RSS

Analisa Harga Motor Sport dari India (termasuk prediksi harga YZF R15)

25 Apr

Seiring makin banyaknya motor asal India, baik yang didatangkan oleh ATPM Jepang maupun yang datang dan mengembangkan merknya sendiri, saya jadi ingin mereka-reka pricing strategy yang diterapkan oleh ATPM-ATPM tersebut.

Analisa yang saya lakukan hanya berdasarkan konsep multiplikasi tanpa melihat unsur2 yang lebih detil, hanya sekedar membandingkan harga suatu unit motor sport yang dijual disini dan tentunya juga dijual disana.

Dalam hitung2an diatas bebrapa asumsi saya buat, diantaranya:

  1. Harga Unicorn Dazzler saya lihat dari sini, sedangkan yang lainnya dari sini
  2. Kurs rupiah-rupee saya ambil dari sini pada tanggal 24 April 2011
  3. Harga Indonesia adalah harga on the road Jakarta per 24 April 2011
  4. Cara masuk ke Indonesia untuk masing2 motor yang sudah jelas misalnya Pulsar series dan Apache
  5. Cara masuk ke Indonesia untuk yang lainnya saya asumsikan diproduksi dalam negeri dengan beberapa part diimport dari India, saya tulis sebagai Produksi/CKD. Hal ini semata karena ketidaktahuan saya apakah semua part diproduksi dalam negeri atau ada yang sebagian diimport, tapi pada dasarnya adalah diproduksi.
  6. Saya tidak memperhatikan cara masuk tersebut dalam hitungan, meskipun sebenarnya dengan masuk ke Indonesia dari India dengan CBU terkena Bea Masuk 20% (tariff MFN), CKD terkena  Bea Masuk 10% (tariff MFN), dan produksi dalam negeri terkena PPh Pasal 22 atas penjualan hasil produksi sebesar 0,45%. Semua ini dikesampingkan.
  7. gambar motor diambil dari berbagai sumber.

Langsung saja ya…

1. Honda New Mega Pro/CB Dazzler

Harga NMP di Indonesia berada jauh diatas harga CB Dazzler di India, padahal pada dasarnya motor ini adalah sama. Multiplikasinya mencapai 1,41 kali. Dari sini sebenarnya bisa dibilang kalo motor ini dijual terlalu mahal di Indonesia, atau bisa juga dijual terlalu murah di India.

Padahal kalo dilihat cara masuknya yang diproduksi sendiri dengan kemungkinan ada beberapa part saja yang diimpor dari India, seharusnya harganya bisa lebih murah dari pada yang didatangkan ke Indonesia dengan CBU ataupun CKD.

Hal ini terjadi mungkin karena brand Honda yang lebih dipercaya oleh konsumen di Indonesia, sehingga soal harga bisa ditentukan semaunya.

2. Pulsar series

Dalam kasus Pulsar Series dimana ketiga motor diatas didatangkan dengan CBU, tapi dijual dengan harga yang bisa dibilang murah mungkin karena sebagai pemain baru harus berusaha menancapkan kepercayaan konsumen dulu, ATPM Bajaj mencoba menjaring calon konsumen kelas dibawahnya agar membeli motor sport yang seharga dengan motor bebek dan matik. Apalagi jika melihat bahwa harga Pulsar series diawal kemunculannya cukup bisa dibilang mahal, namun kemudian diturunkan harganya untuk mencoba mencari pasar baru.

diimpor CBU, tapi masih murah, kenapa ya?

Pada awalnya Bajaj mungkin Cuma pengen jualan saja sehingga berusaha mencari untung cepat dan banyak dengan memakai harga mahal. Setelah produknya bisa diterima, maka ATPM Bajaj baru serius menggarap pasar Pulsar di Indonesia dengan menurunkan harga dan mendatangkan varian terbaiknya P220.

Dari hitungan diatas, sebenarnya dapat dilihat bahwa multiplikasi harga Pulsar 180 adalah yang paling kecil, sehingga bisa dibilang P180 lah yang bisa dibilang paling murah, mungkin jika dihitung dengan memasukkan unsur pajak, maka keuntungan atas motor ini di jual di Indonesia bisa lebih kecil dari keuntungan atas penjualan motor ini di negeri asalnya.

Dan atas Pulsar 135 LS sepertinya ATPM Bajaj ingin mendapat untung yang besar karena pada dasarnya motor inilah yang paling cocok dengan kondisi Indonesia khususnya Jabodetabek yang sering macet, sehingga diharpkan akan terjual dalam jumlah yang banyak.

3. TVS Apache

Pabrikan TVS sepertinya lebih realistis dalam bersaing dengan produk Jepang di Indonesia, bisa dilihat dari multiplikasinya dimana secara umum lebih rendah dari pabrikan Jepang tapi lebih tinggi dari Bajaj padahal TVS didatangkan secara CKD.

Namun, tentunya dengan harga yang ditetapkan di Indonesia sebesar tersebut keuntungan TVS sepertinya tidak terlalu besar, namun juga tidak terlalu kecil sehingga akan gulung tikar. Dengan dibangunnya pabrik perakitan di Indonesia berarti dengan keuntungan yang lebih kecil dari pabrikan Jepang saja, TVS mampu bertumbuh dan yakin akan mengembangkan pangsa pasarnya di Indonesia.

4. Yamaha FZ-16/Byson

Pada dasarnya hampir sama dengan NMP sebagai sesame pabrikan Jepang yang besar yang jualan baik di India maupun di Indonesia.Yang agak lucu adalah bahwa harga Byson disini lebih mahal daripada harga FZ 16 di India. Soal ini sepertinya Yamaha merasa bahwa desain Byson bisa lebih diterima oleh konsumen Indonseia daripada NMP. Meskipun pada kenyataannya jumlah penjualannya kalah dari NMP.

Atau mungkin juga karena Yamaha tak ingin menjual Byson dalam jumlah yang banyak, so dihargai mahal juga gak masalah, mungkin begitu pikirnya.

5. Yamaha YZF R15

Harga untuk motor ini belum jelas, karena bahkan YMKI sendiri belum memutuskan apakah akan mendatangkan motor ini atau tidak. YMKI masih menghitung-hitung besarnya kerugian akibat muncullnya Honda CBR 150R yang akan dirilis Juni ini dengan potensi keuntungan jika memang akan merilis R15 ini.

Kalopun jadi dirilis, tentu YMKI berharap akan mendapat keuntungan yang besar, mungkin jika dilihat dengan hitung2an diatas YMKI berharap bisa memakai multiplikasi Yamaha Byson yang sebesar 1,48 atau lebih besar. namun itu berarti harga R15 akan berkisar pada 29juta. Tentu ini akan menjadi polemic tersendiri, sehingga bagaimanapun jadi tidaknya motor ini dirilis akan sangat tergantung dari patokan harga yang dibuat Honda atas CBR150.

Jadi, jika CBR 150 dijual dibawah harga 29juta, maka saya yakin YMKI masih akan lama mengeluarkan R15, karena disatu sisi tidak mungkin YMKI memasang harga lebih mahal R15 lebih mahal dari CBR150 dan disisi lain kalo dijual dibawah harga 29juta keuntungan yang diperoleh akan lebih rendah daripada jualan Byson, so YMKI tentu akan lebih suka untuk memproduksi dan jualan Byson dong wong untungnya lebih gede.

Namun, meskipun begitu melihat itung2an diatas masih mungkin juga kalo R15 akan dijual diharga 23 hingga 29 juta, dibawah harga CBR 150 yang sesuai hitungan saya sebelumnya disini berkisar antara 25 hingga 30 juta.

Itu saja.

NB: ganang pikir YMKI lebih suka jualan V-ixion daripada R15, meskipun dasarnya sama tapi tetep saja beda kalo untungnya lebih besar V-ixion….

About these ads
 
29 Komentar

Posted by pada 25 April 2011 in motor, otomotif, Umum

 

Tag: , , , , , , , , , ,

29 responses to “Analisa Harga Motor Sport dari India (termasuk prediksi harga YZF R15)

  1. satria_bajahitam

    25 April 2011 at 10:52

    Emh itu atpm jepun untungnya gede amat yah? Harganya melambung giti ? Ckckck…

     
  2. bundamahes

    25 April 2011 at 12:03

    ATPM itu apa sih yah??? :roll: :?:

    *episode emak2 gak gaul

     
    • Biker Manado

      26 April 2011 at 07:11

      ATPM tuh Agen Tunggal Pemegang Merk mbak. Salam kenal..

       
  3. bensap

    25 April 2011 at 14:31

    wah makin ketat di persaingan global ,india dah unjuk gigi ,indonesia kpn ?

     
  4. vanz21fashion

    25 April 2011 at 14:32

    wuih.. manteb itungannya.. ane cuma ngebandingin sama NMP, ini lengkap bener..

    ngomong2, nitip lah, kebetulan topiknya sama. -BackStagE- secara pribadi pesimis dengan R15, alasannya bisa langsung disimak:
    http://vanz21fashion.wordpress.com/2011/04/23/backstage-pesimis-terhadap-yzf-r15/

     
  5. vanz21fashion

    25 April 2011 at 14:38

    BTW, singkat kata kalo dari data yang diolah masboss, rentang harga YZF-R15 ada di rentang harga 23juta sampai 29juta rupiah.. o.O tapi tetep si, harus liat harga cbr150r dulu

     
  6. Ghost

    25 April 2011 at 16:43

    Larang

     
  7. Hourex150L

    25 April 2011 at 17:23

    waa, pakare audit kii..hehehe..

    Manteb Maz,,

    PISS..

     
  8. berita dunia

    25 April 2011 at 18:11

    wah mantatp tenan..
    :P

     
  9. Mediasiana

    25 April 2011 at 18:59

    wuih harganya mantap banget kang mase :)

     
  10. mas Rury

    25 April 2011 at 20:54

    waduh lumayan mahal yo,aku pikir2 dlu aj, lah klo mo minang,yamaha

     
  11. Pino Kio

    25 April 2011 at 22:50

    harga Byson diIndia lebih murah dari NMP tapi kenapa sampai disini malah lebih mahal Byson?

    wh…. YMMI ngeruk untungnya gak kira2 nih……..!!

     
  12. f41z

    26 April 2011 at 12:09

    nitip lapak bro

    bila Ninja dan CBR 250 ganti knalpot stereo

    http://smartf41z.blogspot.com/2011/04/knalpot-stereo-double-apakah-sekedar.html

     
  13. Bonsai Biker

    26 April 2011 at 17:06

    MANTEB GAN ANALISANYA

     
  14. pridesonline

    27 April 2011 at 12:35

    analisa yang luar biasa mas..

     
  15. ridertua

    27 April 2011 at 15:25

    maknyuss

     
  16. kebandur

    27 April 2011 at 18:07

    setuju ama itung2annya mas bro

     
  17. jahe

    28 April 2011 at 06:49

    mantebbbbb tenan

     
  18. setia1heri

    28 April 2011 at 15:48

    wuih manteb tenan
    gak salah ane beli pibo wkwkwkwkw

     
  19. hadi

    2 Mei 2011 at 16:11

    akan lebih realistis kalo harganya maksimal 26jt. jadi ga terlalu jauh dari V-Ixion.
    dan bukan mustahil penjualannya akan mengalahkan CBR150 kalo seandainya harga CBR150 29jt.
    apalagi kalo harganya 24-25jt barangkali tiger tewas, tp tentu bukan hanya tiger pio225 pun bisa binasa.

     
  20. sudirman-casablanca

    6 Mei 2011 at 10:03

    SIP

     
  21. emiel

    16 Juni 2011 at 11:52

    wajar sih sebagai trik jualan
    honda ambil keuntungan dari jualan produknya di indonesia krn kepercayaan publik indonesia dg merk honda,dan mereka jual di india dgn range keuntungan lebih tipis untuk menarik hati pasar india yg cinta mati dengan merek dalam negeri mereka… (mau bukti? cari aja di youtube kalo india bikin prbandingan motor india vs motor jepang pasti tetep menang produk india hahhaha…)
    begitu juga sebaliknya dengan pulsar,mereka ambil keuntungan lebih tipis di indonesia untuk memikat hati publik indonesia yg percaya dg kualitas motor2 keluaran jepang…
    (saya sendiri pake megapro lawas,udah lirik2 k pulsar krn emang model n harganya oke tapi tetep masih cinta sama si megi krn udah kebukti tahan banting hahhha..)

     
  22. ardi

    13 Agustus 2011 at 23:24

    selama barang benar masuk indonesia dan maSIH di bawah 30 juta,,,,aq arep tuku……

     
  23. fran

    16 Agustus 2011 at 17:21

    bagi gw sh motor paling sempurna tuh motor bikinan sendiri,.kayak bro britten dr new zealand,. lg ngumpulin duit nh,.basis mtor revo a/t,.progressive link untk susp. depan..working on it!

     
  24. lunnar

    12 September 2011 at 14:56

    haram jadah ,, selama ini gue ketipu.. diIndonesia motor harganya selangit dibandingkan india,..Huhh… Maonya untung gede aja atau petugas pajak yg naekin gak kira2…

     
  25. Dbismaeleck

    17 Oktober 2011 at 22:39

    Itulah yang buat jenkel,,pada mau cari untung gede,,,kasian para konsumen yang gengsi nungangi motor butut,,mau gakmau,,,byar hrga selangit ttep di bli,,dmi gengsi,,maklum masyarakat indonesia….trmasuk ane kali,,,heheheheheeeee….!

     
  26. rahadi

    2 Agustus 2012 at 01:14

    Dari awal, industri dan pasar otomotif Indonesia, termasuk sepeda motor, terlanjur dikendalikan kartel yang didominasi japan. Konsumen hampir tidak memiliki alternatif dan kemudian ‘terbiasa menerima’ merek dan harga yang ditawarkan produsen/ATPM. Akhirnya, kalo bisa dijual mahal kenapa harus dilepas murah. Pendatang2 baru, termasuk produk India, juga kelihatannya ‘terjebak’ kepada struktur harga pasar yang ada. Kalo bisa jualan dengan margin lebih tinggi dibanding di India sendiri, kenapa tidak ..
    Sejatinya merek India dengan teknologi yang relatif setara berpotensi menggusur merek Jepang dengan memilih strategi jangka panjang, memasang bandrol yang lebih rasional dan ‘bersahabat. Marjin tipis dapat diimbangi dengan omzet (sales volume) yang besar …
    Tulisan analisis dan data Kangmase cukup menarik dan disarankan untuk masuk lebih dalam lagi, misalnya berapa total cost untuk mendaratkan motor CBU ke Indonesia, kemudian menghitung selisih dengan harga jual ke konsumen … Lalu analisis juga kemungkinan masuknya mobil Tata Nano yang seharga CBR150 di Indonesia.
    Pasar otomotif Indonesia sepertinya memang penuh distorsi. Lanjut kang ..!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: