RSS

Regulasi Mobil Plat Merah Ga Boleh Pake Premium Sudah Banyak Diakali

20 Jun

Sejak 1 Juni 2012, mobil pemerintahan, BUMN, dan BUMD di Jabodetabek dilarang menggunakan BBM subsidi. Akibatnya Konsumsi premium pun turun 2,4%, dan penjualan pertamax naik 8,4%. (baca disini)

Nah, kok sepertinya mudah banget ya, begitu diperintah maka pejabat pengguna mobil dinas langsung nurut gak pake Premium, apa sebabnya ya?

Kalo yang belum tahu mungkin akan heran kok PNS nurut2 ya? hmmm…sebenarnya PNS pemegang mobil dinas (mobdin) mendapat jatah voucher BBM sejumlah tertentu untuk masing-masing mobdin, misalkan saja untuk satu mobdin dapat 50liter BBM. Disini, ketika ada perintah dari atasan untuk tidak memakai Premium, ada dua hal yang dilakukan oleh Bagian Pengadaan di masing2 instansi.

Pertama, mengurangi jumlah liter yang diberikan untuk masing-masing mobdin, karena toh anggaran untuk pengadaan BBM tidak dinaikkan seiring perintah pelarangan penggunaan Premium. Jadi satu mobdin yang semula mendapat 50 liter BBM jenis Premium akan dikurangi menjadi misalnya 30 liter Pertamax per bulan.

Kedua, mengurangi atau menghilangkan jatah salah satu mobdin untuk diberikan kepada mobdin lain (biasanya mobdin yang dipakai pejabat yang lebih tinggi)

Namun, kenyataannya banyak juga pengguna mobdin yang tetep bandel memakai Premium, karena memang tidak semua pengguna mobdin mendapat jatah BBM bulanan. Biasanya jatah BBM hanya diberikan untuk mobdin yang dipakai eselon 3 ke atas.

Lalu, bagaimana cara menyiasati agar mobdin bisa tetep nenggak Premium

Pertama, ganti plat nomernya menjadi plat hitam. Nah, disini banyak penjaga SPBU tentu tidak bisa membedakan yang mana mobdin plat merah dan yang mana mobil pribadi. Untuk mengetahuinya, ada beberpa cara, salah satunya dengan melihat plat nomornya sendiri. Seperti diketahui bahwa Untuk kendaraan dinas dan operasional pemerintah eselon tinggi seperti menteri dan jajarannya, saat tidak menghadiri acara kenegaraan atau berdinas, maka 3 huruf seri akhir plat akan menggunakan format RF dan huruf pembeda sesuai kategori jabatan. Jika digunakan untuk mengikuti acara kenegaraan atau berdinas makan plat akan diubah menjadi RI-XX. (baca disini)

Jadi misalkan ada mobil yang meskipun warna platnya hitam, tapi nomor platnya B 1234 RFS, maka mobil itu sebenarnya plat merah. Begitu juga dengan nomor RI-12, atau yang lainnya…

Selain itu, yang mungkin masih jarang diketahui adalah pengaturan penomoran mobdin yang lama belum memakai aturan tersebut, namun diserahkan pada masing2 daerah. Sepertti di Jakarta (plat B), tanda mobdin plat merah juga memakai huruf Q, misalnya B 1234 LQ, B 1234 SQN. Yup, penempatan huruf Q ini seperti contoh tersebut, jika ada 3 huruf di belakang angka, maka huruf Q ada ditengah, jika hanya ada 2 huruf di belakang angka, maka huruf Q-nya ada di paling belakang.

Jadi, meskipun nomor polisinya berwarna hitam, namun kalo nomrnya sedemikian, maka sebenarnya mobil dan juga motor tersebut adalah mobdin plat merah yang tidak boleh nenggak pensiun.

Cara kedua, bisa saja bagian Pengadaan BBM tetap membeli Premium dengan mengindahkan perintah atasan, alasannya jika anggarannya tetap dan dipaksa beli Pertamax, maka jatah BBM yang diberikan akan kecil dan tak jarang ada pejabat yang protes dengan keadaan itu, so daripada ada masalah dengan pejabat tersebut ya mending dibeliin premium aja.

Bagaimana dengan penempelan stiker ” Mobil bebas Premium” yang digembor-gemborkan?

Hmmm…sepertinya itu hanya wacana, karena kenyataannya masih banyak banget mobil plat merah yang gak ditempel stiker, apalagi mobdin yang sudah diganti warna platnya jadi item, belum pernah nemuin ditempel stiker itu.

So, …?

Ya kembali ke kesadaran masing-masing aja…

Itu saja dulu.

NB: Banyak pejabat pengguna mobdin (juga motdin) merasa memakai kendaraan yang toh bukan miliknya jadinya ya makainya asal-asalan pun bebas aja, ada anggaran pemeliharaannya ini….

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 20 Juni 2012 in goblog, otomotif, Umum

 

5 responses to “Regulasi Mobil Plat Merah Ga Boleh Pake Premium Sudah Banyak Diakali

  1. achmad sya'roni blog

    26 Juni 2012 at 20:57

    biasanya platnya tetep merah tapi dikasih mika biru, jadi kalau dilihat sepintas seperti hitam

    http://achmadsyaroni.wordpress.com/

     
  2. setia1heri

    28 Juni 2012 at 16:49

    yah…begitulah…smoga kita gak ikut2an
    http://setia1heri.wordpress.com/2012/06/28/koin-untuk-asiyah/

     
  3. dian

    13 Agustus 2012 at 14:44

    semua akibat dari kebijakan yang plin-plan, ragu-ragum gak punya visi gak pakai otak 1. mobil plat merah, hijau ataupun coklat, pakai bbm jenis apapun, tetap saja ung rakyat juga. 2 anggaran untuk bbm sudah ditetapkan, kekurangannya (mungkin bisa di PAK, ujungnya anggaran meningkat lagi) uang rakyat juga toh?. 3. motorpun plat merah, hijau ataupun coklat, dipaksa pakai pertamax, apa memang sudah benar secara teknis motor dirancang untuk pertamax?, akhirnya motor jenis ini isi bbm di penjual eceran untuk menekan harga bbm.

     
  4. Gmc Paradise

    5 September 2012 at 09:55

    Plat merah pake premium, yang pake motor pake apa donk….
    tidak manusiawi

     
  5. pinjaman tanpa agunan

    26 April 2013 at 13:31

    PNS.. hidup udah ditanggung masyarakat, kerja juga santai, banyak lahan obyekan..masih aja nilep hak nya rakyat… aneh Indonesia ini

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: