RSS

Arsip Kategori: goblog

Regulasi Mobil Plat Merah Ga Boleh Pake Premium Sudah Banyak Diakali

Sejak 1 Juni 2012, mobil pemerintahan, BUMN, dan BUMD di Jabodetabek dilarang menggunakan BBM subsidi. Akibatnya Konsumsi premium pun turun 2,4%, dan penjualan pertamax naik 8,4%. (baca disini)

Nah, kok sepertinya mudah banget ya, begitu diperintah maka pejabat pengguna mobil dinas langsung nurut gak pake Premium, apa sebabnya ya?

Kalo yang belum tahu mungkin akan heran kok PNS nurut2 ya? hmmm…sebenarnya PNS pemegang mobil dinas (mobdin) mendapat jatah voucher BBM sejumlah tertentu untuk masing-masing mobdin, misalkan saja untuk satu mobdin dapat 50liter BBM. Disini, ketika ada perintah dari atasan untuk tidak memakai Premium, ada dua hal yang dilakukan oleh Bagian Pengadaan di masing2 instansi.

Pertama, mengurangi jumlah liter yang diberikan untuk masing-masing mobdin, karena toh anggaran untuk pengadaan BBM tidak dinaikkan seiring perintah pelarangan penggunaan Premium. Jadi satu mobdin yang semula mendapat 50 liter BBM jenis Premium akan dikurangi menjadi misalnya 30 liter Pertamax per bulan.

Kedua, mengurangi atau menghilangkan jatah salah satu mobdin untuk diberikan kepada mobdin lain (biasanya mobdin yang dipakai pejabat yang lebih tinggi)

Namun, kenyataannya banyak juga pengguna mobdin yang tetep bandel memakai Premium, karena memang tidak semua pengguna mobdin mendapat jatah BBM bulanan. Biasanya jatah BBM hanya diberikan untuk mobdin yang dipakai eselon 3 ke atas.

Lalu, bagaimana cara menyiasati agar mobdin bisa tetep nenggak Premium

Pertama, ganti plat nomernya menjadi plat hitam. Nah, disini banyak penjaga SPBU tentu tidak bisa membedakan yang mana mobdin plat merah dan yang mana mobil pribadi. Untuk mengetahuinya, ada beberpa cara, salah satunya dengan melihat plat nomornya sendiri. Seperti diketahui bahwa Untuk kendaraan dinas dan operasional pemerintah eselon tinggi seperti menteri dan jajarannya, saat tidak menghadiri acara kenegaraan atau berdinas, maka 3 huruf seri akhir plat akan menggunakan format RF dan huruf pembeda sesuai kategori jabatan. Jika digunakan untuk mengikuti acara kenegaraan atau berdinas makan plat akan diubah menjadi RI-XX. (baca disini)

Jadi misalkan ada mobil yang meskipun warna platnya hitam, tapi nomor platnya B 1234 RFS, maka mobil itu sebenarnya plat merah. Begitu juga dengan nomor RI-12, atau yang lainnya…

Selain itu, yang mungkin masih jarang diketahui adalah pengaturan penomoran mobdin yang lama belum memakai aturan tersebut, namun diserahkan pada masing2 daerah. Sepertti di Jakarta (plat B), tanda mobdin plat merah juga memakai huruf Q, misalnya B 1234 LQ, B 1234 SQN. Yup, penempatan huruf Q ini seperti contoh tersebut, jika ada 3 huruf di belakang angka, maka huruf Q ada ditengah, jika hanya ada 2 huruf di belakang angka, maka huruf Q-nya ada di paling belakang.

Jadi, meskipun nomor polisinya berwarna hitam, namun kalo nomrnya sedemikian, maka sebenarnya mobil dan juga motor tersebut adalah mobdin plat merah yang tidak boleh nenggak pensiun.

Cara kedua, bisa saja bagian Pengadaan BBM tetap membeli Premium dengan mengindahkan perintah atasan, alasannya jika anggarannya tetap dan dipaksa beli Pertamax, maka jatah BBM yang diberikan akan kecil dan tak jarang ada pejabat yang protes dengan keadaan itu, so daripada ada masalah dengan pejabat tersebut ya mending dibeliin premium aja.

Bagaimana dengan penempelan stiker ” Mobil bebas Premium” yang digembor-gemborkan?

Hmmm…sepertinya itu hanya wacana, karena kenyataannya masih banyak banget mobil plat merah yang gak ditempel stiker, apalagi mobdin yang sudah diganti warna platnya jadi item, belum pernah nemuin ditempel stiker itu.

So, …?

Ya kembali ke kesadaran masing-masing aja…

Itu saja dulu.

NB: Banyak pejabat pengguna mobdin (juga motdin) merasa memakai kendaraan yang toh bukan miliknya jadinya ya makainya asal-asalan pun bebas aja, ada anggaran pemeliharaannya ini….

Iklan
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Juni 2012 in goblog, otomotif, Umum

 

Akhir yg bagus buat VR46 di Le Mans

Runner up….

Karena efek cuaca?

Ato motor dah sesuai keinginan?

Kita liat di race selanjutnya!

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2012 in goblog, otomotif

 

Tag: , ,

Motor-motor yang layak ditunggu di 2012

Rencana ganti motor sepertinya gak bisa segera direalisasikan, namun berbagai pilihan yang nyangkut dihati pun bisa disebutkan. Berikut beberap kandidat motor yang sebenarnya belum dijual dimari tapi telah memikat hati.

1. Suzuki GW 250

40jutaan? terlalu mahal.......

Sudah sejak kabar diperkenalkan mootor ini di China, saya tertarik. Tampilannya yang bak moge sempet membuat niat hati menunggu ni motor, tapi begitu ada kabar kalo motor ini bakal dibanderol di 40jutaan, sensasi 2 silinder nakedbike itu rasanya kurang sepadan jika harus memaksakan diri untuk meminangnya….

Motor ini sebanrnya yang paling sesuai dengan kebutuhan, jok yang masih nyambung akan masih terasa nyaman meski bawa anak-anak….

2.KTM Duke 200

dengan jaringan baru? harganya bakalan premium

KTM Duke 200 jelas memikat, tampilan yang sangar sempat memikat hati, apalagi dibekali mesin dari pabrikan jagoan garuk tanah, wuih…rasanya pasti maknyus, meski rasanya gak bakalan nyaman jika harus bawa anak-anak….

Namun, kabar bahwa motor ini akan dibawa KTM dengan membuat jaringan baru, tidak nebeng dengan Bajaj membuat saya pesimis dengan harganya. Rasa-rasanya gak bakal motor ini dijual dibawah 30juta… Jika harus bayar motor 200cc diatas 30 juta, ya saya belum siap…..

3. Bajaj Pulsar 200 NS

22-23juta sangat menjanjikan....

Kabar terbaru diabawa Bajaj, BAI berencana membawa gen terbaru Pulsar ke Indonesia 3-4 bulan sejak diluncurkan di Indaia APril nanti. Dengan tampilan baru dan perpaduan dengan teknologi KTM, saya rasa saya jadi terpikat lagi dengan motor Bajaj setlah P220 yang sebelumnya sempat memikat hati tapi urung dibeli karena berbagai pertimbangan…

Kabarnya motor ini akan dijual direntang 22-23 juta, so rasanya motor ini akan sangat worth it apalagi dibandingkan dengan motor lain yang sekelas yang dijual lebih mahal dan dengan spesifikasi yang jadul….

Hmmmm…akankah saya kembali berencana membeli motor tahun ini? atau saya akan kembali memberikan banyak pertimbangan yang akhirnya kembali menggagalkan renvcana awal saya?Episode bingung MOde: on

katanya mirip cb1000 ya?

Itu saja.

NB: ganang sedang merasa bosan bekerja, pengen minggat aja tapi kok gak tega…..

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Februari 2012 in cerita, goblog, motor

 

Tag: , , , , , ,

GSR750 ABS 2012, sekedar mimpi bagi PNS gendut?

Saya bukan PNS muda berekening gendut yang sering diberitakan akhir-akhir ini. Kalo soal PNS, oke saya PNS. Kalo soal muda, ya kalo 28 mah emang masih muda kan ya?

Trus soal rekening, ya tentu saya punya rekening, wong gaji jelas ditransfer kok. Tapi kalo yang gendut, ya jelas itu adalah perut saya, bukan rekening saya.

mimpi PNS gendut?

Oke, gak usah panjang-panjang yang gak penting. Sebenarnya saya cuma mau bilang kalo saya tuh naksir berta dengan motornya Suzuki, si GSR750, tapi selain emang gak atau belum dijual di mari, toh kalo pun dijual dimari, apalah daya yang saya punya untuk membelinya wong gaji aja sering gak nyisa buat biaya hidup ma ngelunasih utang-utang je…

Jelaslah GSR750 ABS 2012 hanyalah mimpi, so nglirik yang lain deh. Yup, tetep dengan produk Suzuki, kini GW250 telah memikat saya, tapi berbagai kabar yang menyebutkan GW250 bakal di banderol 40jutaan, tentu membuat niat saya kembali ciut. Bagi PNS muda yang gendut seperti saya, duit 40 juta berarti tabungan beberapa tahun, dan rasanya gak ikhlas banget 40 juta hanya untuk sebuah motor, meskipun keinginan ini sudah sangat…

semoga bisa beli, meski tak dalam waktu dekat....

40 juta mah mending beliin mobil-mobil seken, macam Toyota Corolla Twincam tahun-tahun awal, biar bisa ngangkut istri dan anak-anak. Kalo motor mah cuma bisa berdua… Secinta-cintanya saya dengan motor, rasanya saya belum akan beli motor 40jutaan sebelum bisa beli mobil….

Nah, kembali ke GSR750 ABS 2012. mungkin PNS muda berekening gendut bisa beli dengan mudah tu mongtor, tapi bagi PNS muda gendut yang satu ini (saya) rasanya GSR750 ABS 2012 hanyalah mimpi…

mobil tua tapi ternyata masih mahal........

Itu saja!

NB: episode curhat, tapi insyaAllah tetep selalu bersyukur…..

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2012 in cerita, goblog, motor, otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

Riders (Pembalap) ndlosor sendiri, kalo bikers ndlosor barengan?

alm. simoncelli jatuh sendirian

Barusan dapet kabar dari tetangga kalo tukang sayur yang biasa lewat depan rumah ketabrak (entah oleh mobil atu motor) dan saat ini kondisinya kritis. Beberapa ibu-ibu pelanggannya pun datang menengoknya, tapi istri saya gak ikut, selain karena emang jarang beli ke bapaknya itu, istri saya juga gak tahu kabar tersebut…

Nah, kabar itu mengingatkan saya dengan lamunan saya ketika tadi saya pulang dari kantor. Yup, selama di jalan pulang, saya ngelamun sambil tetap naik motor, sampai-sampai saya kagey pas nyadar kok sudah deket rumah…

gini nih yang sering terjadi

Oke, lamunan saya tadi isinya sebuah pernyataan dan pertanyaan. Riders, maksud saya pembalap yang biasa mbalap di sirkuit, seringnya kan jatuh karena ndlosor sendiri, ya kurang sip dalam memacu motornya lah, sedikit sekali yang jatuh karena senggolan dengan pembalap lain. Nah, kalo ngeliat di jalanan, kok lebih sering para bikers, maksudnya pengendara motor, yang jatuh tu karena senggolan, jarang sekali yang jatuh sendirian…

yang jarang terjadi

Nah, beberapa pemikiran pun terlintas…

1. Para bikers lebih mahir memacu motor daripada riders. Ini tentu jelas salah. Tapi wajarlah, wong ini pemikiran pas ngelamun di jalan je….

2. Para Bikers itu gampang tergoda, sehingga mengurangi konsentrasinya berkendara. BIsa karena mikirin kerjaan di kantor, masalah dengan keluarga di rumah, atau tak sengaja melihat sesuatu yang menarik macam moge yang dipinginin, makanan yang disukai atau cewek cantik nan aduhai…

terlihat 2 motor terlibat tabrakan

3. Para Bikers itu kurang peduli sekitar, jadi biarpun di depannya ada motor lain ya dihajar aja, jadinya senggolan atau malah nabarak, so jatuh deh….

4. Ada pengganggu menghadang, macam mobil yang tiba-tiba menghadang, atau tukang jualan mie ayam yang lagi dorong gerobak, atau pejalan kaki yang nyebrang sembarangan….

5. Bikersnya lagi ngelamunin kenapa bikers tu kalo ndlosor jarang barengan….nah ini maksudnya ya saya tadi, so jangan ditiru….

makanya jangan suka ngelamun! hehehe

Sekian. Itu saja!

NB: lama gak jumpa ganang, kemana ya dia sekarang?

* semua gambar dari google

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Januari 2012 in cerita, goblog, motor

 

Tag: , , , , , , , , , ,

Oleh-oleh dari Jogja! Yang klasik dan yang Manteb!

Oke, beberapa waktu lalu saya ke Jogja dalam urusan pekerjaan. Namun, selain kerjaan, ada beberapa hal seputar kendaraan bermotor yang saya dapat, meskipun sebagian besar sampeyan mungkin sudah pada tahu. Berikut beberapa fotonya (salah setting kamera hape jadinya resolusinya kecil)

1.Di warung pecel SGPC

Morris, klasik.............jarang ngeliat

2. Di tempat mantan rumah mbah Maridjan

akibat wedus gembel, seonggok bekas Satria dan Supra

katanya emang ni ban asli waktu kena wedus gembel, masih utuh....Mantab!

3. Makan malem di Oemah Djowo

deretan motor lawas di Oemah Djowo

4. Test ride Kawasaki Ninja 250 milik mantan atasan (Narsis mode:on)

foto nampang doang, soalnya pas test ridenya gak kepikiran minta dipotoin

Larinya Mantab!

5. Oleh-oleh buat Jagoanku motor-motoran ma mobil-mobilan belum sempet difoto udah pada rusak……

Itu saja

NB: Kerjaan waktu di Jogja banyak, jadi cuma sempet maen hari sabtu  aja……..

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 21 Desember 2011 in goblog

 

Tag: , , , , , , ,

KTM Duke 200 dijual 25 juta? gak bakalan!

Membaca tulisan mbah dukun disini, saya jadi geli. Mosok iyo KTM Duke 200 bakal dihargai 25juta. Opo yo mungkin? Kalo ngeliat gelagat harga jual produk-produk Bajaj sih mungkin saja, liat aja Pulsar 220 yang hanya dihargai 18,6juta saja. Tapi ini KTM bro, bukan KTMnya si Inul, tapi KTM Austria yang namanya aja dah dikenal sebagai kampiun Dakkar. KTM tu jagonya motor garuk tanah, bukan jagonya jualan motor murah.

gambarnya duke 125 sajalah

gambarnya duke 125 sajalah

Memang sih Bajaj punya 39% saham KTM, tapi 39% tu belum tentu pemegang saham mayoritas, jadi keputusan harga jual sih pengaruh 39% itu gak banyak, justru seharusnya kepemilikan saham itu dimanfaatkan Bajaj untuk dapet bagian keuntungan dari KTM, bukan malah ngurangin keuntungan (kalo nurunin harga kan keuntungan jadi berkurang, asumsi biaya produksi sama).

Alih teknologi sih boleh aja, tapi dari KTM ke Bajaj kan? bukan sebaliknya tho? soalnya secara pengalaman dan pendapat pasar, produk KTM lebih diakui di dunia daripada produk Bajaj.

Nah, kalo mo harga murah, solusinya KTM Duke bisalah kalo di spec down, tapi opo yo mau? Konsumen apa yo mau beli kalo tahu produknya adalah produk spec down, beda dengan yang dibeli dari negara lain? Trus yang jelas, apa iya KTM mau jual produk yang gak sesuai standar kualitasnya selama ini? apa gak akan mengurangi nilai nama besar KTM?

Solusi lain, misalnya gabungin gerai KTM dengan Bajaj. Di Indonesia ini, Bajaj sudah datang lebih dulu, jauh sebelum rencana Duke 200 masuk di mari, jika Duke 200 nanti dijual bareng dengan Pulsar di dealernya Bajaj, maka orang akan menganggapnya Duke itu produknya Bajaj, jadinya bisa disebut Bajaj Duke 200, atau Pulsar Duke 200. Apa ya mau KTM yang punya nama lebih besar harus tunduk dibawah Bajaj yang notabene memiliki 39% sahamnya? sekuat itukah 39% itu?

Bajaj konsen ke Pulsar dan Avenger

Firasat saya, KTM Duke 200 akan dijual tersendiri dengan jaringan KTM, lepas dari bayang-bayang Bajaj. KTM akan membuat jaringan baru yang tidak terlalu banyak, hanya akan ada i kota-kota besar saja. Dengan iklan di TV yang lumayan banyak dan sering, baru kemudian KTM bisa membawa nama Bajaj sebagai dealer yang bisa didatangi untuk urusan beli motornya ataupun bengkelnya, khusunya untuk yang di daerah. Yang di kota, tetep di dealer KTM.

Bajaj sendiri untuk tahun 2012 akan lebih konsen pada Avenger dan pengembangan Pulsar versi 2012. Avenger akan dibawa bulan Maret 2012 (baca disini), sedangkan Pulsar yang baru akan dibawa beberapa bulan setelahnya, setelah penjualan Avenger dan Duke 200 mapan.

Soal berita generasi Pulsar 2012 memakai teknologi dan mesin KTM Duke ya mungkin saja. Bagi KTM, itu sih gak masalah, mo dijual murah ya gak papa, yang penting tetap dengan desain dan nama Bajaj, jadi gak akan merusak nama KTM. Nah, soal desain tentunya gak boleh mengarah ke desain Duke, tapi tetep harus berupa mirip Pulsar. Monoshock boleh dipake, mesin boleh dipake, tapi ciri khas Bajaj DTS-i apa juga mo diilangin? Kalo iya, berarti Bajaj yang gak punya identitas. Harusnya setiap pabrikan punya identitas yang berbeda dengan pabrikan lain dan tidak menghilangkannya hanya untuk jualan lebih banyak. Gak semua penyanyi itu harus gabung jadi boyband hanya agar disukai abege!

Wong soal injeksi aja Bajaj gak mau make, masak mau make mesin KTM 100% sih? kan sahamnya cuma 39%? Jika soal injeksi aja gak mau ikut-ikutan kenapa juga harus jual jatidiri DTS-i hanya demi jualan lebih banyak? Pabrikan yang langgeng adalah pabrikan yang punya jatidiri, begitu kira-kira.

Biarkan KTM Duke 200 berjalan sendiri, dengan harga yang pantas sesuai dengan spesifikasi. JIka mampu mengurangi biaya produksi, toh diturunkan sedikit ya gak masalah. Tapi dijual dengan harga murah, hanya demi mengikuti pemilik 39% saham? mbok ya jangan rendah diri!

Oya, jika PUlsar 2012 bener make mesin Duke 100% tanpa spec down tentunya harga Pulsar lah yang harus dinaikkan, bukan harga Duke yang dibikin murah. Pulsar bermesin Duke dihargai seharga motor Jepang, rasanya bisa diterima. Pulsar Duke 200 (bermesin Duke 200, desain dan lainnya khas Pulsar) dihargai sama dengan HOnda Tiger, 25 juta, ini baru bisa…..

Sekian. Itu saja!

NB: tapi sebagai konsumen, harga makin murah sih makin seneng aja….

 

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2011 in goblog

 

Tag: , , , , , , ,