RSS

Mahalnya Motor Impor 1: Import Duty

06 Apr

Para Bikers tanah air tentunya masing-masing mempunyai motor impian, dan setiap biker tentunya mempunyai motor impian yang berbeda satu dengan yang lain. Ada yang cukup bermimpi dengan motor-motor yang sudah diproduksi luas, ada juga yang bermimpi untuk memiliki motor besar(moge).

Dan dari bikers yang punya mimpi tersebut tak jarang yang motor impiannya adalah motor yang diproduksi di luar negeri. Jika demikian, maka untuk mewujudkan mimpinya harus nungguin ATPMnya memproduksi atau mengimpornya dari luar negeri, atau kalo ATPM tidak mau mengimpornya bisa minta bantuan IU(Importir Umum) yang tentunya akan mengakibatkan mahalnya harga motor tersebut.

Lha kenapa motor impor jauh lebih mahal daripada kalo diproduksi sendiri?

Hal ini tentunya terkait masalah impor itu sendiri. Terdapat banyak biaya-biaya yang harus dibayar konsumen seiring impor tersebut, misalnya biaya angkut, asuransi di perjalanan dan biaya-biaya yang dipungut dan ditetapkan pemerintah seiring kegiatan impor tersebut.

Dan salah satu pungutan pemerintah adalah dalam bentuk import duty(bea masuk). Lha apa itu bea masuk?

Bea masuk adalah bea yang dikenakan atas barang yang dimasukkan ke dalam daerah pabean dan diperlakukan sebagai barang import, oleh karenanya terutang Bea Masuk. Bea Masuk ditetapkan dengan menggunakan “Dasar Penghitungan Bea Masuk (DPBM)” yang ditetapkan oleh peraturan Menteri Keuangan, dan tujuannya adalah untuk kepastian penghitungan dan memperlancar pengajuan Pemberitahuan Pabean oleh importir.

Dalam hal ini, Importir bertanggung jawab atas Bea Masuk barang yang diimpornya melalui sistim menghitung dan membayar sendiri Bea Masuk yang terutang (self assessment). Bea masuk dilunasi selambat-lambatnya pada saat barang akan dikeluarkan dari kawasan pabean (kecuali import yang biayanya ditangguhkan atau dibebaskan).

Lha kenapa harus ditetapkan bea masuk?

Bea masuk ditetapkan untuk beberapa tujuan, diantaranya untuk menunjukkan komitmen perdagangan antar negara, untuk pengamanan perdagangan, untuk peningkatan daya saing industri, untuk mendorong investasi dan tentunya meningkatkan penerimaan negara.

Oke, langsung ke bea masuk motor impor…

Hingga 2011 ini, banyak sekali motor yang diproduksi di luar negeri telah masuk ke Indonesia, baik yang di bawa IU maupun ATPM sendiri. Sebagai contoh yang lagi naek daun adalah Honda CBR 250R dan PCX yang diimpor dari Thailand, dan seluruh produk Bajaj yang diimpor dari India.

berikut tarif Bea Masuk tahun 2011 yang berlaku untuk motor impor

Gambar diatas khusus untuk motor dengan kubikasi 50cc hingga 250cc. Tarif MFN adalah tarif yang berlaku umum dengan negara-negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan Indonesia. Tarif ATIGA adalah tarif bea masuk yang berlaku diantara negara anggota ASEAN, yang meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Phillipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan tarif yang lain sudah jelas.

Yang perlu diketahui, apabila tarif ATIGA atau yang lain lebih tinggi daripada tarif yang berlaku umum(MFN) maka yang berlaku adalah tarif MFN.

Oya, tarif yang dibagian atas lebih kecil daripada yang dibawah karena tarif yang diatas adalah untuk impor motor dalam bentuk CKD, sedangkan yang dibawah adalah dalam bentuk lain(CBU).

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa tarif untuk impor motor dalam bentuk CKD paling tinggi hanya 10% (India , China dan Korea make tarif MFN) sedangkan untuk yang CBU hanya 20%. Bahkan untuk impor motor antar negara ASEAN tarifnya sudah 0%. Dan impor motor dari Jepang juga ditetapkan turun setiap tahun sehingga pada 2011 tarifnya sudah 0% juga.

Nha, ini ngitungnya dari mana?

Tarif sebesar 10% untuk CKD dan 20% untuk CBU ini didasarkan pada Nilai Pabean. Nilai Pabean ini dihitung dari CIF(Cost, Insurance, dan Freight = Harga Barang + Asuransi + Biaya Angkut)

Jadi sebagai contoh saja: sebuah motor yang diimpor dari India dalam bentuk CBU, dengan harga barang 10 juta, biaya asuransi 1 juta dan biaya angkut 2 juta, maka bea masuknya adalah 20% x 13 juta = 2,6 juta.

JIka memang cuma demikian, kenapa harga motor impor bisa sangat mahal?

Hal ini tentunya karena untuk sampai dengan konsumen, motor juga masih harus menanggung banyak biaya lagi, bahkan dalam rangka impornya pun masih ada pajak impor yang akan dibahas kemudian.

Berikut tarif bea masuk untuk sepeda motor dengan kubikasi diluar daftar diatas, baik untuk yang CKD maupun untuk yang lain-lain(CBU).

Itu saja.

NB: ganang baru ngerti pantesan harga motor impor lebih mahal, wong diluar negeri sana udah diambil untuk sama produsennya, masuk sini kena biaya asuransi dan biaya angkut, kena bea masuk juga…dan masih ada pajak impor lagi? ckckckck….masih aja ada yang pengen motor impor…

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 6 April 2011 in motor, otomotif, pajak

 

Tag: , , , , , , , , , ,

19 responses to “Mahalnya Motor Impor 1: Import Duty

  1. Teteh Tika

    6 April 2011 at 06:07

    Bea masuknya utk dikorupsi pejabat bea cukai., bikin dekrit rakyat bubarkan dpr dan partai golkar.

     
    • kangmase

      6 April 2011 at 13:46

      hubungannya bubarkan dpr dengan mahalnya motor impor apaan?

       
  2. Iksa

    6 April 2011 at 06:32

    Ah sayang bea malah ditekan lebih murah terus ya .. coba digunakan mendorong efisiensi industri dalam negeri …

     
    • kangmase

      6 April 2011 at 13:49

      untuk meningkatkan hubungan bilateral om…

       
  3. Endo

    6 April 2011 at 08:11

    Pengen KTM DUKE 125

     
    • kangmase

      6 April 2011 at 13:47

      ya minta bantuan IU aja om buat imporin ntu mongtor

       
      • ardana

        14 November 2012 at 10:41

        UI apaan om

         
  4. umarabuihsan

    6 April 2011 at 21:10

    wah data ini, ijin copast

    n ijin sharing:

    Kajian biker: ALARM GEMPA, dapat dilihat di sekitar kita:

    http://umarabuihsan.wordpress.com/2011/04/06/kajian-biker-alarm-gempa-dapat-dilihat-di-sekitar-kita/

     
  5. mau beli moge gak ada duit

    30 April 2011 at 12:23

    pajak untuk kekayaan (kekayaan pejabat maksudnya hahaha)

     
  6. gugun

    25 Juni 2011 at 10:14

    informasinya bagus, btw mau nanya ni kang, boleh gak sih beli motor gede yang bekas/2nd lewat importir umum? kalo boleh, kira2 gmn perhitungan tarif dan pajaknya?
    Trims

     
  7. terry

    25 Juli 2011 at 08:56

    boleh minta file excel tarif bea masuknya bos? (yg di gambar)

     
  8. tyo

    16 November 2011 at 21:24

    Entah mahal atau murah, di Indonesia ga ada transparansi yg jelas antara pemerintahan dgn rakyat, di US harga Kawasaki ZX6R $10690, di Indonesia Rp. 211jt bahkan sampai tembus angka Rp. 230jt, bisa dibayangin harga jadi 2x lipat bahkan lebih? kalo memang pajak itu jelas dan untuk kesejahteraan rakyat, kualitas jalan pasti ga seperti skrg (ancuuurr broo), mana ada jalan raya bisa ditanami pisang….

     
  9. Yudha

    29 Oktober 2012 at 13:19

    Yang Pasti Qualitas Berbeda. Dari segitu fitur/option dan lain.
    Contoh Nyata
    1. System Keamanan Airbag. Bandingkan saja mobil termurah di Jepang dengan Kelas Mid End di Indonesia? Kualitas bahan dashboard dan seats.
    2. Untuk kendaraan roda 2, bandingkan saja uji emisinya.
    3. Paling mencolok kualitas produk untuk pasar Indonesia dan Export.
    Kalau dari segi Ongkos kirim, saya kira bukan sesuatu yang “mencolok”
    Perkontainer ukuran 40FT HC dari Jepang ke Indonesia “hanya” 15jt rupiah termasuk vanning fee
    jadi kira2 kita bisa membayangkan berapa unit yg bisa dikirim perkontainernya.

    Jadi alasan terbesar dibuat “mahal” menurut saya adalah Perlindungan investasi (walau saya tidak begitu yakin?)

    (kisah menarik dari Teman Jepang Saya yg ingin Impor mobil dari Indonesia tahun 2011 keadaan BARU dengan alasan mirip dengan mobil mewah kelas SUV) tapi sayang gagal uji kelayakan dari rikunnkyoku/ badan transpotasi darat Jepang. Mungkin rekan2 bisa menebak janwaban “mengapa”. Cukup kita yg tahu didalam hati

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: