RSS

Penyelenggara IIMS 2011 nguawur, Mobnas gak jadi ikutan!

01 Jul

Seperti diberitakan otomotifnet.com (diklik saja beritanya), kehadiran Mobnas di IIMS batal gara2 penyelanggaranya yang nguawur, ngehina mobnas saat press release di depan banyak wartawan.

Meski guyon, tapi ini jelas menandakan gak ada rasa nasionalisme penyelenggara IIMS, khususnya dalam hal cinta produk dalam negeri.

Wong baru mo pameran aja kok udah dihina duluan!

Memang sih fasilitasnya ikut pamerannya gratis, tapi apa berarti boleh dihina? Menghina produk dalam negeri bisa dianggep menghina bangsa sendiri lho!

Wah, udah degradasi moral bin nasionalisme ini!

Itu saja lah, daripada nesu2 terus!

NB: definisi mobnas emang tak semua orang sepakat! dan emang juga belum sempurna pengerjannya, tapi apa pantas dihina?

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2011 in otomotif

 

Tag: ,

10 responses to “Penyelenggara IIMS 2011 nguawur, Mobnas gak jadi ikutan!

  1. yuwonoyekti

    1 Juli 2011 at 21:29

    emag, mulut itu bisa jauh lebih tajam daripada pisau

    Motogp: Latihan Bebas 1 Sirkuit Mugello, Simoncell Memimpin
    http://vespaalitalia.blogspot.com/2011/07/motogp-latihan-bebas-1-sirkuit-mugello.html

     
  2. duniahariyadi

    1 Juli 2011 at 22:35

    Penjelasan penghinaannya mana bro? Saya jadi penasaran. Masa iya di hina? Coba saya cek tekapenya dulu yah bro.

    Sudah baca poskota hari ini?

    http://duniahariyadi.wordpress.com/2011/07/01/ternyata-tidak-hanya-ahm-yang-salah-ketik-harian-poskota-juga-salah-photo/

     
  3. wendakalubis

    2 Juli 2011 at 03:01

    Gak tahu beritanya nih..
    Ada source infonya kangmase? penasaran penghinaan macam apa nih?

     
    • kangmase

      2 Juli 2011 at 07:12

      klik aja di kata otomotifnet.com diatas

       
  4. Dhieta

    2 Juli 2011 at 12:26

    Sekedar meluruskan persoalan dan tambahan info yang di copas dari beberapa media tentang kejadian pada waktu IIMS 2010, semoga bisa menjadi bahan renungan kita semua :

    1. Sindirian dr org yang sama (nobnas mimpi disiang bolong) sebelum IIMS2010:

    http://oto.detik.com/read/2010/05/24…i-siang-bolong

    Senin, 24/05/2010 13:23 WIB
    Johnny Darmawan: Mobnas, Mimpi di Siang Bolong
    Syubhan Akib – detikOto

    Jakarta – Ambisi beberapa kalangan untuk menciptakan mobil nasional dinilai seperti mimpi di siang bolong, susah diwujudkan.

    Alih-alih membuat mobnas, Indonesia lebih baik menyiapkan diri untuk menjadi production base mobil atau pun produsen komponen mobil daripada bersusah payah membuat mobil nasional yang membutuhkan modal yang tidak sedikit.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan di sela-sela peluncuran Yaris TRD di Grand Indonesia, Jakarta, Senin (24/5/2010).

    “Jangan mimpi di siang bolong. Lebih baik kita siapkan diri jadi negara industri otomotif,” ujarnya menanggapi pertanyaan dari wartawan mengenai apakah Toyota sebagai produsen mobil yang sudah berkecimpung di Indonesia selama puluhan tahun akan membantu mengembangkan mobil nasional.

    Johnny lalu memberi contoh negara Meksiko. Meksiko menurut Johnny merupakan produsen komponen terbesar di Amerika, tapi mereka fokus disitu dan tidak berniat untuk membuat mobil sendiri walaupun sebenarnya mereka mampu.

    Begitu pula dengan Thailand. Negeri gajah putih itu dianggap memiliki kemampuan membuat mobil nasional lebih baik dari Indonesia dan Malaysia, tapi mereka tetap bervisi menjadi negara basis produksi.

    “Dan sekarang hasilnya Thailand jadi negara production base terbesar di ASEAN,” tandasnya.

    Di sisi lain, Malaysia yang punya mobnas Proton, lanjut Johnny terkesan memaksakan diri.

    Proton sanggup bertahan karena subsidi pemerintah. Sedang saat ini untuk sisi R and D atau pengembangannya mereka kebingungan.

    “Dulu mereka berharap pada Mitsubishi, tapi ternyata Mitsubishi tidak ngasih teknologinya. Nah sekarang Proton sedang kebingungan mau ngambil teknologi dari mana lagi,” jelasnya.

    “Jadi jangan mimpi di siang bolong, mending kita jadi negara yang dibutuhkan oleh industri otomotif dengan jalan jadi negara production base atau produsen komponen daripada ngotot membuat mobil nasional,” tegasnya.

    Anda setuju? ( syu / ddn )

    2. Suasana IIMS 2010, Komodo, Merana di Tengah Hiruk Pikuk Pesta IIMS 2010:

    http://www.tempointeraktif.com/hg/mo…266366,id.html

    TEMPO Interaktif, Bendera merah putih ukuran 30 X 40 centimeter itu masih terikat kuat di sebuah tiang yang mirip antena di bagian belakang mobil off road yang dinamai Komodo itu. Warnanya pun sudah tak secerah kala bendera masih baru. Warna merahnya sedikit kabur termakan cuaca, begitu pun dengan bagian putih.
    Berita terkait

    “Tapi kami sangat bangga dengan keberadaan bendera itu. Itulah penanda jati diri bahwa ini benar-benar karya anak negeri asli Indonesia,” tutur Ibnu Susilo, Presiden Direktur PT FIN Komodo Teknologi, saat di temui Tempo di koridor Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Senin (26/7).

    Hanya penempatan mobil karya bangsa Indonesia itu sangat kontras dengan suasana hiruk pikuk pesta pameran otomotif , Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010. Letaknya persis di koridor dari pintu masuk utama yang menuju hall C dan tak jauh dari toilet.

    “Sebenarnya ada beberapa mobil buatan asli Indonesia yang diundang ke sini dan ditempatkan di di dalam hall C, termasuk kami Fin Komodo. Namun posisinya nyaris tidak terlihat oleh pengunjung,” kata Ibnu.

    Memang, kehadiran mereka diundang oleh panitia untuk ikut berpartisipasi dalam perhelatan pameran otomotif itu. Ibnu mengaku kehadiran mereka memang tidak dipungut biaya.

    “Tetapi ini sangat ironi dengan apa yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah, bahwa kita ingin membangun industri dalam negeri, dan membangun kemandirian bangsa. Ini sekaligus membuktikan betapa minimnya keberpihakan pemerintah terhadap karya anak negeri,” papar Giri Ramanda, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Selatan kepada Tempo.

    Giri yang sengaja mampir ke arena IIMS 2010 itu, mengaku terkejut dengan keberadaan mobil asli buatan anak negeri yang berada di luar ruangan. Awalnya, ia menyangka mobil tersebut adalah mobil untuk penujang kegiatan panitia. Namun saat mendekat dan mengetahui bahwa itu adalah mobil nasional asli Indonesia, barulah ia mahfum.

    “Setahu saya, di negara manapun saat ada pameran otomotif, produk asli dalam negeri selalu di tempatkan di lokasi yang strategis. Ini bukan persoalan membayar sewa atau tidak, tetapi persoalan komitmen dan keberpihakan terhadap industri bangsanya sendiri,” tegas Giri.

    Seorang pengunjung lain, yang tak disebut namanya berpendapat senada. Menurut pria yang berprofesi sebagai pengajar fakultas ekonomi di sebuah perguruan tinggi ternama di kawasan Depok, Jawa Barat itu fakta itu merupakan bukti nyata paradigma kebijakan ekonomi yang berpihak ke pasar.

    “Jadi bukan hanya isapan jempol semata, kalau orang menyebut kebijakan ekonomi pemerintah sekarang adalah ekonomi hanya pemburu rente. Tak peduli bangsanya hanya jadi kuli yang penting investasi masuk, ekonomi seolah tumbuh,” papar dia.

    Ia menyebut, seharusnya pemerintah justeru menempatkan karya bangsa Indonesia ini di tempat yang strategis. Meski masih dalam rupa seperti apa produk itu, namun keberadaannya haruslah menjadi kebanggan.

    Lebih dari itu, kata dia, industri itu harus didukung agar berkembang. Apalagi saat ini Indonesia hanya menjadi pasar produk luar negeri. “Mereka mempekerjakan orang Indonesia sebagai buruh, keuntungan ditransfer ke negaranya dan pembentukan modal di dalam negeri tidak terjadi. Hasilnya, selamanya Indonesia hanya jadi bangsa kuli dan konsumtif,” tegasnya.

    Sejatinya, bila diamati mobil Komodo yang oleh pemiliknya disebut sebagai Off Road Utility Car tidak kalah dengan mobil serupa keluaran luar negeri. Selain cocok untuk patroli di hutan, Komodo juga sangat cocok untuk misi penjelajah atau survey. “Komponennya 90 persen asli Indonesia. Bila mobil ini diproduksi secara massal, kami perkirakan akan melibatkan 120 perusahaan kecil menengah pemasok komponen,” aku Ibnu Susilo.

    Mobil bermesin 250 cc empat langkah itu, mampu mengahsilkan tenaga hingga 16,7 daya kuda pada 7.500 rpm, dan torsi 17,6 Newton meter pada 5.500 rpm. Kendati bermesin kecil, Komodo mampu melesat hingga 60 kilometer per jam.

    “Konsumsi bahan bakarnya juga cukup irit, satu liter untuk jarak 20 kilometer,” klaim Ibnu.

    Komodo juga mampu Komodo mengangkut beban hingga 250 kilogram. PT Fin Komodo selaku produsen menyematkan fitur self recovery yang memungkinkan Komodo untuk tidak terbalik kala melibas lintasan dengan gundukan atau tanjakan tinggi. “Jadi sampai saat ini belum ada yang bisa menggulingkan,” ungkap Ibnu

    Selain itu tingkat kestabilan mobil ini cukup tinggi, bahkan di saat melibas medan offroad yang sangat ekstrem sekalipun. Bahkan saat melahap tanjakan setinggi satu meter. Hal itu berkat penggunaan peranti suspensi fully independent double wishbone dengan per keong pada roda belakang maupun depan. Sistem pengereman menggunakan sistem hidrolik cakram.

    Komodo dirancang sendiri oleh Ibnu Susilo. Pria kelahiran lamongan Jawa Timur 29 Mei 1961 itu, sebelumnya pernah membidani lahirnya pesawat terbang N-250 Gatotkaca yang diproduksi oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Pria lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya itu pernah menjabat head design engineer saat mengerjakan proyek mobil nasional Maleo.

    Kini, Ibnu dan istrinya tengah menunggui prototipe Komodo di koridor JIExpo sembari ditemani hembusan angin kering Jakarta yang cukup menyengat kulit. Namun, mereka merasa terhibur karena tak sedikit pengunjung yang menghampirinya dan menanyakan Komodo.

    “Alhamdulillah itu suatu rahmat tersendiri bagi kami, karena dengan begitu kami bisa melakukan edukasi kepada masyarakat, bahwa negerinya juga mampu membuat mobil,” imbuh Ibnu. (ARIF ARIANTO)

    Nah, poin 1 itu adalah psiwar yang dilontarkan oleh Ketua Penyelenggara pameran sebelum even IIMS2010 digelar, dan poin 2 adalah kejadian pada waktu pameran IIMS 2010.

    Perlu diketahui, even IIMS itu penyelenggaranya adalah Gaikindo dibawah pimpinan Joni Darmawan, dan Pelaksananya adalah Dyandra Promosindo, emang sih mereka kasih gratis space utk Asianusa (walau ditempatkan di antara spareparts, seperti juga yangbterjadi di IIMS tahun yang lalu), terus sebelum pameran digelar mereka melecehkan produk asianusa kalau test drive, ati2 ban bisa copot.

    Nah, kalao di even pameran IIMS2011 sekarang ini Asianusa tetap ikut pameran, apa yang akan terjadi di IIMS tahun depan ? Kan tidak mungkin Asianusa protes kepada Penyelenggara atas statemen candaan JD yang dilontarkan sebelum pameran, tetapi Asianusa tetap ikut berkiprah pada pameran … Pasti sindiran nya akan tambah besar lagi nantinya … 🙂
    Asianusa mundur bukan karena ngambeg atau takut , bahkan sebelumya (17/6) Asianusa sudah mengikuti Technical Meeting, namun kami berubah pikiran setelah ada statemen candan ketua penyelanggara yg di dpn wartawan tsb (22/6) dalam acara press conference 2 yang tidak dihadiri oleh Asianusa karena pada waktu itu Asianusa sedang pameran dan presentasi di Plasa kementrian Perindustrian.

    Kami melihat dari sisi lain …
    JD sebagai ketua panitya di forum resmi seperti press conference, seharusnya mempromosikan seluruh peserta pameran, apalagi utk mobnas Asia Nusa yg pameran di negeri sendiri, tapi sebaliknya malah membuat black campaign.., jadi itu sdh menyiratkan bahwa dominasi tim JD yg menolak keberadaan mobnas masih kuat di IIMS. Kalau sdh begini pra kondisi yg diciptakan, maka tidak ada gunanya kita promosi di even pameran mereka (IIMS).
    Sebenarnya tdk semua orang2 di Astra atau Gaikindo yg spt JD, masih banyak sekali yg nasionalis dan mendukung mobnas Asianusa, sehingga rugi kalau kita patah semangat thd JD dan timnya, yg memang JD dari semula bersikukuh dengan teorinya bahwa indonesia tidak akan bisa buat mobil!.. (baca: Mobnas, Mimpi di Siang Bolong).
    Karena itu, Asianusa bersikap tegas sebagai Bangsa Indonesia akan menjunjung Harga Diri Bangsa kita, serta produk-produk kita semua.

    Salam ASIANUSA !
    http://asianusa.blogspot.com

     
  5. Dhieta

    2 Juli 2011 at 12:28

    info lengkapnya ada di blog asianusa: http://asianusa.blogspot.com

     
  6. Ryo

    2 Juli 2011 at 18:27

    baru dihina gitu dah mundur duluan…

    setuju Indo jadi negara pabrik komponen… emangnya murah bikin produk masal…

     
    • joe

      10 Juli 2011 at 22:17

      @ryo: pasti matamu juga sipit kayak jony darmawan..

       
      • bedu

        14 Juli 2011 at 10:25

        joe inilah contoh orang rasis

         
  7. suhartono

    19 Juli 2011 at 08:43

    gimana nich jadi gak pelucuran mobnas ditahun 2011, ajak ngomong pemerintah donk harus memberi contoh kepada rakyatnya –>; setiap inventaris instansi pemerintah diwajibkan pakai mobnas, betul tidak. Buat slogan yang besar “Cintailah produksi Dalam Negeri”

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: