RSS

Pyuhh….Ternyata Premium juga kena PBBKB

14 Mei

Setelah kemarin bakar2an, sekarang balik lagi mbahas pajak, tentunya masih terkait para biker, yaitu pajaknya bensin bahan bakare mongtor (PBBKB = Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor).

Selidik punya selidik terkait tulisan sebelumnya bahwa BBM kena PBBKB, saya pun penasaran apakah untuk jenis Premium juga kena pajak ni… so kemarin pagi saya berhasil menemukan sesuatu yang alhamdulillah bukan rahasia sehingga bisa saya bocorkan disini terkait pengenaan PBBKB pada premium alias BBM bersubsidi…

Hasil temuan tersebut berbentuk 2 macem PerMen, bukan sejenis makanan ya, tapi maksudnya ya Peraturan Menteri, …. oke ini sedikit cuplikannya….

Ketentuan Peraturan Menteri keuangan Nomor PMK-25/PMK.02/2007, menyatakan bahwa subsidi BBM jenis tertentu dihitung dari selisih kurang antara harga jual eceran setelah dikurangi PPN dan PBBKB dengan harga patokan berdasarkan Permen ESDM Nomor 1720/K/12/MEM/2007 tanggal 27 April 2007. PerMen ESDM ini menyebutkan bahwa harga patokan ditetapkan MOPS + 14,1% (mean of Platt’s singapore + Alpha(biaya distribusi dan margin))

Harga pasar/liter (MOPS +Alpha) – harga eceran/liter (sesuai Perpres) = Subsidi/(laba minyak bersih)

Nah, dari yang tertulis diatas ini, yang penting sebenarnya adalah bahwa harga jual eceran yang kita beli sudah termasuk PPN dan PBBKB. Nah loh, terus siapa yang mbayar 2 macem pajak ituh?

setelah saya cari2 dan baca2, ternyata untuk PPN ditanggung Pemerintah (PPN DTP), sedanghkan untuk PBBKBnya saya tidak berhasil menemukan aturannya…. mungkin terkaitsudah disatukan di nilai subsidi BBMnya……CMIIW

Namun yang jelas, harga premium yang kita beli saat ini sudah termasuk pajak daerah berupa PBBKB sebesar 5% (sesuai ketentuan UU lama), so jika dengan Peraturan Daerah, Pemerintah daerah Provinsi menaikkan pajak ini maka selisih dari tarif Pemerintah Pusat yang 5% dengan tarif Pemerintah Daerah yang lebih tinggi tentulah harus dibayar konsumen.

Sebagai contoh:

Pemerintah Pusat menetapkan bahwa harga BBM bersubsidi (premium) adalah 4500 rupiah, sudah termasuk PPN 10% dan PBBKB 5%, maka untuk Provinsi yang sudah menaikkan tarif PBBKBnya menjadi 7,5%, harga premium akan naik sebesar 225 rupiah per liter…

Untuk daerah2 yang sudah menaikkan tarif PBBKBnya yang saya ketahui secara pasti adalah Kaltim, Kalbar, Kalteng (sepertinya seluruh provinsi di kalimantan, termasuk juga Provinsi di Sulawesi). namun, sepertinya untuk tahun ini  atas desakan pemerintah pusat, beberapa provinsi belum menaikkan besarnya tarif PBBKB, tapi sya tidak tahu kenyataannya di lapangan apa harga premium 9yang dari SPBU Pertamina tentunya) sudah naik apa belum untuk provinsi2 di atas….

Sekian. Itu saja.

NB: wah, ganang sudah susah jualan premium eceran katanya, dah mulai banyakan yang pake pertamax….

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2011 in otomotif, pajak

 

Tag: , , , ,

15 responses to “Pyuhh….Ternyata Premium juga kena PBBKB

  1. dolanclinick

    14 Mei 2011 at 06:36

    kasihan nasibmu ganang,dah susah payah jualan premium malah KO

     
  2. Takumi Fujiwara

    14 Mei 2011 at 07:33

    sing penting motore mlaku

     
    • kangmase

      14 Mei 2011 at 07:54

      yen gur mlaku yo alon no….kok ra mlayu ae motore?

       
  3. Agung Rangga

    14 Mei 2011 at 08:30

    jadi bingung mau pakai pertamax atau premium…😳

     
    • kangmase

      14 Mei 2011 at 13:08

      sesuaikan dengan kompresi motor aja

       
  4. jastin bleber

    14 Mei 2011 at 09:19

    wah…opo opo kena pajak kabeh..
    Semoga uang pajak BBM tidak menguap seperti karakter BBMnya…

     
    • kangmase

      14 Mei 2011 at 13:09

      gak menguap bos, masuk kantonglah….

       
  5. joetrizilo

    14 Mei 2011 at 20:33

    di tempatku harga BBM premium = 4500 sedang pertamax 9250… kira-kira apakah masih sama dengan daerah lain nggak ya??

     
    • kangmase

      14 Mei 2011 at 20:43

      pertamax disini 9050, so yang 200 perak bisa jadi kenaikan pajaknya atau entahlah apa…

       
  6. raiderobie

    14 Mei 2011 at 22:10

    sudah barang subsidi dikasi pajak lagi

     
    • kangmase

      15 Mei 2011 at 07:03

      hahaha….mekanisme UU kan gak bisa dilanggar oleh Pemerintah bos….

       
  7. Joko

    15 Mei 2011 at 06:19

    Kalau barang subsidi di kasih pajak, berarti pemerintah menyubsidi dirinya sendiri. Terus pasal 33 buat apa?

     
    • kangmase

      15 Mei 2011 at 07:00

      PPNnya ditanggung pemerintah bro, jadi tetep aja konsumen gak bayar…kalo PBBKB kan pajak daerah, so nyang mungut kan Dipenda…dan tetep konsumen gak bayar wong harganya dah ditetapkan oleh Perpres kok bro…

       
  8. irfan

    15 Mei 2011 at 14:43

    hebat bener tuh gambar SPBU,,,,pertamaxx plus sampai solar harganya 4500 semua,,,,,,,mana tuh???? pasti antri buat beli

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: