RSS

Euro3 2013: Siapkah Pemerintah?

04 Jun

Indonesia masih ketinggalan dengan bangsa Eropa soal penerapan standar emisi untuk kendaraan bermotor. Indonesia dinilai belum sanggup mengikuti kebijakan uji kelayakan emisi. Padahal Industri kendaraan bermotor roda dua, secara konsisten mengalami pertumbuhan yang positif. Hal itu terlihat dari produksi nasional yang setiap tahun selalu meningkat.

Oleh karena itu, Pemerintah bermaksud untuk menerapkan standar emisi mulai tahun 2013. Tapi pemerintah sendiri apa sudah siap?

Sebelumnya, kita tilik dulu apa sih standar emisi Eur0 itu?

EURO adalah standar emisi kendaraan bermotor di Eropa yang juga diadopsi oleh beberapa negara di dunia. EURO mensyaratkan, kendaraan yang baru diproduksi harus memiliki kadar gas buang seperti nitrogen oksida, hidrokarbon, dan karbon monoksida berada di bawah ambang tertentu.

Standar emisi gas buang Euro 2-standar yang dikeluarkan Eropa tahun 1996 itu mengatur bahwa emisi CO dari kendaraan selama beroperasi di jalan maksimum 2,2 gram per kilometer. Standar emisi ini lebih rendah dibandingkan dengan Euro 1 yang 2,72 g per km.

Sedangkan Euro 3 adalah regulasi yang berasal dari parlemen Eropa tertanggal 19 Juli 2002 perihal pengurangan emisi dari roda dua dan roda tiga berdasarkan amandemen langsung 97/24/EC. Pada tahun 2007 di Eropa, regulasi Euro III datang menggantikan Euro II. Dengan regulasi baru ini, standar kebersihan emisi kendaraan lebih diperketat lagi. Sebuah kendaraan hanya boleh menghasilkan 0.3gr/km hidrokarbon (HC), 0,15 gr/km nitrooksida (NOx), dan hanya 2gr/km untuk karbonmonoksida (CO).

Lalu, jika standar tersebut berasal dari Eropa, kenapa Indonesia harus ikut2an? Sedangkan Amerika saja setahu saya tidak mau ikut2an…

Yup, kalo soal kenapa Indonesia mau ikut2an ya jawabnya jelas. Indonesia itu negara latah, yang sukanya ikut-ikutan. Tapi its ok, selama untuk hal yang baik kenapa tidak. Lha wong standar Euro akan membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penanggulangan dampak lingkungan seperti ambang batas kebisingan kok.

Menilik sejarahnya, emisi kendaraan tipe baru untuk karbon monoksida antara lain ditetapkan 4,5 gram, yang diukur saat kendaraan tidak berjalan. Standar ini berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 35 Tahun 1993.

Indonesia menetapkan standar emisi gas buang Euro 2 pada tahun 2003 dan resmi dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2005. Penetapan standar emisi gas buang Euro 2 ketika itu adalah untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara ASEAN lainnya. Saat itu, yang sudah menerapkan Euro 2 (Thailand, Malaysia, dan Singapura).

Dan kini ada rencana Pemerintah akan menerapkan Euro3 tahun 2013 mendatang. Namun seberapa pentingkah penerapan Euro 3 itu di Indonesia? Penerapan Euro 3 akan memberikan keuntungan bagi semua pihak, baik industri maupun masyarakat konsumen. Bagi industri otomotif penetapan standar ini akan meningkatkan daya saing dengan industri di kawasan ASEAN. Sedangkan bagi konsumen, penerapan Euro 3 itu akan menghemat penggunaan bahan bakar.

Yang menjadi masalah utama adalah Pemerintah, apakah Pemerintah akan mendukung sepenuhnya atau akan setengah hati. Masalahnya, sebelum standar tersebut dapat dilaksanakan, masalah infrastruktur bahan bakar berkualitas harus diselesaikan lebih dulu.

Penyediaan bahan bakar dan peranan pemerintah untuk berdialog dengan pelaku industri otomotif adalah langkah pertama yang harus dilakukan. seperti jenis bensin tanpa timbal yang dijual kepada konsumen menjadi bagian pemerintah untuk menyiapkannya.Memnag sih, menurut Pertamina, BBM keluarannya sudah tanpa timbal sejak 2005, tapi sepertinya dengan oktan yang masih 88 masih kurang membantu terlaksananya standar Euro3.

Distribusi BBM sekelas Pertamax saja hingga kini baru mencakup 30 persen dari seluruh wilayah Indonesia. Padahal BBM jenis Premium diperkirakan belum bisa dipakai untuk memenuhi standar Euro3 karena kualitasnya yang masih kurang.

Lha terus harus diakali bagaimana coba?

Saya yakin ATPM2 besar macam Honda dan Yamaha sudah siap menerapkan standar Euro3 tersebut, asalkan kualitas BBMnya cocok. Lha kalo gak cocok kan ya percuma saja tho?

Keputusan pemerintah dengan koordinasi antar departemen pemerintahan dan penyedia bahan bakar (Pertamina) menjadi langkah penting yang harus diambil sebelum SK penerapan standar emsi Euro-3 dikeluarkan. Khususnya ya Pertamina, mampu gak meningkatkan kualitas BBMnya?

ITu saja dulu, nanti disambung kapan2…

NB: ATPM kecil siap gak yah? apa bakal minta dispensasi terlebih dahulu, karena motornya masih laku?

 
25 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Juni 2011 in goblog, otomotif

 

Tag: ,

25 responses to “Euro3 2013: Siapkah Pemerintah?

  1. gogo

    4 Juni 2011 at 10:05

    semakin meningkatl level standar justru hrs diimbangin kualitas BBM yg bagus, nah masyarkat sebagian bsr blm kuat beli Pertamax. berbeda dg dieropa yg transportasi publiknya mantab, mtr bkn transportasi utama..

     
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 12:22

      kualitas BBM kan gak harus pertamax, wong BBM bersubsidi juga bisa kok, misalnya ya Premium dinaikkan oktannya jadi 90, trus gak pake timbal lagi (katanya sih udah enggak sejak 2005, tapi gak tahu juga)

       
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 13:27

      yup! jadi Euro3 belum perlu nih menurut sampeyan?

      tapi konsumen kan juga diuntungkan, wong seharusnya jadi lebih irit BBM kok…

       
  2. dnugros

    4 Juni 2011 at 13:40

    yang jelas motor-motor 2tak kaya ninja 150 series bakal gulung tikar secara perlahana tapi pasti

     
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 22:25

      katanya bisa kok bro, cuma harga kayaknya naik

       
  3. Sheva

    4 Juni 2011 at 17:03

    Harus siap, udah ga tahan sama yang namanya asap motor jadul, huahahaha

     
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 22:26

      motor jadul kan gak dilarang buat dipake juga bro meski udah diterapkan euro3…

       
  4. Dyt

    4 Juni 2011 at 17:38

    Pemerintah latah tuh.blm siap rakyat indo.ckp euro 2..masih cinta motor lama.piss..

     
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 22:27

      benarkah masyarakat belum siap?

       
  5. warung DOHC

    4 Juni 2011 at 18:59

    kalo atpm ada yang bikin ya bagus lahh, nahhh kalo pemerintah yang justru mempermasalahkan gimana standart nya nya malah bakalan ribet sendiri! lha wong urusan laennya aja belom tuntas!!!

     
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 22:25

      lha pemerintah juga dituntut nyediain BBM bagus je….

       
  6. myf

    4 Juni 2011 at 20:17

    mantap artikelnya om, sindiran buat pertamina nih hehe….

     
    • kangmase

      4 Juni 2011 at 22:24

      tapi apa bakal kesindir?

       
  7. agungsevi

    5 Juni 2011 at 10:52

    semoga hal ini tidak seperti kasus kenalpot racing itu mas…
    knalpot dilarang eh polisinya pake modal feeling aja..g ada alat ukur yang jozz..
    nitip mas bro: http://agungsevi.wordpress.com/2011/06/05/moto-gp-harus-diakui-moto-gp-terlihat-lebih-jinak/

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 18:24

      euro3 lebih ngatur pabrikan….

       
  8. fatimah

    5 Juni 2011 at 15:56

    lam kenal mas, aku setuju aja euro3 diterapkan pd motor keluaran terbaru dr atpm, tp bukan berarti melarang beredar motor sebelumnya yg sdh duluan beredar namun blm euro3, lama2 motor2 euro2 kebawah hilang sendiri setidaknya tinggal sedikit-kit.

    numpang lapak ya mas, yg butuh habbatusauda, madu, minyak zaitun, sarikurma, gamat emas, mari mampir
    http://azzahraherbalagency.wordpress.com

     
    • kangmase

      5 Juni 2011 at 18:24

      ya emang gak masalah untuk motor yang keluar sebelumnya, yang jelas motor baruanya aja yang harus lolos euro3…

       
  9. Hourex150L

    5 Juni 2011 at 18:54

    Saya setuju banget Penerapan Uero -3, dengan begitu sipaIJO bakalan bisa ngerasain Minum Oktan tinggi buat harian..

    *99 % SPBU di kota-kota di Pulau Sumatra Belum Pretamax / BBM > 90 ron (N250,CBR, maupun kijang INOVA terbaru setia ama PREMIUM Forever)

     
  10. Junes Peta

    7 Februari 2012 at 08:00

    Mkzh info’y zob…..

     
  11. Ping balik: EFI | rickyafrinda
  12. sigit_shandi

    20 Agustus 2013 at 09:17

    apa gk kasian rakyatnya?lha untuk ganti motor itu kan juga perlu duit.emangnya duit cuma untuk ganti motor doank?latah nih pemerintah

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: