmu, bukan?

tapi apa aku tak boleh sesekali mementingkan diriku sendiri? aku kan hanya ingin pergi sebentar.

kau mau pergi kemana?

aku ingin pergi ke dunia

ke dunia? untuk apa? bukankah semuanya bisa kau dapatkan di tempatmu itu

tidak semuanya.

tidak semuanya?

ya, disana aku tidak boleh mati. aku ingin tahu bagaimana rasanya mati

kau ingin mati? gila! apa kau sudah gila?

mungkin aku memang sudah gila, tapi kurasa yang membuatku tak bisa mati bisa saja lebih gila

jangan kau bicara begitu hanya untuk membenarkan keinginanmu!

aku juga tak menyalahkannya. aku hanya ingin menjadi apa yang kuinginkan

yang kau inginkan? yang kau inginkan itu bukanlah dirimu! kenpa harus kau ingkari siapa dirimu? disaat banyak manusia yang ingin sepertimu, kau gila malah ingin mati. kau ingin mengubah hukum alam. sungguh aku tak mengerti.

kau memang tidak harus mengerti, biarkan saja aku lakukan keinginanku.

meskipun aku tak mengerti, terus apa yang akan kau lakukan?

aku akan bicara padanya, aku ingin dia membuatku mati

kau sadar kan kalau sudah mati kau takkan hidup kembali?

aku sangat sadar dan aku sudah memikirkannya, aku akan terima segala akibatnya.

tapi kenapa? kenapa tiba – tiba kau ingin mati?

aku lelah, aku benar benar lelah. aku tak mau seperti ini terus.

apa yang sebenarnya yang kau cari dengan mati?

aku lelah karena manusia terus saja memujaku tanpa memperdulikan perasaanku. aku tak mau dipuja puja seperti itu, karena mereka tak tau aku. mereka selalu berharap dengan pujanya itu mereka bisa hidup bahagia di dunia, padahal aku tak tahu bagaimana rasanya bahagia itu, aku tak tahu rasanya senang, sedih, marah, terkena musibah atau bagaimana rasanya jatuh cinta sampai aku ketemu dirimu tentunya, beberapa tahun yang lalu. itu pun karena kau juga manusia, yang dengan segala upaya kau berhasil membuatku jatuh cinta.

berarti kau akan pergi meninggalkanku? meninggalkan cintamu..

maafkan aku

tapi bukankah sekarang kau sudah merasakan cinta dariku?

justru itulah yang membuatku ingin mati. aku telah merasakan rasanya jatuh cinta, tapi sampai kapan? suatu hari nanti kau akan mati, sedangkan aku… makanya aku harus mati

tak maukah kau tunggu aku?

aku mau saja menunggumu, tapi bukankah rasa cinta kita ini sebenarnya juga sudah salah? bukankah tak seharusnya seorang manusia mencintai seorang bidadari surga yang abadi?

aku tahu dan aku rasa aku menegerti keinginanmu

jadi kau mau mengerti?

apapun, cintaku…

terima kasih…

dan kami pun berpelukan untuk yang terakhir kali, karena sejak saat ini aku tak tahu apa aku masih bisa menemui dirinya lagi, karena dia sudah mati….

bdg, 19 juni 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2008 in cerita

 

Tag: , , , ,