RSS

Menjadi PNS benarkah masa depan yang cerah?

06 Jun

Seorang bijak mengatakan bahwa Masa depan yang cerah adalah masa depan yang penuh pilihan. Sampeyan mempunyai masa depan yang cerah jika dalam setiap langkah yang sampeyan tempuh dan jalani banyak pilihan yang dapat diambil, dan tentunya pilihan-pilihan itu adalah pilihan yang baik dan menguntungkan. Pilihan-pilihan ini bukanlah pilihan yang pasti atau statis, akan tetapi pilihan yang fleksibel, dinamis tergantung besarnya usaha yang tidak menghalangi kreatifitas.

Dari pernyataan orang bijak ini(menurut saya tentunya) saya jadi bertanya-tanya apakah masa depan lulusan STAN yang bisa dikatakan hampir pasti menjadi PNS adalah masa depan yang cerah? seperti kita ketahui bahwa ketika masuk (diterima sebagai mahasiswa) STAN, kita harus menandatangani kesediaan untuk diangkat sebagai PNS. dan mungkin begitu juga dengan PTK-PTK yang lain.

Lalu bagaimana dengan anggapan masyarakat bahwa menjadi PNS adalah suatu jaminan bisa bertahan hidup (sederhana?). Hal ini bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang mengikuti ujian dalam rangka penerimaan PNS, dan  banyak yang sampai bersedia membayar sejumlah uang(yang tidak sedikit, menurut ukuran saya) hanya untuk menjadi PNS dan bahkan beberapa diantaranya kena tipu dan yang lainnya tetap tidak mau belajar dari pengalaman si tertipu.

Oke, memang benar bahwa menjadi PNS berarti ada jaminan gaji(selama gak melanggar kode etik dan aturan disiplin) dan jaminan pensiun saat tua nanti, tetapi menjadi PNS berarti juga tidak adanya pilihan pekerjaan. sebagai contoh, kawan saya sebut saja si A lulusan S-1 hanya bekerja sebagai sopir karena memang cuma itu pekerjaan yang ada di bagian dia, atau kawan saya yang lain sebut saja si B yang lulusan s-1 juga tetapi jadi tukang fotokopi karena katanya gak ada yang lain yang lebih tua yang mau mengerjakannya. atau kasus Jack Lord sendiri(yang gak tahu bisa dibrowse di google) yang lulusan S-1 tapi cuma jadi tukang pel. selama tetap memilih jadi PNS, memang itulah kerjaan yang diberikan padanya, ya mau gimana lagi. mau milih yang lain, ya gak bisa karena kepentok birokrasi, apalagi bagi PNS yang punya masalah dengan atasan(bagian kepegawaiannya) ya ngalamat dapet kerjaan gak jelas terus.

Soal penempatan kerja pun, PNS gak bisa milih, apalagi di Kementerian yang gemuk, kayak kementerian keuangan yang unitnya ada hampir di setiap kabupaten di Indonesia, ya harus siap ditempatkan dimana saja. Saya sendiri yang ada di DJP hanya bisa mengajukan permohonan tempat penempatan tanpa ada kepastian (jangankan kepastian, janji aja gak ada), padahal saya ngajuin permohonan kan biar deket keluarga, sesuai alamat rumah dan tempat kerja istri. Yang anaknya sudah gedhe tentu lebih pusing lagi.

Jam kerja PNS juga tetap, gak bisa milih ndiri. dan ini bisa jadi masalah bagi orang-orang yang cuma kerja kalo lagi mood saja, so dia bakalan kelabakan.

Yang gak mau kerja, dibiarkan saja. Yup, sudah jadi rahasia umum bahwa PNS yang rajin akan banyak kerjaan, dan PNS yang malas dapat sedikit kerjaan atau malah nganggur terus. Dan tentunya jika golongan dan masa kerja sama, gajinya juga akan sama aja.

Berdasarkan apa yang saya tulis diatas, dan pernyataan orang bijak tersebut bahwa Masa depan yang cerah adalah masa depan yang penuh pilihan, masihkah PNS dianggap sebagai masa depan yang cerah? Karena menjadi PNS berarti hilangnya berbagai pilihan hidup dan penghasilan. Masihkah PNS menjadi buruan orang-orang tua yang sedang mencari menantu?

Untuk dua pertanyaan diatas saya yakin jawabannya masih, minimal untuk 10 hingga 20 tahun ke depan, dan akan semakin lama jika kondisi bangsa ini tetap seperti sekarang ini tak ada perkembangan pendidikan yang berarti. Soal pendidikan di negeri ini saya masih belum tahu mau dibawa kemana, karena sepertinya belum jelas arahnya….

sekian. itu saja!

pondokaren, 6 juni 2010

nb: ganang gak pingin jadi PNS, “mending jualan kaos oblong saja,” katanya. Ya iyalah, wong lulus SD saja enggak.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Juni 2010 in goblog, pajak, Umum

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: