RSS

Arsip Tag: Bajaj

Motor-motor yang layak ditunggu di 2012

Rencana ganti motor sepertinya gak bisa segera direalisasikan, namun berbagai pilihan yang nyangkut dihati pun bisa disebutkan. Berikut beberap kandidat motor yang sebenarnya belum dijual dimari tapi telah memikat hati.

1. Suzuki GW 250

40jutaan? terlalu mahal.......

Sudah sejak kabar diperkenalkan mootor ini di China, saya tertarik. Tampilannya yang bak moge sempet membuat niat hati menunggu ni motor, tapi begitu ada kabar kalo motor ini bakal dibanderol di 40jutaan, sensasi 2 silinder nakedbike itu rasanya kurang sepadan jika harus memaksakan diri untuk meminangnya….

Motor ini sebanrnya yang paling sesuai dengan kebutuhan, jok yang masih nyambung akan masih terasa nyaman meski bawa anak-anak….

2.KTM Duke 200

dengan jaringan baru? harganya bakalan premium

KTM Duke 200 jelas memikat, tampilan yang sangar sempat memikat hati, apalagi dibekali mesin dari pabrikan jagoan garuk tanah, wuih…rasanya pasti maknyus, meski rasanya gak bakalan nyaman jika harus bawa anak-anak….

Namun, kabar bahwa motor ini akan dibawa KTM dengan membuat jaringan baru, tidak nebeng dengan Bajaj membuat saya pesimis dengan harganya. Rasa-rasanya gak bakal motor ini dijual dibawah 30juta… Jika harus bayar motor 200cc diatas 30 juta, ya saya belum siap…..

3. Bajaj Pulsar 200 NS

22-23juta sangat menjanjikan....

Kabar terbaru diabawa Bajaj, BAI berencana membawa gen terbaru Pulsar ke Indonesia 3-4 bulan sejak diluncurkan di Indaia APril nanti. Dengan tampilan baru dan perpaduan dengan teknologi KTM, saya rasa saya jadi terpikat lagi dengan motor Bajaj setlah P220 yang sebelumnya sempat memikat hati tapi urung dibeli karena berbagai pertimbangan…

Kabarnya motor ini akan dijual direntang 22-23 juta, so rasanya motor ini akan sangat worth it apalagi dibandingkan dengan motor lain yang sekelas yang dijual lebih mahal dan dengan spesifikasi yang jadul….

Hmmmm…akankah saya kembali berencana membeli motor tahun ini? atau saya akan kembali memberikan banyak pertimbangan yang akhirnya kembali menggagalkan renvcana awal saya?Episode bingung MOde: on

katanya mirip cb1000 ya?

Itu saja.

NB: ganang sedang merasa bosan bekerja, pengen minggat aja tapi kok gak tega…..

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Februari 2012 inci cerita, goblog, motor

 

Tag: , , , , , ,

KTM Duke 200 dijual 25 juta? gak bakalan!

Membaca tulisan mbah dukun disini, saya jadi geli. Mosok iyo KTM Duke 200 bakal dihargai 25juta. Opo yo mungkin? Kalo ngeliat gelagat harga jual produk-produk Bajaj sih mungkin saja, liat aja Pulsar 220 yang hanya dihargai 18,6juta saja. Tapi ini KTM bro, bukan KTMnya si Inul, tapi KTM Austria yang namanya aja dah dikenal sebagai kampiun Dakkar. KTM tu jagonya motor garuk tanah, bukan jagonya jualan motor murah.

gambarnya duke 125 sajalah

gambarnya duke 125 sajalah

Memang sih Bajaj punya 39% saham KTM, tapi 39% tu belum tentu pemegang saham mayoritas, jadi keputusan harga jual sih pengaruh 39% itu gak banyak, justru seharusnya kepemilikan saham itu dimanfaatkan Bajaj untuk dapet bagian keuntungan dari KTM, bukan malah ngurangin keuntungan (kalo nurunin harga kan keuntungan jadi berkurang, asumsi biaya produksi sama).

Alih teknologi sih boleh aja, tapi dari KTM ke Bajaj kan? bukan sebaliknya tho? soalnya secara pengalaman dan pendapat pasar, produk KTM lebih diakui di dunia daripada produk Bajaj.

Nah, kalo mo harga murah, solusinya KTM Duke bisalah kalo di spec down, tapi opo yo mau? Konsumen apa yo mau beli kalo tahu produknya adalah produk spec down, beda dengan yang dibeli dari negara lain? Trus yang jelas, apa iya KTM mau jual produk yang gak sesuai standar kualitasnya selama ini? apa gak akan mengurangi nilai nama besar KTM?

Solusi lain, misalnya gabungin gerai KTM dengan Bajaj. Di Indonesia ini, Bajaj sudah datang lebih dulu, jauh sebelum rencana Duke 200 masuk di mari, jika Duke 200 nanti dijual bareng dengan Pulsar di dealernya Bajaj, maka orang akan menganggapnya Duke itu produknya Bajaj, jadinya bisa disebut Bajaj Duke 200, atau Pulsar Duke 200. Apa ya mau KTM yang punya nama lebih besar harus tunduk dibawah Bajaj yang notabene memiliki 39% sahamnya? sekuat itukah 39% itu?

Bajaj konsen ke Pulsar dan Avenger

Firasat saya, KTM Duke 200 akan dijual tersendiri dengan jaringan KTM, lepas dari bayang-bayang Bajaj. KTM akan membuat jaringan baru yang tidak terlalu banyak, hanya akan ada i kota-kota besar saja. Dengan iklan di TV yang lumayan banyak dan sering, baru kemudian KTM bisa membawa nama Bajaj sebagai dealer yang bisa didatangi untuk urusan beli motornya ataupun bengkelnya, khusunya untuk yang di daerah. Yang di kota, tetep di dealer KTM.

Bajaj sendiri untuk tahun 2012 akan lebih konsen pada Avenger dan pengembangan Pulsar versi 2012. Avenger akan dibawa bulan Maret 2012 (baca disini), sedangkan Pulsar yang baru akan dibawa beberapa bulan setelahnya, setelah penjualan Avenger dan Duke 200 mapan.

Soal berita generasi Pulsar 2012 memakai teknologi dan mesin KTM Duke ya mungkin saja. Bagi KTM, itu sih gak masalah, mo dijual murah ya gak papa, yang penting tetap dengan desain dan nama Bajaj, jadi gak akan merusak nama KTM. Nah, soal desain tentunya gak boleh mengarah ke desain Duke, tapi tetep harus berupa mirip Pulsar. Monoshock boleh dipake, mesin boleh dipake, tapi ciri khas Bajaj DTS-i apa juga mo diilangin? Kalo iya, berarti Bajaj yang gak punya identitas. Harusnya setiap pabrikan punya identitas yang berbeda dengan pabrikan lain dan tidak menghilangkannya hanya untuk jualan lebih banyak. Gak semua penyanyi itu harus gabung jadi boyband hanya agar disukai abege!

Wong soal injeksi aja Bajaj gak mau make, masak mau make mesin KTM 100% sih? kan sahamnya cuma 39%? Jika soal injeksi aja gak mau ikut-ikutan kenapa juga harus jual jatidiri DTS-i hanya demi jualan lebih banyak? Pabrikan yang langgeng adalah pabrikan yang punya jatidiri, begitu kira-kira.

Biarkan KTM Duke 200 berjalan sendiri, dengan harga yang pantas sesuai dengan spesifikasi. JIka mampu mengurangi biaya produksi, toh diturunkan sedikit ya gak masalah. Tapi dijual dengan harga murah, hanya demi mengikuti pemilik 39% saham? mbok ya jangan rendah diri!

Oya, jika PUlsar 2012 bener make mesin Duke 100% tanpa spec down tentunya harga Pulsar lah yang harus dinaikkan, bukan harga Duke yang dibikin murah. Pulsar bermesin Duke dihargai seharga motor Jepang, rasanya bisa diterima. Pulsar Duke 200 (bermesin Duke 200, desain dan lainnya khas Pulsar) dihargai sama dengan HOnda Tiger, 25 juta, ini baru bisa…..

Sekian. Itu saja!

NB: tapi sebagai konsumen, harga makin murah sih makin seneng aja….

 

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2011 inci goblog

 

Tag: , , , , , , ,

Pembodohan Otomotif ala Bajaj?

Bicara soal Bajaj Pulsar 220, saya jadi inget saat pertamanya dilauncing di negeri ini. ” Buat yang suka kencang” begitu tagline motor kasta tertinggi Bajaj.

Pertama mendengarnya, sebenarnya gak kepikiran apa-apa. Cuma ngerasa gak enak di denger aja. ATPM kok ngajarin ngebut, padahal jelas Bajaj belum ikutan balapan di sirkuit. Jadi, tagline itu rasa-rasanya membuat saya merasa Bajaj mengajak konsumen pembeli P220 buat ngebut di jalanan. Bagi saya yang gak beli P220 sih gak terlalu masalah, paling was-was aja kalo ketemu P220, takut pengendaranya negbut di jalanan sempit trus nyenggol saya.

Selama ini saya punya pandangan baik buat para pengendara Pulsar, kecuali setelah ada insiden beberapa waktu lalu (baca disini).

Namun, setelah membaca berita dari detik oto disini, saya jadi ragu dengan niat baik Bajaj masuk Indonesia.

dalam berita di detik oto itu disebutkan bahwa

“Kami belum akan menggunakan sistem injeksi,” ujar Vice President Director, Dinesh Kulkarni, di Jakarta, Kamis (8/12/2011).Dinesh pun mencoba menjelaskan apa yang menjadi alasan produk Bajaj tidak akan menggunakan sistem injeksi di varian mereka. “Tidak menggunakan injeksi pun mesin kami irit dan masih mampu mengeluarkan tenaga besar,” tambahnya (Detik oto).

Nah lho, apa ATPM lain make mesin injeksi tu sekedar buat ngirit aja? Bukan sekedar itu coy…. Injeksi salah satu alasannya buat menyongsong aturan Pemerintah tentang standar emisi Euro 3 tahun 2013. Lah ini malah njawabnya tentang irit. Iritnya motor berinjeksi itu adalah side effect aja coy… Tujuan make injeksi tu biar pencermaran udara gak makin parah, biar manusianya bisa bernafas dengan lebih banyak menghirup Oksigen, bukan biar motor irit dan tenaga gedhe.

Naiknya tenaga karena make mesin injeksi tu ya sama aja kayak iritnya, keduanya sekedar efek samping yang baik aja. Tujuan utamanya ya biar langit negeri ini makin bersih.

Dua hal di atas membuat saya berfikir kembali tentang komitmen Bajaj di Indonesia, sekedar urusan bisnis atau ada kepedulian dengan negeri ini. Dan ternyata jelas hanyalah masalah bisnis semata. Dan saya menyebutnya sebagai pembodohan otomotif ala Bajaj. Jika kata “pembodohan otomotif tidaklah benar, maka mungkin ada yang menyarankan saya menggunakan kata lain? Karena saya sejujurnya tidak terlalu tahu pasti apa maksud “pembodohan otomotif”

Oya, jika memang produk Bajaj sudah memenuhi standar Euro 3, kenapa tidak bilang kalo mereka tidak memakai mesin injeksi karena produknya sudah lolos standar emisi?

Atau

Kalo memang Bajaj merasa tidak perlu memakai mesin injeksi untuk lolos Euro 3, kenapa juga gak bilang kalo Bajaj gak perlu make mesin injeksi karena ada tambahan alat yang bisa bikin produk Bajaj lolos Euro 3?

Lha

Kok malah bilang gak mau make mesin injeksi karena motor Bajaj sudah irit dan tenaga gedhe?

Hmmmmm….

Itu saja!

NB: ide diambil dari tulisan ini.

 
39 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Desember 2011 inci goblog, motor, otomotif

 

Tag: , ,

Pulsarian ngawur, efek penjualan laris Bajaj?

beberapa hari lalu ketika pulang kantor sendirian, hal yang sama dengan sebelumnya terjadi. Seseorang menyenggol spion saya sampai saya mau jatuh. Dari sebelah kiri.

Yang jadi masalah, kali ini yang nyenggol adalah seorang pengendara Pulsar 135, yang biasanya saya lihat cukup sopan. Lha kok waktu itu, habis nyenggol saya langsung ngacir aja, malah makin ngebut aja, padahal jelas-jelasa saya hampir jatuh. Untungnya gak jatuh jiuga sih.

menurut saya bodynya paling prporsional di antara keluarga Pulsar

Sebenernya pengen ngejar trus marah-marah, tapi saya tahu diri, meski MIchael lebih gede cc-nya, tapi Michael dah gak bisa lari. Apalagi secara penampakan, P135 yang barusan nyenggol itu masih baru.

Yang jadi pertanyaan saya kemudian, apa ini efek larisnya P135? sehingga pembelinya bukan lagi orang yang ngerti motor, tapi cuma penunggang-penunggang bebek yang pengen ganti motor sport?

Awal Bajaj di Indonesia, dengan harga P180 yang hampir sama dengan harga motor sport Jepang, pengendara P180 adalah orang-orang yang benar2 ngerti motor, tapi setelah harga diturunin dan harga P135 tak lebih mahal dari harga bebek, ya semua penunggang bebek jadi beli motor sport.

Efeknya? saya seperti menimpa saya itu.

Itu saja!

NB: sayangnya gak sempet nginget plat nomornya…..

 
27 Komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2011 inci goblog, motor

 

Tag: , ,