RSS

Euro3 2013: Siapkah pabrikan?

05 Jun

Seiring akan diterapkannya standar emisi gas buang Euro3 pada tahun 2013, semua pabrikan di negeri ini harus mempersiapkan diri untuk mengikuti segala ketentuannya. Karena dengan standar emisi Euro3 berarti, semua motor khususnya 4-tak harus sudah menggunakan sistem injeksi. Kalo yang masih pake karburator mungkin akan butuh penyesuaian yang lumayan. Nah, benarkah pabrikan2 di Indonesia telah siap? kita coba liat satu persatu

Anggota AISI:

Akhir tahun lalu disela2 JMCS, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhunata, mengatakan, AISI dan anggotanya telah siap memaksimalkan efektivitas teknologi yang dikembangkan untuk menekan kerugian ekologis dan kerusakan lingkungan. Pelaku industri sepeda motor siap menjalankan standar emisi EURO III dan kebijakan lain yang berkaitan dengan penanggulangan dampak lingkungan seperti ambang batas kebisingan.

Menurutnya, seluruh pabrikan motor yang ada di Indonesia sebenarnya sudah siap untuk beranjak dari standar Euro2 ke Euro3 asalkan bahan bakar yang beredar sekarang kualitasnya meningkat. Sebab teknologi Euro3 dianggap akan sia-sia saja bila kualitas bahan bakar yang beredar sekarang masih jelek.

Jadi kendala kita Euro3 tidak bisa diproduksi kalau bahan bakarnya masih Euro2 seperti sekarang, takutnya ya mubaziir aja gitu. Oleh sebab itu, jika memang kondisi BBM masih jelek kualitasnya, produsen motor yang akan menampilkan produk yang lebih ramah lingkungan ke pasaran tentu menjadi lebih berat lagi.

Lha wong distribusi BBM sekelas Pertamax saja hingga kini baru mencakup 30 persen dari seluruh wilayah Indonesia. Terus gimana tempat lain? “Kalau pemerintah siap, kami bisa membuat motor dengan standar Euro3 pada tahun 2012 mendatang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Gunadi menjelaskan bahwa peningkatan standar emisi menjadi Euro3 selain akan berdampak positif pada lingkungan juga dianggap memberi nilai lebih bagi industri. Sebab hampir semua produsen motor yang ada di Indonesia mengekspor produknya ke luar negeri. Nah dengan perbedaan standar antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor yang rata-rata sudah menerapkan standar Euro3 ke atas ini, ongkos produksi untuk ekspor tentu akan jadi tinggi. Kalau bisa mendapatkan BBM yang cocok, produknya bisa ditrima ke arah itu. Jadi tidak ada perbedaan antara produk yang dipasarkan di dalam negeri dengan yang diekspor. Total produksi pun akan lebih efisien. Selama ini, setiap pabrik jadi harus punya dua alat. Satu alat untuk produksi standar Euro2, satu lagi Euro3 untuk ekspor. Ini kan tidak efisien

Nah, kita coba tilik satu2

Honda

Gak perlu diragukan lagi, sebagai pabrikan terbesar di Indonesia, Honda sudah jelas siap, terbukti dengan adanya Supra X 125 PGM-FI. Saya tidak jelas apakah ni mongtor sudah memenuhi standar Euro3, tapi dengan sudah injeksinya ni mongtor, diyakini sudah lolos, apalagi produk2 Honda yang dijual di Thailand sudah lolos Euro3 semua, So, gak usah dibahas lagi lah kesiapannya, dah pasti Siap.

Yamaha

Adanya V-ixion yang sudah injeksi juga, so sepertinya juga sudah siaplah karena Euro3 kan akan gampang terpenuhi kalo motor dah injeksi, toh seperti juga Honda, produk Yamaha juga banyak yang sama dengan yang dijual di Thailand yang sudah menerapkan Euro3 terlebih dahulu.

Suzuki

Nah, kalo untuk Suzuki sih belum keliatan ada yang injeksi untuk motor2nya yang dijual di tanah air. So, mungkin perlu melirik negara lain lah. Tapi saya yakin Suzuki juga sudah siap, karena toh pabrikan ini adalah pabrikan besar yang trackrecordnya juga gak pernah menyalahi kebijakan pemerintah. emang sudah pernah memiliki Shogun 125 injeksi, yang meskipun sekarang Axelo dah gak pake injeksi lagi. Yah, karena gak begitu laku ya mo gimana lagi, wong namanya jualan ya kalo gak laku yang gak dijual lagi lah. Jadi, sebenarnya sebagai sebuah pabrikan besar tentunya Suzuki sudah siap dengan ketentuan Euro3 ini, wong sudah mampu menginjeksi motor 4-taknya je.

Kawasaki

Soal kawasaki, sepertinya hanya produk motor 2-taknya yang bakal memenuhi kesulitan. Soalnya, untuk bisa lolos Euro2 saja,  motor ini perlu dilengkapi dengan Super KIPS (Kawasaki Integrated Powervalve System), HSAS (High Performance Secondary Air System) dan catalic converter pada knalpotnya. Lha kita lihat saja teknologi apa lagi yang akan disematkan Kawasaki pada Ninja 150 agar lolos Euro3. Bakal banyak banget kayaknya.

namun, menurut tulisan di motorplus, sebenarnya Kawasaki mampu untuk mengatasi standar tersebut dalam produk motor 2-taknya. Yang dipikirkan mungkin hanya cost produksinya, apa bakal bisa cocok apa enggak. Jadi, bagi para pecinta Ninja 150 2-tak, ya monggo segera beli saja, takutnya harganya bakal dimahalin buat memenuhi standar Euro3 ini, atau malah bakal gak dijual lagi tuh.

Oya, sebenarnya Kawasaki bisa juga menggunakan momen penerapan Euro3 ini untuk meluncurkan produk baru Ninja 150cc 4-tak. Jadi sambil menunggu waktu ya riset dululah, masa mo ngandelin motor 2-tak terus sih? tar bisa2 tambah mahal harganya….

Piaggio

Piaggio adalah pabrikan dari Italy, yang mana di ERopa sudah jauh lebih dulu nerapin Euro3, so gak masalahlah, wong Euro3 asalnya juga dari Eropa sono je

Kymco

Pabrikan ini sebenarnya adalah pabrikan besar yang produknya banyak dijual di Eropa, so tentu juga produknya sudah lolos Euro3. Yang jadi masalah kok sampai sekarang pabrikan ini gak balik2 ke negeri ini tu ngapain aja, bukannya kasusnya juga sudah selesai di Pengadilan?

kymco like

Kanzen

Weits, saya gak ngerti sama sekali dengan pabrikan ini. beberapa sumber sih bilang kalo pabrikan yang sudah mencanangkan diri sebagai motor nasional ini masih jualan selama tahun 2010, tapi gak jelas juga sampai sekarang. Dan sepertinya untuk mengikuti standar Euro3 juga bakal kewalahan, wong jualan aja seret je…

TVS

Pabrikan asal India ini adalah pabrikan besar di negeri asalnya, bahkan ada dalah satu varian Apache yang kalo tidak salah juga sudah menerapkan injeksi dalam pengaturan campuran bahan bakar dengan udaranya.

So menghadapi penerapan Euro3 di Indonesia tahun 2013 saya yakin sudah siaplah. lha mosok cuma nambahin injeksi di semua produknya aja masa gak bisa, ya tho?

Pabrikan Non-Aisi

Bajaj

bajaj seperti juga TVS yang berasal dari India. Di India, keduanya adalah pabrikan besar. Meski line up produknya yang dijual di India pun sepertinya belum injeksi, tapi saya yakin sebagai pabrikan besar yang berusaha untuk mendunia, Bajaj pasti gampanglah memenuhi standar Euro3.

Apalagi, Bajaj juga mengantungi saham KTM yang notabene pasarnya adalh di Eropa. So, masalah injeksi mah cemen, hehehe

Viar

Nah, sepertinya tinggal Viar yang sama sekali belum saya ketahui gimana teknolgi di produknya. Hanya saja dengan melihat kiprahnya beberapa tahun terakhir yang bisa dibilang sukses dengan matic Vior-nya saya yakin Viar masih akan cemerlang ke depannya. Ya, soal injeksi sih bakal mudah diterapkan kalo ada dana. Selama penjualan oke, duit ngalir dan riset injeksi ya bakalan gampang lah…

Minerva

Katanya pabrikan ini udah ada kerjasama dengan Sachs yang dari Jerman, so harusnya sudah siap juga dong.Tinggal mengaplikasikan saja sepertinya.

Dan lain-lain dah.

Nah, jika memang semua pabrikan sudah siap, ya tinggal Pemerintah dan Pertamina saja yang perlu menyiapkan diri/ Lha wong pabrikan butuhnya cuma infrastruktur bahan bakar yang berkualitas saja ko untuk bisa nerapin standar Euro3 ini.

Hmmm, jadi memang yang perlu menyiapkan diri ya cuma Pertamina alias Pemerintah.

Lha bagaimana dengan konsumennya? apa sudah siap? hmmmm

Itu aja dulu deh.

NB: tulian terkait:

Euro3 2013: Siapkah Pemerintah?

 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Juni 2011 in otomotif

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

24 responses to “Euro3 2013: Siapkah pabrikan?

  1. softech_niQ

    5 Juni 2011 at 11:54

    suzuki jg punya shogun 125 FI (injeksi)

     
    • arsrev

      5 Juni 2011 at 22:31

      bajaj p220 jg da injeksi di india…

       
  2. Triyanto Banyumasan

    5 Juni 2011 at 11:56

    susuzuki shogun pernah injeksi, tp ga laku maka ga ada…

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 13:01

      o gitu bro? tahun brapa ya kalo tahu…

       
  3. Triyanto Banyumasan

    5 Juni 2011 at 11:57

    akal2an pemerintah biar ga adalagi subsidi…

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 13:02

      gak juga pakdhe! bisa aja kan kualitas BBM dinaikkin tapi tetep ada subsidi…

       
  4. ipanase

    5 Juni 2011 at 12:03

    era suntik menyuntik ,,injeksi mula datang

     
  5. extraordinaryperson

    5 Juni 2011 at 13:47

    shogun injeksi masi ada kok

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 13:53

      mang masih dijual? kok di tabel cicilan dealer sini gak ada ya?

       
  6. Darmawan

    5 Juni 2011 at 15:36

    tahum 2008 shogun injeksi tapi sekarang nggak ada lagi:mrgreen:

     
  7. gogo

    5 Juni 2011 at 16:39

    pemakain standar emisi tergntung aturan tiap negara, bgsnya semua motor pake injeksi aj..

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 18:22

      biar lebih irit juga ya?

       
  8. blognyamitra

    5 Juni 2011 at 17:39

    Kalo udah Euro 3, semua motor yang dijual disini bakalan pake injeksi semua…

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 18:22

      iya, sudah saya sebut di paragraf pertama

       
  9. ajibarang

    5 Juni 2011 at 18:48

    shogun dulu ada injeksi mas bro… Saingannya supri 125 injeksi, pernah juga liat komparasinya di salah satu tabloid motor

     
  10. Hourex150L

    5 Juni 2011 at 19:08

    PEMERINTAH YANG BAKALAN KETETERAN MAS.. Lha wong NGURUSI Premium (oktan 88) aja sering Merugi apalagi kalo semua BBM oktannya diatas 90 Ron.. Waa bakalan Gulung tikar Nii PERTAMINUS..

    *sebagai Konsumen Saya Teramat Sangat siap dan setuju penerapan Uero 3
    PISS..

     
  11. van der syur

    5 Juni 2011 at 22:05

    matic viar kata mekaniknya dah 1/2 injeksi, kalo cuman injeksi mah gampang, lha wong mesinnya masih impor dari taiwan, pastinya sono duluan yang nerapin injeksi

     
  12. matinman

    6 Juni 2011 at 08:04

    kok menurut ane artikelnya agak ngelenceng ke masalah penerapan injeksi y??”no offence” msbro..kalo menurut ane, standar emisi EURO3 bukan ditentukan dari dipasangnya injeksi di motor ato kagak..tapi batas toleransi maximum emisi gas buang yang dikeluarkan motor masih masuk ato enggak baik HC ato CO-nya, gak mesti injeksi kok..contoh di indo aja Ninja 150, tetep pake karbu tapi catalytic conv.-nya yang menekan emisi gas buangnya gitu aja lolos EURO2, super KIPS-nya cuma untuk pengatur timing debit bahan bakar di valve yg masuk gas buang doang,biar irit!sama kayak RC valve-nya Honda NSR..menurut ane sih, penerapan EURO3 bisa berjalan lancar kalo edukasi ke masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan sudah tersosialisasi, dan penekanan pemerintah ke produsen otomotif untuk keharusan memakai standar EURO3 di setiap produknya..biar mereka memikirkan gimana agar produknya lolos standarisasi dengan cara apapun..menurut ane lagi neh bro..hehe..masa depan motor bukan di mesin 4 tak atau 2 tak, tapi ada di electric engine seperti brush-less engine dan sebagainya!no emisi..tanpa polusi suara..sehat dan bermanfaat..lalalalilili..piss ah BTW nice artikel bro..banyakin artikel edukasinya lagi yo bro..asyik bacanya..keep “brotherhood”
    http://www.niwira.com

     
    • kangmase

      6 Juni 2011 at 08:15

      saya juga masih belajar soal itu masbro, tapi setahu saya, dengan dipasangnya injeksi (khusus yang 4-tak) cost produksinya akan lebih murah dan dah lolos euro3 daripada masang yang neko2 yang lain. Ya intinya biar murah kan tinggal pasang injeksi aja, dah lolos euro3, gitu!

      Mungkin memang seharusnya dijelasin duilu kali ya….

       
  13. si oom as varioputiih

    6 Juni 2011 at 10:00

    kalo siapnya sih siap oom (diluar negeri malah sampe euro4 dibeberapa negara), cuma pemerintah masih ragu-ragu gitu..

     
  14. AXELO

    6 Juni 2011 at 18:37

    KANGMASE TOLONG DILURUSKAN : SUZUKI SUDAH ADA YG INJEKSI JUGA LHO, SHOGUN 125 MESIKPUN POPULASINYA GAK BANYAK

     
  15. Ping balik: EFI | rickyafrinda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: