RSS

Pajak atas Bengkel Motor

15 Mar

Setiap orang Indonesia adalah subyek pajak, setiap subyek pajak yang mempunyai penghasilan diatas PTKP(Rp. 1.320.000,- per bulan) atau menjadi pemotong/pemungut pajak adalah Wajib Pajak, dan setiap  Wajib Pajak harus memiliki NPWP dan setiap orang yang memiliki NPWP harus melaporkan SPT Tahunan PPh(Pajak Penghasilan).

Lalu bagaimana dengan bengkel motor kecil-kecilan? apa perlu punya NPWP dan lapor SPT juga?

Pada dasarnya semua WNI yang berpenghasilan wajib mempunyai NPWP, dan keharusan memiliki NPWP ditekankan pada subyek pajak yang penghasilannya lebih dari PTKP (penghasilan Tidak Kena pajak), yaitu Rp.1.320.000,- per bulan atau Rp15.840.000,- per tahun. selain itu, untuk keperluan peminjaman uang di bank senilai paling sedikit 50 juta juga harus punya NPWP dan bebrapa keperluan lain.

Maka sudah seharusnya bengkel(pemilik) memiliki NPWP dan lapor SPT Tahunan PPh.

terus apa yang harus dilaporkan? dan berapa bayar pajaknya?

kalao yang harus dilaporkan ya penghasilannya dong! makanya biar tahu berapa penghasilannya, semua penerimaannya harus dibukukan atau bisa dicatat saja (untuk yang peredaran brutonya kurang dari 4,8 M).

bagi bengkel kecil yang penerimaannya kurang dari 4,8 M tersebut maka penerimaannya harus dicatat semua (sebagai peredaran bruto).
tenang saja, pajak yang terutang bukan dihitung langsung dari peredaran bruto ini kok. tapi dihitung dulu peredaran nettonya pake norma penghitungan, yang besarnya
20 % untuk 10 daerah(jakarta, bandung, semarang, medan, pekanbaru, pontianak, makassar, manado, denpasar, sama ambon kalo gak salah inget)
18,5% untuk ibu kota propinsi yang lain, dan
17,5% untuk daerah lain

jadi misalnya peredaran brutonya 1 M, maka peredaran nettonya cuma 175juta (misalnya di jogja)
setelah itu, nilai itu masih harus dikurangi dengan PTKP senilai Rp15.840.000,- (ini untuk yang masih single, bisa ditambah sesuai status dan tanggungan), jadi penghasilan kena pajaknya adalah 175-15,84 = 159,16juta.

dan pajak yang terutang dihitung dari nilai itu, dengan tarif:
5% x 50.000.000 = 2.500.000,-
15% x 109.160.000 = 16.370.000,-

jadi dari peredaran bruto sebesar 1 milyar, pajak yang harus dibayar hanya sebesar Rp. 18.870.000,-. dan inipun masih dikurangi dengan kredit pajak (pajak yang telah dibayar selama setahun)

dan bayarnya pun ke bank, bukan ke kantor pajak! so, mudah kan? oya, ni juga hanya berlaku kalo tu bengkel cuma jual jasa reparasi doang, kalo sambil jual spare part ya beda lagi ngitungnya….
itu saja!

Nb:bengkelnya ganang cuma bengkel tambal ban, jadi paling sehari cuma dapet Rp.10.000,-, gak cukup buat beli susu anaknya katanya….

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2011 in motor, otomotif, pajak, Umum

 

Tag: , , , , ,

5 responses to “Pajak atas Bengkel Motor

  1. bundamahes

    15 Maret 2011 at 11:51

    lha ya nggak cukup lha wong susu anaknya 12 ribuan!
    maen-maen ke blog bunda donk yang!😳

     
  2. alice pngen .....

    15 Maret 2011 at 11:51

    Wew

     
  3. joetrizilo

    15 Maret 2011 at 12:17

    gak begitu tau itung-itungan pajak… tapi tiap tahun pasti bayar pajak penghasilan, pajak bumi & bangunan, pajak kendaraan… pokoknya taat pajak lah……

    Salam kenal dari kalimantan timur…..

    Nitip lapak juga :

    Komparasi Gila Honda CBR 250R Vs Honda Genio 1992

    http://joetrizilo.wordpress.com/2011/03/15/komparasi-gila-pilih-mana-honda-cbr-250-ato-honda-civic-genio-92/

     
  4. lozz akbar

    15 Maret 2011 at 23:24

    mas salam kenal ya… saya Unclenya Mahes yang di Jember loh….

     
  5. renungan

    16 Maret 2011 at 07:30

    pajak proporsional solusi yang cocok..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: