RSS

Pancasila dan Manusia Indonesia Jaman Sekarang

17 Jun

Dalam suatu kesempatan, Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, As`ad Said Ali, merasa prihatin dengan menurunnya pengetahuan warga Indonesia tentang Pancasila.

Saya jadi teringat dengan para anggota DPR yang pada suatu acara di televisi ditanyai tentang bunyi Pancasila, dimana mereka tak bisa menjawab, ada yang salah urutan, atau gak mau jawab pake alasan masalah itu bukan pertanyaan yang patut ditanyakan lagi.

melihat itu, saya merasa prihatin juga karena bukankah guru SD kita mengajarkan hal itu sebagai bukti nasionalisme kita? menghapal Pancasila bukanlah sekedar biar lulus ujian PPKn, tapi mengajarkan tentang nasionalisme dan nilai lulur bangsa?

Bagi sebagian kalangan, keprihatinan tersebut mungkin dipandang sebagai sikap konservatif semata. Namun, dalam konteks berbangsa hal itu merupakan fakta bahwa kredibilitas Pancasila sedang merosot. Pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PPKn) hanya dianggap sebagai pelengkap kurikulum. Para pendidik pun hanya mengajar mata pelajaran yang menentukan kelulusan. Akibatnya, kredibilitas Pancasila jatuh sebagai barang pusaka dan hanya sekadar azimat politik, dimana para politikus sendiri sekedar memakai simbol dan istilahnya tanpa tahu makna(bagaimana mau tahu makna kalo inget aja gak).

Memang benar merosotnya kredibilitas Pancasila salah satunya disebabkan karena asosiasi-asosiasi negatif terhadap penerapan Pancasila pada masa lalu(baca: Orde baru). Padahal sebagai dasar negara, Pancasila adalah barometer moral dimana kerangka kewarganegaraan harus didasarkan.

Pancasila hanya dijabarkan dalam kebijakan, aturan, dan undang-undang, yang justru dalam pelaksanaannya malah menyimpang dari sila-sila Pancasila.

Lalu bagaimana dengan butir-butir Pancasila? masihkah ada yang tahu apa isinya? Butir-butir Pancasila yang sejatinya merupakan penjabaran Pancasila yang dilakukan secara akademik, atau lebih implisit melihat lebih ke dalam nilai-nilai dalam Pancasila kini tak ada artinya lagi. terhapus seiring reformasi. Saya masih ingat waktu guru SD saya bilang bahwa semula butir-butir Pancasila itu totalnya ada 36 tetapi kemudian ditambah menjadi 45, entah apa maksudnya saya lupa bagaimana guru SD saya dulu menjelaskan.

Sejak reformasi, Pancasila sudah dilupakan. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya dianggap telah dipunyai oleh bangsa ini sehingga tak perlu dituliskan dan tak usahlah diajarkan karena toh sudah ada dalam setiap diri. Entah ini benar atau tidak, tatapi begitu saya melihatnya. Dan semoga itu semua benar adanya.
Manusia Indonesia Jaman sekarang mungkin telah melupakan Pancasila sebagai dasar negara, melupakan bagaimana bunyinya, melupakan apa yang tertulis dalam butir-butirnya,  tapi saya harap nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila sebagai dasar negara tidak berubah. Tidak perlu berubah karena memang tidak boleh berubah demi semangat cita-cita luhur terbentuknya negara Indonesia, meskipun globalisasi melanda pula negeri ini…
pondokaren, 17 juni 2010
nb: ganang bilang Pancasila itu diganti saja dengan Pancasia, entah apa maksudnya…
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Juni 2010 in goblog, Umum

 

Tag: , , ,

One response to “Pancasila dan Manusia Indonesia Jaman Sekarang

  1. bundamahes

    17 Juni 2010 at 09:04

    Mubeng-mubeng saya Kang!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: