RSS

CBR 250R: Konsumen dan Kawasaki harus berterimakasih pada Honda

10 Mei

Munculnya CBR 250R telah membuat dunia roda dua gempar, khusunya ditanah air, ada yang bersyukur, ada juga yang menyayangkan. Yang bersyukur tak perlu dibahas lagi, gak menarik lagi. So, kali ini saya ingin melihat dari sisi orang-orang yang menyayangkan. Beberapa hal yang disayangkan dari CBR 250R anatara lain:

  1. CBR 250R masih satu silinder, sedangkan pemain 250cc sebelumnya, Kawasaki Ninja 250R sudah dua silinder, so disayangkan tenaga CBR kalah jauh dari si Ninja, begitu juga top speednya. Hal ini dianggap kemunduran
  2. CBR 250R dianggap menyalahi DNA CBR sebelum-sebelumnya, entah dari segi apa saja saya kurang tahu karena tidak mengikuti perkembangan CBR
  3. Bentuk CBR 250R yang baru yang sport touring dianggap kurang mengarah pada keinginan konsumen, kurang menyerang Ninja yang lebih dulu bermain di sport murni, padahal sama-sama motor sport 250cc berfairing.
  4. dsb, entah apa lagi

Dan menurut saya, beberapa jawaban atas beberapa hal yang disayangkan dari diri si CBR 250R tersebut adalah:

  1. mesin dua satu silinder lebih murah ongkos produksinya, so CBR bisa dijual lebih murah dari Ninja, terbukti CBR non ABS dijual 39,9juta dibawah Ninja yang 46,5juta yang juga tanpa ABS kan?
  2. selain itu, selisih harga itu juga dikompensasi dengan berbagai teknologi canggih yang tentunya tidak semuanya ada di tubuh si Ninja
  3. soal DNA CBR, bukankah Honda sendiri yang menciptakan CBR, so sepertinya Honda tahu si CBR ini akan dibawa kemana. Orangtua bagaimanapun akan melakukan yang terbaik untuk anaknya.
  4. Honda itu sangat baik hati lho, sampai -sampai sebagai saingan di dunia roda dua, Honda tidak mau menyerang Kawasaki secara langsung lewat CBRnya untuk menyerang NInja, tapi mencari celah lain yang sedikit berbeda agar sebagai sesama pabrikan Jepang tetap bisa hidup rukun. Intinya ya nasionalisme lah… apalagi kondisi keuangan Kawasaki gak sebaik Honda, so biar sama-sama berkembang lah…
  5. Selain baik pada sesama Jepun , Honda juga baik pada konsumen karena Honda memberikan pilihan kepada konsumen, yang suka balapan dan top speed monggo pilih Ninja, yang suka torsi gedhe dan dipakai di kemacetan bisa milih CBR, milih CBR pun konsumen juga dikasih pilihan lagi, bagi yang masih belajar naik motor 250cc monggo pilih yang pake ABS saja, sedang yang sudah ngrasa bisa dan duitnya cekak yo monggo milih CBR non ABS saja. Apa ndak baik Honda coba?
  6. lan sakpiturute (dsb)

Lha kalo kondisinya kayak gini, dalam pasar roda dua tanah air, bukannya Kawasaki harus berterimakasih pada Honda, wong Kawasaki itu miskin kalo dibanding Honda tapi Honda masih pengen Kawasaki itu hidup, trus apa konsumen juga gak harus berterimakasih wong sekarang pilihan motor sport berfaring nambah je,..yang suka sport tulen touring kenceng (updated) monggo pilih Ninja, yang suka sport tapi juga dipake macet2an ya ambil CBR.

So, keluarnya CBR tak sepenuhnya ingin memberikan kompetitor pada Kawasaki, tapi ingin memberikan lebih banyak pilihan pada konsumen.

Intinya, hadirnya CBR 250R itu harus disyukuri, meski beli ataupun tidak. Kenapa? ya kalopun gak bersyukur yo gak bakal ada apa-apa tho dengan si CBR, so bersyukur saja sekalian ikut seneng buat yang pada bisa beli, ya tho?

Itu saja!

NB: ganang aja bersyukur, udah sempet nambal ban CBR katanya, tapi masih yang 150R lama…

 
46 Komentar

Ditulis oleh pada 10 Mei 2011 in goblog, motor

 

Tag: , , ,

46 responses to “CBR 250R: Konsumen dan Kawasaki harus berterimakasih pada Honda

  1. dnugros

    10 Mei 2011 at 09:50

    lumayan dapat nomor urut satu

     
  2. jastin bleber

    10 Mei 2011 at 11:28

    kata2 kawasaki hrs terima kasih ke honda, dan menganggap kawasaki miskin jelas pemikiran dangkal. Kawasaki tidak hanya main di duaroda, core bisnis yg lain lebih gemuk keuangannya.

     
    • kangmase

      10 Mei 2011 at 12:55

      yang gua maksud disini kawasaki duaroda, toh yang saya bahas disini juga cuma duaroda kok, kan juga cuma dibandingin Honda duaroda, gak ma mobil hondanya juga tho….?

       
    • kodokijo

      11 Mei 2011 at 14:02

      bener tuh bro, namanya aja kawasaki heavy industries, jadi mainannya yg kelas berat, kyk mesin2 kapal laut dan pesawat terbang, pokoknya yg berat2 deh😀

       
      • moen

        21 Mei 2011 at 09:19

        Asal larinya gak ikutan berat aja ya mas…………… Ntar kayak dimoto Gp lagi. Saking beratnya malah nyerah gak ikutan tarung…………………….

         
  3. numpanglewat

    10 Mei 2011 at 16:51

    ini hampir mirip ama yg dikatakan salah satu karyawan senior dealer honda asaparis. Dikatakan memang honda memang berniat memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin naik kelas, sekaligus mempelajari pasar tanpa langsung mematikan bisnis pesaingnya khususnya kawasaki (entah klo dgn yamaha). Ia pun mengatakan mengenai tidak adanya sistem SKS dan pilihan warna yg kurang bervariasi pada cbr250, merupakan salah satu strategi pemasaran dari honda.
    Menurutnya pula rata2 pengguna motor kelas 250 keatas di indonesia, menggunakan motornya untuk bergaya dan bukan untuk kebut-kebutan karena jarangnya ada tempat yang memungkinkan. Bisa dilihat, rata2 pengguna ninja pun lebih sering berkendara dibawah 100km/jam dan jarang sekali ada yg ngebut hingga diatas 160km/jam dijalan raya. Sehingga honda lebih mengutamakan efisiensi kecepatan di jalan raya (prioritas 0 -120 km), maka terlahirlah cbr250 1 silinder.
    Jika ingin benar2 ngebut kenapa ga sekalian cc yg lebih besar lg macam 400cc keatas. cmiiw

     
  4. myf

    10 Mei 2011 at 17:26

    tulisan apa ini mas? sama sekali gak ada logikanya…
    masak iya jualan motor ada tenggang rasanya??
    masak iya jualan motor inginnya berbagi??
    mana penjelasannya banyak salahnya lagi….
    lagian ngapain kawasaki terimakasih sama Honda??
    lha wong pasarnya digerogoi….
    oiya ninja 250R tuh bukan sport tulen, tapi sport touring juga, malu2in aja maass..mas…
    (bisa dimasukkan kategori pembodohan otomotif ini)

     
    • kangmase

      10 Mei 2011 at 18:17

      ini tulisan langsung jadi, so mungkin banyak yang salah….

      soal berbagi, selama yg jualan masih manusia, knp tdk mau berbagi? berbagi itu manusiawi…. perlu diajarkan lagi…

      soal ninja, itu juga berdasar beberapa tulisan di blog yg saya baca… so kalo saya salah ya namanya juga manusia, salah kan manusiawi…. karena hanya Allah SWT yang gak pernah salah…

      sebagai penebus rasa bersalah, sudah saya perbaiki, dan terimakasih dah diingatkan

       
      • myf

        10 Mei 2011 at 19:00

        hehe…keep writing mas..
        biasalah kritik perkenalan
        maaf kalo terlalu kasar, salut atas jiwa besarnya
        beberapa blog juga masih banyak yg menganggap ninja 250 sport murni kok

         
        • kangmase

          10 Mei 2011 at 19:06

          oke, sip…

          kalo saya sih selama gak nyerang jati diri gak masalah bro… thanks kunjungan dan kritiknya…

           
  5. raya

    10 Mei 2011 at 17:57

    @jastin bleber
    kawasaki pusat (kawasaki heavy industry) juga termasuk cemen kalo dibandingkan dengan honda pusat kok..

    http://en.wikipedia.org/wiki/Honda dibandingkan http://en.wikipedia.org/wiki/Kawasaki_Heavy_Industries

    revenue honda 120 milyar dolar dengan 180 ribu karyawan, kawasaki hanya 15 milyar dolar dengan 30 ribu karyawan..

     
  6. yuwono

    10 Mei 2011 at 19:22

     
  7. jloow

    10 Mei 2011 at 19:36

    wkwkwkwkwk…g usah d tanggapin masbro…klo yg ngomong tanpa bukti…hoax doank…jastin bleber bs nya apa…makan aja msh d suapin…uang aja msh minta sama ibunya…ayo ngaku justin….:mrgreen: keep writing kang mase…buatlah dunia roda dua semakin menarik untuk d ikuti…salah dikit g jd masalah udah kodratnya manusia…emang si justin bleber ma si myf bs bkin blog???hargailah perbedaan klo mengkritik yg membangun dong…jngn cmn hoax…

     
    • kangmase

      10 Mei 2011 at 20:05

      makasih dukungannya bro…

       
  8. Bonsai Biker

    10 Mei 2011 at 21:58

    pohon makin tinggi angin makin kencang
    lak gono to kangmas, santai wae lah, gak sah diambil hati. smanat!!!
    ……………………………………………………………..
    tak ngiklan sek
    Yamaha Keluarkan taringnya
    http://2brk.wordpress.com/2011/05/10/wah-taring-yamaha-betul-betul-keluar/

     
  9. newbi

    10 Mei 2011 at 22:31

    “kawasaki dan konsumen hrs terimaksh pada honda”, bahasanya alus tapi dalem. seakan-akan si ninin 250 yg udah brojol duluan dianggap ga ada apa2 nya sama cbr250. justru honda & konsumen yg harus terimakasih pada kawasaki, karena konsumen bisa merasakan kehebatan motor dikelas 250cc berkat kawasaki, sedangkan honda baru menyusul ngeluarin 250cc nya setelah kawasaki sukses dengan ninja 250nya . MOHON MAAF SEBELUMNYA “KAYANYA JUDUL MA TULISANNYA HARUS DIRALAT LAGI”

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 13:08

      mohon maaf juga, ralatnya nanti saja kalo emang otak saya meminta saya untuk meralatnya…

       
  10. newbi

    10 Mei 2011 at 22:42

    yg namanya pesaing pastilah lebih murah, kalo lebih mahal takut ga laku…. takut mubazir… realita mas bro….

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 13:07

      gak selalu juga, wong warung ayam goreng deket rumah ntu harganya lebih mahal dari yang udah duluan je…yang penting kualitas ayam gorengnya tho?

       
  11. chikimaster

    10 Mei 2011 at 23:21

    ^o^ nice shot bro… Alhamdulillah saya ambil yg non-abs, indent 26 feb, dpt barang 30 maret 2011.. merah. selama pakai juga ga pernah bermasalah dgn tenaga yg kurang dsb (jujur, waktu pakai motor lama sy cbr150r terasa bgt beda tenaganya..makanya ci 150r akhirnya sy jual krn akan jarang kepakai). Ringan, easy handling, dan jauh lebih nyaman buat harian dibanding 250r kawasaki punya sodara sy..tp buat sodara sy mungkin prefer ninja soale seneng speed… jd bener tu bro, beda konsep, ga perlu gontok2an ^^

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 13:06

      selamat dengan motor barunya, saya pinjem boleh gak?

       
  12. azizyhoree

    11 Mei 2011 at 07:06

    salam buat ganang aja, :mrgreen:

     
  13. F.R.O.G.

    11 Mei 2011 at 07:27

    Pertama-tama, saya melihat bahwa tulisan ini terlalu subyektif. Sebagai blogger subjektifitas memang menjadi suatu hal yang menarik namun ketika suatu tulisan lebih banyak berisikan OPINI daripada FAKTA, tentunya akan menjadi sulit dipertanggungjawabkan, dan dapat memicu sentimen negatif baik terhadap blog itu sendiri maupun semua pihak yang berada dalam tulisannya.

    Mengomentari tulisan bro, (dan seperti yang sudah banyak dibahas di banyak media) saya sendiri sepakat bahwa kedua motor memang beda jadi kita tidak perlu lagi pertajam perbedaan, apalagi mengeluarkan statement yang dapat membuat perselisihan di kalangan peminat keduanya,,,

    Kedua,,,tolong dikoreksi, bahwa dulu malah AHM yang berstatement “tidak akan main di kelas 250cc tanah air”. Ternyata setelah Ninja 250R melaju di tanah air, eh malah AHM ikut”an…jadi sebenarnya, siapa yang mesti berterima kasih kepada siapa ini…?

    Lain”nya sudah diungkapkan kawan” di atas,,,^^

    Masalahnya bro, kalau ente menulis dengan gaya tulisan di atas,,,salah” orang kira ente Alay’ers CBR lg…wkwkwk

    Saya mendukung bro menulis dan semoga dapat lahirkan tulisan lebih banyak lagi,,,namun sebuah tulisan tidak hanya dilahirkan dengan niat dan tujuan,,,namun terlebih dengan tanggung jawab dan etika…ente khan ga pernah tw, ntar biz baca tulisan ente Alay Ninin n Alay CBR malah jadi gontok”an…hahaha

    Sekian dari saya,,,salam persatuan,,,salam bikers…^^

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 13:02

      pertama, yup, sampeyan benar. tulisan ini subyektif. 100% tulisan saya subyektif. apa ini perlu dituliskan disetiap awal tulisan? hmmm…sepertinya saya males… saya anggap sudah saya wakilkan pada judul blog” semua yang ada di otak”

      kedua, itu soal lain bro, saya bhasnya disini terkait setelah munculnya CBR, bukan terkait sebelum munculnya, dan terkait pernyataan AHM itu kan sebelum munculnya CBR tho?

      salam bikers juga!

       
  14. smartf41z

    11 Mei 2011 at 07:45

    Ninja dan CBR sama2 sport touring loh, stangnya sama2 diatas trike. jauh lebih tinggi dari Joknya. Riding style juga ga beda jauh. cuma tampilan aja Ninja lebih sporty dan CBR lebih eksklusif.

    tapi andaikan CBR pake 2 silinder , pasar ninja bisa jadi berkurang signifikan.

    http://smartf41z.wordpress.com/2011/05/11/kawasaki-ninja-bertenaga-diatas-50hp-bermesin-standar-bisa/

     
  15. vieky

    11 Mei 2011 at 09:09

    mantap Bro….gw suka gaya tulisan ente yg santai dan terkesan apa adanya…..sangat mudah dicerna dan nyaman dibaca juga lucu….ane suka bro….”keep the spirit”…salam

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 13:05

      maturnuwun bin terimakasih

       
  16. hattori hanzo

    11 Mei 2011 at 11:47

    artikel yg baik hrus jelas dan tnpa fanatisme..artikel diatas adlah slah,justru sbliknya hondalah yg brtrima ksih,dlu sttmen tnpa 250cc,stlah ninja sukses di sluruh dnia,ikut ikutan deh buktiin dri dgn sombongnya klo honda g bsa dikalahin…

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 12:54

      ini tulisan, bukan artikel (bisa dilihat disebelah kanan, tertulis “tulisan anyar”, bukan artikel anyar….)
      lagian tulisan saya kan cuma menuliskan semua yanga da di otak, kalo menurut sampeyan salah silakan tulis versi sampeyan di blog sampeyan… ocre?

       
  17. Mas Agus Riyanto

    11 Mei 2011 at 13:00

    boleh nih tulisanya , menambah wawasan tentang roda dua. terus berkarya semangat……..

     
  18. agoey

    11 Mei 2011 at 13:00

    akan berterima kasih lagi kepada honda, apabila harga CBR 150 R nya berada di level 25 juta rupiah…:mrgreen:

    http://agoey.wordpress.com/2011/05/08/mei-2011-suzuki-satria-fu-mengalami-update/

     
    • kangmase

      11 Mei 2011 at 13:03

      sip, saya setuju juga soal inih…

       
  19. radja

    11 Mei 2011 at 18:16

    tai kucing kabeh, rak ono sing memper

     
  20. pbateman

    12 Mei 2011 at 10:55

    “justru honda & konsumen yg harus terimakasih pada kawasaki”
    betul ini. klo ga ada KMI keluarin n250r, gw ragu ahm mau masukin cbr, bahkan yg 150 sekalipun.
    lagian orang dagang mana ada kasian2 ke pesaing, yg betul juga gontok2an asal tetap persaingan sehat sih gpp
    cobain dagang dulu mas, baru nulis.

     
    • kangmase

      12 Mei 2011 at 11:45

      wah, sampeyan gak pernah ketemu pedagang baik ya, yang suka membantu pedagang lain…. sering2lah main ke pasar tradisional di kampung…

      lagian gontok2an kok dibilang betul, nanya hati nurani dulu lah…

      oya, gak ada salahnya kan berterimakasih sama saingan, katanya persaingan sehat…

       
    • Kevin Leonhard

      21 Mei 2012 at 16:33

      kalo saya belajar dr dagang…
      org dagang yg pas2an yg biasanya saling tusuk2an…
      dan kebetulan mindset nya jg udah beda…. jadi ya gak bisa disamakan…

       
  21. ax125

    12 Mei 2011 at 21:00

    piss…. lah.
    ojo gontok-gontokan….

     
  22. Duluduludul

    15 Mei 2011 at 17:32

    Fbh detected

     
  23. ipay

    21 Mei 2011 at 14:00

    wahh muantaff gann…
    klo ada yg mau ngasih CBR250 aku juga mau biar punya 2 ninin250 sm cbr250..keren toh hihihi..mimpi x yee ada yg mau ngasih heehee..

     
  24. molces

    12 Juni 2011 at 16:45

    ngasal deh tulisannya…

     
  25. dave

    22 Agustus 2011 at 10:33

    tapi itu buat dalam negeri aja ya mas,, imho lho..
    soal na di luar negeri kerasa banget persaingan nya,,
    kalo baca dari artikel2 laen,,
    kayak ninja di ausie turun harga,, dsb..
    berarti kan emang saling menjatuhkan,,
    gak damai seperti yg mas bilang,, hehe,, cmiiw.. peace..🙂

     
  26. ahmadeus

    8 Oktober 2011 at 02:04

    kawasaki mgkn superior untuk urusan motor sport,. bagi konsumen awam, superioritas perusahaan terlihat di lini produk teartasnya. mgkn bagi honda, sbg market leader, mrk lebih melihat dari segi panjang, dimana market 250 perlu diangkat dulu oleh kompetitor, dimana pada akhirnya, yg diharapkan honda adalah mengisi porsi tersebut tanpa mengorbankan porsi kue di lini lainnya.

    dalam hal ini, menurut ane honda emang bermain aman, tidak asala seruduk, karena berhubung honda memang pemain terbesar roda dua di dunia (berbanding terbalik dgn yamaha, yg jagoan CUMA di INdonesia, tapi di luar negeri terhitung kecil porsinya) dan mengeluarkan produk cbr250-pun berlaku universal.

    so, tidak salah kalo kit amelihat honda “mengalah” ke yamaha ataupun kawak, yg pasti lini produk tiap merek itu variatif, dan hanya sedikit yang mampir ke indonesia.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: