RSS

Motnas dan Mobnas, apa maksud sampeyan?

30 Mei

kanzen ngaku motnas, menurut sampeyan?

Berbicara tentang motor, tak jarang yang mempertanyakan tentang adanya Motnas (motor Nasional). Sebagian orang mempetanyakan kiprah warga negara ini yang belum mampu membuat sebuah motor yang bisa dilabeli sebagai motor nasional.

Saya tidak tahu sebenarnya apa yang dimaksud oleh orang-orang tersebut yang katanya cinta tanah air bi lebih suka produk dalam negeri dengan mengatakan bahwa di Indonesia ini belum ada motor Nasional.

Kalau menurut saya kok sudah banyak sekali motor yang dijual dan kita liat di jalanan bisa disebut sebagai motor nasional.

Lho kok? maksudnya apa ini?

Pertama-tama, kita harus menjabarkan dulu apa sih yang dimaksud dengan motor Nasional itu. Dan beberapa pihak (termasuk sampeyan mungkin) menyebutkan bahwa motnas adalah motor yang diproduksi dari ide dan kreativitas bangsa Indonesia sendiri. Intinya, segala tetek bengek motor termasuk mesin dan body motor secara keseluruhannya ya diproduksi oleh orang Indonesia dan diproduksinya juga di Indonesia. Begitu bukan?

Nah, jika memang demikian, bukankah bisa banyak sekali motor nasional tersebut. Sebut saja beberapa merk motor kayak MAK yang diproduksi di Kalasan, DIY. Kanzen yang malah sudah mencanangkan diri sebagai motnas. beberapa produk merk Kaisar, Dayang, Viar dan bahkan beberapa motor dari pabrikan Jepang.

Lho kok?

Lha, kalo ngeliat segala sesuatu yang ada di beberapa motor tersebut, apa tidak bisa dibilang kalo motor2 tersebut adalah motor nasional? Apa alasannya?Nih beberapa alasannya:

  • lebih dari 80% motor baru yang dijual di Indonesia saat ini diproduksi di Indonesia. Bisa diitung dengan tangan berapa motor yang diimpor langsung dari luar negeri, ya tho? wong setahu saya cuma CBR, Pulsar series, NInja 250, motor2nya TVS saja yang diimpor semua bagiannya dari luar negeri.
  • banyak motor yang 80% bahkan 90% bahannya sudah berasal dari Indonesia. Ngarepin 100%? lha kalo ada satu jenis logam yang kuantitasnya di negeri ini cuma sedikit, ya gak bakalan punya motnas dong negeri ini! bahkan saya yakin Jepang pun tak mempunyai semua sumber dayanya sendiri dari dalam negeri, saya yakin walau cuma satu baut atau satu macem warna cat yang diimpor dari negara lain. Lagipula, dalam program pemerintah dulu yang dimaksud motnas atau mobnas toh yang penting mengandung 80% unsur asli Indonesia.
  • banyak motor yang desainnya sudah dibuat di Indonesia, bahkan motor seperti Honda Tiger atau Yamaha New Scorpio Z desainnya dibuat di Indonesia, dan bahkan beberapa motor langsung didesain oleh orang Indonesia.
  • mesinnya pun sudah banyak didesain oleh orang Indonesia. Gak percaya? coba aja liat hasil penelitian beberapa lembaga yang ada di Indonesia, mesinnya gak kalah sama mesin motor impor kan? Jadi, jangan dianggap bahwa semua motor yang dikeluarin AHM atau YMKI itu desain mesinnya pasti dari luar. Banyak juga ahli mesin yang bekerja buat RnDnya ATPM asing, apalagi RnD suzuki aja dah ada di negeri ini. Saya yakin ada orang kita yang terlibat di dalamnya.
  • motor yang prinsipalnya ada di Indonesia. Nah, bukannya motor seperti Kaisar, Dayang, Viar dan beberapa merk motor asal China yang lain kan sudah jelas kalo perusahaannya di Indonesia lebih besar dari pada di negeri asalnya sana. Bahkan MAK didirikan langsung di Yogya.
  • soal merk, mungkin sebagian orang akan menganggap kalo merk-nya harus asli dari Indonesia. So, jika memang demikian ya memang tidak banyak, bahkan setahu saya ya cuma MAK saja yang dari awal berdirinya udah make nama dan merk yang diciptakan di negeri ini.

Lha, kalo sudah demikian, dimana sih batasan yang disebut motnas atau juga mobnas itu?

Oke, saya mencoba membahas satu persatu deh

1.Honda

berbicara Honda, sudah jelas bahwa asal pabrikan ini adalah Jepang. Tapi kalo berbicara untuk masing2 produk Honda Indonesia (AHM), saya kok yakinada yang benar2 asli negeri ini ya, meski gak yakin juga yang mana. Coba kita analisis HOnda Tiger, desain Tiger Revo kabarnya adalah desain asli AHM, trus mesinnya adalah GL series yang meskipun GL series juga dipasarkan di beberapa negara lain, tapi mesin Tiger sendiri kalo tidak salah hanya dipake di Indonesia, so saya yakin itu pun hasil pengembangan AHM sendiri. Tempat produksi dan bahannya sudah pasti lebih dari 80% adalah dari negeri ini. Jika memang demikian apa gak bisa dibilang kalo Tiger itu motor nasional? jangan berbicara merk dulu karena paten merk itulah yang mencegah perusahaan kecil untuk berkembang mengalahkan “pihak yang sudah punya merk”

desain asli sini, motnas?

Tapi juga tidak bisa dibilang kalo semua produk AHM adalah motor nasional karena toh CBR 250R masih diimpor CBU dari Thailand, bahkan NMP pun masih ngambil desain dari Honda India (ya tho? cmiiw). Supra X 125 juga dijual di beberapa negara Asean, so gak yakin kalo AHM yang bikin. Apalagi Spacy, meski diproduksi di mari, kalo sudah produk global ya jangan dianggap sebagai motnas salah satu negara lah, cuma Honda yang tahu dimana RnD motor ntu…atau jangan2 malah dilakukan di berapa negara….

Yamaha

Sama seperti Honda, produk Yamaha yang mungkin masih bisa dianggep motnas adalah New Scorpio Z, (kalo bebek atau matik kurang paham soalnya). Kenapa? karena NSZ setahu saya (jika ada yang lebih tahu mohon saya dikorkesi) diproduksi dan dijual hanya di Indonesia dan secara terang2an disebutkan bahwa desain NSZ adalah desainnya YMKI.

Nah lHo…

Suzuki

RnD Suzuki belum lama ini sudah pindah ke Indonesia, dan kabarnya saat ini sedang mengembangkan sebuah motor 150cc yang berbeda dengan produk Suzuki di negara lain, baik mesin maupun desainnya. Dan tentunya bakalan diproduksi dimari. Nah, selain merk Suzuki yang asli Jepang, hampir semua bagian diproduksi di mari, apa motor ni nanti bakal disebut motnas?

Kawasaki

di negara lain, Ninja 2 tak sudah tidak dijual(atau memang gak pernah dijual di negara lain) so KMI harus meriset segala sesuatu dan memproduksi motor ini sendiri.

Namun, karena menurut masyarakat kita merk ke4 merk tersebut adalah berasal dari Jepang, makanya gak bisa dibilang motnas, ya tho?

Selanjutnya Kanzen

Motor ini menyebut dirinya motnas karena lebih dari 80% merupakan asli unsur dari dalam negeri. Tapi karena merknya dari China, tetep bukan motnas menurut sampeyan tho?

Viar

dah jelas diproduksi di dalem negeri dengan lebih dari 80% bahan dari Indonesia, pabriknya di Semarang (cmiiw) pun besar, lebih besar dari pabrik asalnya dulu di negeri sono… menurut sampeyan motnas bukan?

Kaisar, dayang

Nama motor ini dah make bahasa Indonesia. Jika bahan motornya lebih dari 80% dari dalam negeri, bisa disebut motnas tidak? pasti jawabnya tidak, lha wong aslinya tetep dari luarnegeri cuma ganti nama, begitu tho menurut kebanyakan orang?

MAK

Nah kalo ini mengaku motnas asli, bahkan dari awal berdiri, nama merk, produksinya semuanya asli di Indonesia. Kabarnya desainnya pun dibuat orang kita dengan inspirasi model motor Jepang. kualitasnya pun sudah teruji, garansi juga nyampe 3 tahun, padahal produk Jepang aja cuma  rata2  satu tahun doang. Masih bisa dianggep motnas tho? pada berani ngakuin dan beli motnas ini gak?

nah, yang jadi ganjalan untuk menyebut MAK sebagai motnas mungkin cuma masalah mesinnya yang masih diimpor dari RRT (kabarnya) dan pemakaian unsur dalam negerinya yang baru 70%. Tapi kalo emang ke depan bisa jadi 80% apa kita semua mau menyebutnya sebagai motnas?

MAK, pertama berdiri di Kalasan, DIY. MOtnas????

Hmmmm….sepertinya mata orang Indonesia yang kurang terbuka, lha kalo ngarepin yang semua-muanya datang dari negeri ini ya susah, gak bakalan malah….

Segala pemerintah disalahkan pula, katanya gak mau mengembangkan motnas lah, gak bikin BUMN buat bikin motnas lah, gak mau ngasih fasilitas lah. Ya mo gimana lagi, wong motor yang beredar saja sudah banyak mewakili anggapan pemerintah sebagai motnas je, apa semua masih harus dikberi fasilitas? misalkan saja MAK dianggep motnas trus dikasih keringanan pajak, apa yang laimn gak protes? jangan pabrikan seperti Viar, Honda pun saya yakin juga bakal protes je….

nah, sepertinya tinggal bagaimana kita memberikan definisi tentang pengertian motnas, termasuk juga mobnas. Itu saja!

NB: kalo emang MAK itu motnas, kok orang2 yang bilang cinta produk dalem negeri masih saja pakai motor dari ATPM Jepang ya?

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 30 Mei 2011 in goblog, otomotif

 

Tag: , , , ,

19 responses to “Motnas dan Mobnas, apa maksud sampeyan?

  1. Asop

    30 Mei 2011 at 08:59

    Wah, beli MAK aja deh.:mrgreen:

     
  2. joetrizilo

    30 Mei 2011 at 11:48

    yang kurang pas dengan Motnas terutama motnas buatan ATPM jepang adalah walaupun 80% local content namun konsumen masih harus membayar royalty kepada pabrikan di jepang sono. memang harga itu tidak dirinci karena harga royalty itu includ di dalam harga motor…
    Nah ini berbeda dengan seandainya ada Mobnas yang memang benar-benar murni milik pribumi, mulai saham perusahaannya, RnDnya, produksinya…. seperti contoh pada Gea yang diproduksi oleh INKA Madiun… semua asli dari Indonesia sampai mesinnya juga dari Indonesia yaitu Rusnas….
    Seandainya ada bangsa sendiri yang mencoba berusaha untuk mandiri namun Pemerintah terkesan hanya alakadarnya membantu mewujudkan kemandirian itu, karena sampai saat ii regulasi mobnas juga belum diputuskan… kok banget tenan!!!!!!
    Sekarang ini prinsipal baik jepang maupun yang lainnya masih menunggu regulasi pemerintah dengan mobil murah, Pemerintah menjanjikan akan memberikan insentif kepada pabrikan yang memproduksi masal mobil murah. mobil murah itu harganya harus di kisaran 80 juta namun harga itu belum final diputuskan oleh pemerintah… Wal hasil banyak pabrikan yang berancang-ancang untuk terjun di mobil murah ini karena adanya insentif tadi…
    Kok ini berbeda sekali dengan Mobnas semisal Gea dan tawon yang masih tidak mendapatkan insentif apa-apa…
    Dari sini saja sudah kelihatan sebenarnya Pemerintah hanya alakardarnya membantu proses lahirnya kemandirian bangsa…
    Tidak usah diberi insentif yang muluk-muluk seperti potongan pajak namun cukup berilah bantuan soal pemasarannya, Ibaratnya membantu anak untuk belajar makan bukan membantu menyuapi makan….

    nah… Katanya Indonesia dijajah belanda 350 tahun terus jepang 3.5 tahun, namun kenyataannya Sampai sekarang Indonesia masih dijajah negara maju namun caranya halus, namun sebenarnya sama…. duit kita banyak di rampok kenegara maju….
    Monggo silahkan direnungkan….

     
  3. smartf41z

    30 Mei 2011 at 12:34

    mungkin semuanya belum punya nama khas Indonesia kale. misal Gatotcycle, mahobike, dll. kwkwkqkqkk

    http://smartf41z.wordpress.com/2011/05/30/siasati-parkir-ninja-250/

     
  4. extraordinaryperson

    30 Mei 2011 at 14:12

    ya lokal kandubgan doank, merek tetep asing…merek2 lokal gak laku kalo gak ditempel embel embel jepang

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

     
  5. agoey

    30 Mei 2011 at 14:54

     
  6. PakBambangNunggangJaran

    30 Mei 2011 at 19:27

    apik apik apik

     
  7. Ribut Santoso

    30 Mei 2011 at 21:02

    mungkin karna kurang yakin ya
    malah produksi sini dikasi embel2 JAPAN tech trus mimin Germany Tech🙂

     
    • kangmase

      30 Mei 2011 at 21:08

      sing penting ora gap tech , hehehe

       
  8. kang_ulid

    30 Mei 2011 at 22:51

    ada beberapa hal terkait mobnas ato motnas kalo menurut ane yaitu:
    1. pemerintah harus mendukung setidaknya 70%, baik dari biaya, penyediaan bahan, dsb, agar dapat menekan harga
    2. Setiap merk jepang or non-jepang yang masuk ke indonesia harus bersedia untuk alih-teknologi (meniru sistem india) setidaknya selama 10tahun
    3. Dukungan pemerintah untuk membatasi penjualan merk motor lainnya, agar masyarakat membeli mobnas or motnas
    4. promosi digencarkan, jangan seperti saat ini, promosinya bisa dibilang ga’ ada
    5. Harga harus jauh lebih murah dari keluaran jepang tapi kualitas tidak kalah, caranya misalnya menurunkan pajak, dll (pemerintah lebih tau caranya)

    hm… apalagi ya…

    nitip aja ah…
    http://jheren.wordpress.com/2011/05/30/bojonegoro-aku-datang-part1/

     
  9. Honda C86

    31 Mei 2011 at 06:20

    tergantung mana yg dananya bisa masuk kantong…

     
  10. REC*303

    31 Mei 2011 at 09:04

    kalo CS1 bukan motnas ya mas?

     
  11. NanaRedPr☺

    31 Mei 2011 at 13:29

    MAK=Motor Asli Kalasan,baru tau saia
    *garuk2 kepala plus manggut2
    SALAM KARET BUNDAR™

     
  12. tigereng69

    31 Mei 2011 at 22:17

    Menururt ane sih motor yang udah dirakit/diproduksi diindonesia ya motor nasional gitu.

     
  13. Aoitsuki82

    2 Juni 2011 at 16:31

    Kang, kalo kita bicara motor rada susah ngomong persentase kandungan lokal. di AHM misalnya, supplier lokalnya ada 120-an lebih dan supply 80% part.. TAPI, kalo kita breakdown lagi, belum tentu supplier lokal itu 100% pake komponen lokal, berapi bertaruh Supra-X ane, kalo komposisi dari part supplier lokal itu minimal 70% dibeli dari supplier tier 2 lokal- 30% diimport juga…ujung-ujungnya komposisi motor ya paling 70% lokal – 30% import juga…

     
    • kangmase

      2 Juni 2011 at 16:50

      susah apa tidak, ya tanyaken saja sama AHMnya, kata gusdur gitu aja kok repot….

       
  14. earphane

    24 Juni 2011 at 00:31

    Kalo bisa sih ada motnas yang benar-benar 99% Made in indonesia. Seperti halnya ketika orang Jepang bernama Soichiro Honda dengan segala usaha dan idenya hingga tercipta sebuah brand bernama HONDA, jadilah honda sebagai brand motnas Jepang.
    Dengan begitu walaupun kandungan lokal tidak sampai 80% tapi ide, rancang bangun, desain, teknologi asli dari pemikiran otak putra Indonesia, bolehkah saya sebut sebagai motnas?

     
  15. dhiemasaji97

    7 Desember 2012 at 20:57

    artikel hebaaaaat !!!😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: