RSS

Motor Ber-AHO belum pantas jadi line up utama!

08 Jun

Axelo dah berAHO

Fitur AHO memberikan kemudahan pengendara sepeda motor untuk tidak perlu lagi menyalakan lampu utama ketika sedang riding di jalan raya. Hal ini sesuai aturan dalam UU 22/2009 bahwa setiap pengendara sepeda motor baik siang atau pun malam harus menyalakan lampu utama.

Dengan fitur AHO ini, si pengendara akan lepas dari alasan lupa menyalakan lampu utama tersebut. So, harusnya tidak akan pernah dipermasalahkan lagi oleh polisi.

Namun, ternyata ada juga yang tidak setuju dengan adanya fitur AHO ini pada sepeda motor. Masalahnya, selama motor menyala, lampu utama tidak bia dimatikan, sehingga dalam kondisi budaya daerah tertentu, hal itu kurang disukai oleh beberapa pihak (biasanya dianggap kurang sopan karena lampu motornya menyorot ke arah orang yang lebih tua).

Selain itu, sebenarnya fitur AHO juga tidak diharuskan oleh UU, karena yang diwajibkan adalah pengendara untuk menyalakan lampu (DRL), sehingga memang sewajarnyalah jika sang pengendaralah yang harusnya menyalakan lampu, bukan memang menyala dari sononya. DRL oke, AHO no, begitu mungkin singkatnya.

Sebagian lain, entah karena lasan apa tidak suka saja dengan motor yang lampunya nyala terus. Mungkin nganggep itu pemborosan, gak ada gunanya karena toh siang hari ngapan nyalain lampu, bikin silau atau pun sekedar alasan alay yang gak suka AHO aja.

headlamp hayate

Namun, yang perlu dicermati adalah mulai banyaknya motor-motor yang dijual ATPM di negeri ini yang sudah berAHO, dari Suzuki Axelo, Hayate, Satria F, Yamaha Jupiter Z dan Honda Spacy. Motor2 tersebut telah menerapkan fitur AHO di lampu depannya.

Nah, yang menjadi pertanyaan, benarkah fitur AHO sudah cukup diterima masyarakat hingga line up motor masing2 ATPM harus diberi fitur AHO ini?

apakah fitur ini akan diterima konsumen? apa gak malah menghilangkan minat orang terhadap suatu motor hanya gara2 motor itu telah diberi AHO oleh ATPMnya?

Menurut saya, kok fitur AHO ini seharusnya tidak disematkan pada line up utama ya. Belum saatnya fitur AHO disematkan pada line up ATPM yang menyumbang penjualan cukup tinggi.Fitur AHO saat ini harusnya cukup disematkan pada motor2 yang bukan line up utama, karena toh fitur ini gak wajib. So, biarkan masyarakat belajar dulu untuk bisa menerima fitur AHO tersebut.

Takutnya orang2 yang sudah minat suatu produk ATPM akan berpindah pada produk lain karena produk yang diminatinya tersebut disematkan sebuah fitur yang berAHO. Misalkan saja Ganang pengen beli Jupiter Z, eh kemarin malah dikasih fitur AHO, jadinya dia urung beli wong dianya gak setuju dengan AHO je…

Untuk membelajarkan masyarakat atas fitur AHO ini, ATPM cukup lah untuk lebih dulu menyematkannya pada motor2 back up. Misalkan seperti yang dilakukan HOnda, yang hanya menyematkan fitur ini pada Honda Spacy, hal ini menandakan bahwa memang Spacy belum direncanakan sebagai line up utama.Begitu juga dengan CBR250R dimana di Thailand kalo tidak salah sudah berAHO, tapi begitu dijual dimari kok dihilangin AHonya, ya tentunya ini untuk mengantisipasi orang2 yang minat dengan ni mongtor api belum setuju dengan AHO, toh DRL masih bisa dilakukan tanpa AHO.

Namun, hal ini juga bisa saja langsung berubah jika masyarakat ternyata menyukai motor Honda yang sudah berAHO macam Spacy, tak menutup kemungkinan ke depannya semua motor Honda akan berAHO. Disinilah pintarnya Honda. Sayangnya, honda belum menerapkan AHO ini pada motor bebeknya. harusnya kan dicoba juga di segmen bebek, biar ketahuan juga gimana konsumen yang suka AHO itu lebih suka bebek berAHO atau skutik berAHO.

headlamp Yamaha Jupiter Z

Yamaha juga seperti Honda, cukup pintar dengan mencoba fitur ini tidak pada semua line up produksinya, tapi hanya pada salah satu motor saja untuk mengetahui penerimaan dari konsumen. Yang bisa dibilang cukup berani adalah Suzuki yang menyematkan AHO pada Satria F yang merupakan penyumbang terbesar penjualan Suzuki. Apa Suzuki gak takut, calon pembeli Satria kabur gara2 gak suka AHO ya? padahal kan konsumen Satria kebanyakan abg yang masih alay, yang jangankan nyalain lampu wong mo nyalip aja langsung nyalip aja gak ngasih tanda apa-apa (srunthulan maksudnya).

Menurut saya kok cukuplah kalo Suzuki menyematkan fitur ini pada Axelo dan Hayate. Sudah ada satu wakil untuk masing2 segmen yang penjualannya cukup besar, gak perlu lah Satria dikasih AHO pula.

Nah, saya sendiri tidak habis fikir dengan strategi apa sih yang dilakukan Suzuki dengan Satria berAHOnya. MO mendidik masyarakat untuk bisa menerima motor berAHO kan gak perlu juga tho ngorbanin penjualan motornya tho? Untuk jelasnya ya kita liat saja bagaimana penjualan Satria ke depannya. apa bakal turun sesuai prediksi saya atau malah naik. Jika memang naik tentu ke depannya akan banyak kompetitornya yang ngikutin langkah Suzuki nerapin AHo pastinya.

Hmmmm…tapi bagaimana pun Suzuki emang patut diacungi jempol…inovasinya benar2 bisa dibilang mengalahkan ambisi bisnisnya. Jualan motor tak sekedar jualan, tapi juga mendidik masyarakat untuk lebih peduli dengan keselamatan, baik keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain/

Sekian. Itu saja!

NB: jadi mikir apakah new HSX 125 (yang semula saya sebut Next Honda Blade) yang akan diluncurkan bentar lagi oleh Honda ini bakal berAHO ya? kok rasa-rasanya iya ….

 
26 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Juni 2011 in motor, otomotif

 

Tag: , , , , , ,

26 responses to “Motor Ber-AHO belum pantas jadi line up utama!

  1. bundamahes

    8 Juni 2011 at 08:15

    AHO itu apa?!🙄

     
    • kangmase

      8 Juni 2011 at 08:21

      Automatic Headlight On DRL= Day-time Running Lights

       
  2. satrio

    8 Juni 2011 at 08:18

    aho maleeeeeeees maho yeeeeees

     
  3. ipanase

    8 Juni 2011 at 09:58

    betul betu,,,sampe sampe satria temen ane yang AHO,,,diberi saklar biar nggak AHO

     
  4. jakatimur

    8 Juni 2011 at 10:21

    say no to AHO and DRL

     
  5. ken arok

    8 Juni 2011 at 11:18

    ah.. Biarin aja.. Nanti anak nongkrong juga tau kalo lampunya gak bisa dimatikan…. Mereka juga gak mungkin cari ribut hanya gara2 AHO

     
  6. willykk

    8 Juni 2011 at 21:38

    ane anti ma aho😆 malah kadang AnHO ( Anti Headlamp On) alias ga pernah nyalain lampu klo malem😆 tapi klo gelap banget ya mo gamao tetep nyalain daripada nyuksruk😳

     
  7. willykk

    8 Juni 2011 at 21:41

    motor AHO -> ridernya MaHo😆

     
  8. Dark Dogg

    8 Juni 2011 at 21:54

    kl menurut saya Gak bakal sampai mempengaruhi penjualan… secara biarpun sudah AHO te2p aja bs dibuat manual lg/dirubah dgn cara diberi saklar u lampu lg. misalnya, ada alay mau beli FU, tp gak suka AHOnya dgn berbagai alasan, dia bisa saja merubah sistem AHO mjd manual yaitu tinggal menambahkan saklar lampu. just Simple….

     
  9. Cicakmerah

    8 Juni 2011 at 22:19

    yg namanya perubahan itu pasti sulit diterima… termasuk ane tentunya. yg bersyukur matic terbaru keluaran honda masih punya saklarnya😀
    AHO no DRL yes..
    AHO = menentang HAR [Hak Asasi Rider].. hehehehe

     
  10. tigereng69

    8 Juni 2011 at 23:48

    kalo…….. ah………oh……..ah……….oh……………semua pasti setuju………………

     
  11. Suzuki Mania

    9 Juni 2011 at 08:51

    Suzuki Titan sejak tahun 2010 sudah AHO.

     
  12. dnugros

    9 Juni 2011 at 10:42

    Lha gimana masyarakat kita segera sadar AHO kalo produk2 motornya ngga diberi fitur AHO? misalkan diberi fitur option seperti motor lama, pasti mereka juga ogah menyalakan lampu disiang hari, bahkan mungkin terkadang dimalam hari malah, terus piye iki?😀

     
  13. Maskur

    9 Juni 2011 at 12:41

    wah tapi sudah terlanjur kok

     
  14. daru vixionr15

    9 Juni 2011 at 12:44

    Disuruh move on kok ndak mau

     
  15. Skips

    12 Juni 2011 at 21:46

    Lebih bijaksananya memang hrs ad saklarnya, jd bsa digunakan sesuai keperluan mau nyala atau dimatikan gak ribet apalagi dlm kondisi budaya tertentu gak sopan klo lampu nyorot kemuka org & klo masuk wilayah tertentu seperti markas Militer ad aturan harus matikan lampu sblm masuk. Menurut pengamatan Ane motor yg berAho keknya gak selaris dulu pnjualannya, didaerah Ane NJZ yg AHO sp skr msh sedikit yg berkeliaran di jalan drpada dulu, yg dulu bbrapa bulan brojol aj lumayan banyak, nah apalagi klo Axelo babar blas jarang nemuin dijalan bro. Bisa dipastikan klo motor AHO mau dijual kmbali hrganya gak terlalu bagus keknya cz msyrkat msh sulit menerima fitur tsb, so klo butuh uang pengen jual motornya jgn heran klo hrganya dibanting biasalah orang klo nawar nyari kelemahannya apalagi klo terlihat jelas .Itu aj pendapat & hasil pengamatan Ane secara pribadi.

     
  16. andry

    22 Juli 2011 at 17:37

    kalo di bahasa Jepang, Aho = bodoh.
    IMHO, harusnya fitur AHO jgn menyalakan headlamp, tapi lampu kecil (city lamp) saja, sementara headlamp tetap bisa nyala/mati secara manual.
    tapi lampu kecilnya jgn pakai lampu biasa, melainkan pakai teknologi LED, biar cukup terlihat di siang hari dan hemat energi.

     
  17. paoel

    2 Oktober 2011 at 07:44

    aho no..
    Drl its ok
    klo aho bkn meningkatkn kesadaran pr rider
    tp menyunat hak rider
    la wong uu nya itu DRL kok bkn aho kyk pepatah aja
    pemrnth kencing berdiri atpm kencing berlari Ngebut lagi
    over ego…

     
  18. husen nugraha

    16 Oktober 2011 at 02:04

    AHO belum bisa dikatakan automatis secara benar kalrena ketika kita ingin mematikan lampu sewaktu mesin nyala susah sekali karena tidak adanya saklar lampu,AHO lebih mendekati kearah frustasi para pabrikan motor untuk mengikuti peraturan pemerintah daripada pusing2 mikiran ide lain ya diambil mudahnya saja dengan cara menghilangkan saklar lampu beresssss

     
  19. ANONYUS

    31 Oktober 2011 at 16:14

    kalian ini rider yang tidak bisa naik mobil yah.. hehehe

     
  20. hugo

    7 Juni 2012 at 06:18

    …dan aku pun pake HONDA BLADE skrg. Ternyata udah di line up AHO… Trus aja nyala…

     
  21. tu

    30 Juni 2012 at 18:17

    saya setuju motor tanpa AHO, coba seratus juta penduduk yg di indonesia pake AHO berapa panas yg ditimbulkan? menambah global warming aja……

     
  22. sasuke

    5 Juli 2012 at 21:22

    perbandingan + dan – AHO menurut ane nech :

    versi + menurut survey demi keselamatan (sampe sekarang lom tau lembaga yang survey aho ini lembaga mana dan negara mana dan menurut ane soal keselamatan semua tergantung kesadaran pengendara itu sendiri)

    hal lain (-)

    – lampu cepet putus.

    – Mika cepet kusam, karena panas, lampu nyala terus.

    – Lampu depan belakang on terus (pemborosan)

    – Batere cepet soak.

    – rumah tempat lampu dan batok motor makin panas akibat (udah siang kena matahari, ditambah panas lampu dari dalam)

    – jadi harus rutin ganti beberapa part, ini jadi salah satu keuntungan pabrikan hardware motor.

    CMIIW

     
  23. Rizki Pratama

    29 Desember 2014 at 14:11

    Sekarang memang banyak yang AHO jarang ada yang DRL.Menurut ane lebih bagus DRL karena terkadang mindset orang indonesia yang nggak suka menyalakan lampu di siang hari dan terkadang ada yang ganti lampu di headlamp-nya dengan lampu variasi sehingga mika lampu sering meleleh akibat panas berlebih yang ditimbulkan lampu tersebut karena sering dinyalakan karena fungsi AHO ane saranin (kalau ATPM mendengarkan:mrgreen: ) pakailah engine cut off switch untuk motor yang pake fitur AHO
    Salam Komentator Baru🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: