RSS

Euro2 2013: Siapkah Konsumen?

01 Jul

Menyambung dua tulisan sebelumnya tentang kesiapan Pemerintah dan pabrikan dengan akan diterapkannya standar emisi gas buang Euro3 pada tahun 2013, perlu dibahas juga tentang kesiapan konsumen sendiri sebagai pemakai kendaraan, khususnya motor.

Sebelumnya, perlu dibahas dulu apa sih manfaat penerapan Euro3 pada motor? Ada beberapa manfaat, pertama tentunya emisi gas sisa pembakaran mesin motor yang dibuang ke udara bebas jadi lebih bersih, sehingga akan memperbersih udara yang kita hirup untuk bernafas. Sehingga kesehatan masyarakat pun bisa naik karena menghirup udara yang lebih bersih.

mau terus-terusan gini?

Kedua, untuk motor 4-tak agar mudah lolos Euro3 akan digunakan sistem injeksi dalam proses pengabutan bahan bakarnya di dalam mesin, dan ini berefek pada lebih iritnya motor tersebut, sehingga secara tidak langsung akan memperlama penggunaan sisa minyak dunia yang masih ada di dalam bumi. Ketiga, Ini juga akan berakibat menghemat subsidi BBM yang dikeluarkan pemerintah. Subsidi berkurang berarti bisa lebih banyak anggaran untuk hal-hal lain misalnya pendidikan dan kesehatan.

Keempat, tentunya akan mengikuti perkembangan teknologi di dunia, sehingga Indonesia tidak akan lagi jauh ketinggalan dengan negara lain… Dan mungkin masih ada manfaat lain yang belum kepikiran oleh otak saya.

Nah, yang perlu digarisbawahi sebagai manfaat langsung bagi konsumen tentunya soal makin iritnya motor yang dibeli. Sisitem injeksi selain akan memudahkan lolos Euro3 juga akan membuat motor jadi lebih irit bahan bakar, so akan menghemat uang konsumen.

make karburator

Untuk kedepannya, saya yakin untuk mengikuti perkembangan dunia permotoran dan juga mengikuti standar Euro3, semua motor yang beredar di negeri ini akan memakai sistem pambakaran injeksi. So, sudah siapkah konsumennya?

Jika menilik beberapa produk motor yang sudah memakai sistem injeksi, ternyata masyarakat indonesia belum terlalu bisa menerimanya. Padahal motor berinjeksi saja belum tentu lolos Euro3, tapi kalo udah injeksi minimal sudah mendekati lah dengan standar Euro3 ini.

Lha wong penjualan motor berinjeksi masih kalah dengan panjualan motor yang pake karburator je… Hal ini bisa dilihat pada penjualan Honda Supra X 125 PGM-FI yang masih jauh kalah dengan HSX 125 yang karburator. Memang sih, untuk kasus V-ixion yang sudah berinjeksi mampu mengalahkan penjualan motor sport lain, tapi penjualan motor sport yang pangsanya tak nyampe 10% pasar motor di Indonesia. Jadi, ya belum seberapa juga lah…

Kedepannya semua motor memang bakal injeksi, tapi jika melihat penjulan motor injeksi yang belum seberapa itu padahal sekarang udah tahun 2011, apa sekiranya konsumen akan siap untuk menerima Euro3 pada 2013 nanti? Paling-paling orang yang mo beli motor ya kepaksa aja beli motor injeksi, lha wong adanya itu… tapi dalam hati bisa saja belum menerima.

Selain itu, sikap resistent ini bisa juga datang dari kalangan bengkel umum yang harus pelan-pelan dan sedikit telat belajarnya soal teknologi injeksi ini karena ATPM tentu lebih mengutamakan mekanik di bengkel resmi dong…

fuel injection-nya honda

Nah, kenapa ada sebagian masyarakat termasuk kalangan mekanik bengkel umum terhadap penerapan sistem injeksi demi Euro3 ini? Jawabnya menurut saya, ya karena budaya masyarakat Indonesia yang lebih suka berada di kondisi comfort zone (zona nyamannya) tanpa barani mengambil kesempatan untuk berubah mengikuti perkembangan dunia.

Sudah nyaman, ngapain juga berubah, begitu pemikiran yang masih banyak di otak bangsa ini. Sebuah contoh ya, masih banyaknya orang bilang bahwa kondisi jaman Soeharto lebih baik dari sekarang, padahal untuk orang yang pekerja keras tentunya kondisi sekarang lebih fair daripada jaman Soeharto.

Nah, soal Euro3, tinggal bagaimana ATPM mau dan mampu mengedukasi konsumennya saja sih biar bisa menerima, toh lambat laun semua masyarakat akan mampu menerimanya juga…

Hmmm…biar gak kebanyakan bin kemana-mana, so itu saja lah!

NB: Memang masih ada cara lain biar motor lolos Euro3, tapi bukannya dengan sistem injeksi sudah gampang lolosnya, lagipula untuk mengikuti kemajuan teknologi serta biar kalo dinaikkan jadi Euro4 dst lebih gampang lagi lolos, kenapa tidak injeksi? ini untuk yang mempertanyakan hubungan soal standar gas buang dan injeksi

*semua gambar dari google

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Juli 2011 in goblog, otomotif

 

Tag: ,

4 responses to “Euro2 2013: Siapkah Konsumen?

  1. srigala

    1 Juli 2011 at 11:08

    time will tellđŸ™‚

     
  2. Arif Rakhman

    1 Juli 2011 at 17:28

    Euro2 atau Euro3 yakkk?

     
  3. Adit

    2 Juli 2011 at 01:58

    Mw Euro 3, minimal pake pertamax kan om,
    lah, knyataannya tau ndiri kan, penyebaran pertamax aja blm merata,
    gmn, nasib orang d daerah pedalaman yg cma trsedia premium aja om,
    itu jg kdang sring langka bbm,
    kalo gni mah,

    pmerintah lah yg harus paling siap,

     
  4. Ping balik: EFI | rickyafrinda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: