RSS

Pegadaian dan Pajak bagi Pendidikan

29 Jun

Beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah berita tentang ramainya pegadaian menjelang tahun ajaran baru. Para orangtua siswa menggadaikan barang berharga mereka  guna memperoleh uang tunai bagi ongkos pendidikan anak-anak mereka. Uang tunai yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk membeli seragam, tas buku, buku, dan sepatu. Selain itu tentu saja untuk membayar ongkos masuk sekolah bagi yang anaknya mulai sekolah atau naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Menggadaikan barang berharga untuk ongkos pendidikan.

Ada beberapa sisi yang perlu diperhatikan terkait masalah ini. Pertama, ongkos pendidikan sangat mahal. Jika ongkos pendidikan mahal tentu akan berakibat sulitnya masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Padahal bukankah Pemerintah terus mengkampanyekan pentingnya pendidikan? Bahkan Pemerintah mewajibkan juga bukan? Dengan dalih telah menggratiskan biaya pendidikan, Pemerintah mencanangkan program wajib belajar, padahal kenyataannya bukannya pendidikan gratis tapi malah makin mahal tiap tahunnya. Sebagai contoh saja, SMU tempat adik saya sekolah sekarang mencanangkan diri sebagai sekolah unggulan (bertaraf international, berbasis kompetensi atau apalah namanya) agar dapat memungut uang dari siswanya, yang setiap tahunnya meningkat(saya baru saja diberitahu tentang ini), Padahal ini sekolah negeri. Bagaimana dengan sekolah swasta? apa gak makin bikin susah masyarakat saja?

Kedua, Orangtua siswa kurang persiapan. seharusnya dengan melihat pengalaman tahun -tahun sebelumnya mengenai terus meningkatnya ongkos pendidikan, orangtua haruslah prepare lebih dulu. Jangan kalo belum butuh belum dipikirkan, ya tho? Tapi meskipun masyarakat sadar bahwa pendidikan harus diprepare sebelumnya, tapi kenyataannya nol besar. Kenapa demikian? karena ini masalah pendidikan masyarakat yang belum tinggi (baca: masih rendah) dan sekaligus telah menjadi budaya, sebagai bagian dari budaya malas, suka nganggur efek hidup di daerah tropis.

Ketiga, masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya pendidikan. Ini sisi baiknya. Meskipun dengan bersusah-susah dengan harus menggadaikan barang berharganya, pendidikan anaknya harus tetep lanjut. Hal ini kemungkinan diakibatkan karena nasib si orangtua yang kurang pendidikan yang ingin anaknya tidak bernasib seperti dirinya- susah dalam hal materi- yang penting bisa hidup lebih enak dari si orangtua. Ini bagus tentunya, masyarakat mulai sadar pentingnya pendidikan, meskipun hanya diperuntukkan anak-anaknya, tak mau lagi jika harus untuk dia. karena efek budaya daerah tropis orangtua lebih suka memaksakan pendidikan pada anaknya (karena dianggap yang lebih punya masa depan) tanpa memberikan pendidikan pada dirinya sendiri (dan ini alasan yang membuat anak-anak jaman sekolah kayak gak niat belajar, sehingga di kota-kota besar anak-anak sekolah lebih suka hura-hura menghabiskan harta orangtua yang diperoleh dengan susah payah sampai menghalalkan segala cara, eh dipake foya-foya, gak mikir sekolah dan malah tawuran).

Lalu bagaimana mengatasi masalah ini?

Nah, kalau yang ini jawabnya jelas. Solusinya cuma satu, BAYARLAH PAJAK ANDA DENGAN BENAR! Lho kenapa kok malah disuruh bayar  pajak? Karena dengan pajak, Pemerintah bisa menggratiskan pendidikan. Jangan takut akan dikorupsi atau akan timbul pungutan pendidikan yang lain, karena dengan pajak Pemerintah akan mengawasi penggunaan pajak tersebut, ndak usah sampeyan sendiri yang ngawasi. Ribet.

terus, kalo pajak dah dibayar dan pendidikan udah bener, maka ndak ada lagi orangtua yang ndak berpendidikan. Dan orangtua yang terus belajar tentu juga akan memberikan pendidikan pada anak-anaknya. dan si anak-anak tentu akan belajar dengan bener karena mendapat contoh panutan dari orangtuanya yang terus belajar dan tidak hanya memaksa anaknya belajar.

Kalo sudah pada berpendidikan semua tentunya sudah pada melakukan persiapan untuk pendidikan anak-anaknya, entah dengan menabung, makai jasa asuransi pendidikan atau cara lain lagi. Kalau sudah begini, fungsi pegadaian paling tinggal kecil atau malah gak ada lagi yang namanya pegadaian.

Maka, intinya agar pendidikan berjalan dengan baik adalah dengan bayar Pajak!

Itu saja!

pondokaren, 29 Juni 2009

nb: ganang tetep lebih suka anaknya aja yang belajar dan dapet pendidikan, dia udah males katanya.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Juni 2010 in goblog, pajak, Umum

 

Tag: , , ,

2 responses to “Pegadaian dan Pajak bagi Pendidikan

  1. bundamahes

    12 Juli 2010 at 16:09

    hmmmm… boleh juga nalarnya!

     
  2. Sepatu Eagle

    31 Agustus 2010 at 09:47

    he… he… setuju deh dengan para kometator… salam kenal ya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: