RSS

Guru dan UN

19 Mei

Ujian Nasional diprotes banyak kalangan. Kelulusan siswa yang hanya ditentukan dalam beberapa hari saja padahal sekolah 3 tahun dijadikan alasan. mereka menuntut agar kelulusan siswa ditentukan oleh guru yang mengajarnya, karena guru lah yang dianggap tahu begaimana muridnya selama 3 tahun. padahal guru sendiri tak pernah bilang kalau mereka berani meluluskan siswanya tanpa ujian nasional.yang protes supaya gak ada UN ya cuma murid yang gak pede lulus sama orangtua atau calon orang tua siswa yang anaknya dianggapnya gak bakalan lulus. kalaupun ada orang-orang yang ngaku dari LSM atau pemerhati pendidikan paling-paling hidupnya di Jakarta, maksimal masih di Jawa, belum ngeliat keadaan sekolah dan guru2 di daerah terpencil. ya tho?

guru (secara keseluruhan) tidak PD dengan penilaiannya untuk meluluskan atau tidak meluluskan siswa. apalagi untuk tidak meluluskan, karena tak semua guru berani menghadapi siswa yang gak lulus atau pun orangtuanya. apalagi di daerah tertentu di Indonesia, akan ada siswa atau ortunya yang berani nyerang guru yang gak ngelulusin tu anak.

Jangan dibandingkan di negara lain! karena guru disana tentu lebih berdedikasi daripada guru disini. kenapa saya berani bilang demikian? karena toh banyak guru pada awalnya tidak ingin jadi guru, tapi karena gak ada lapangan kerja, maka dia jadi guru. intinya, banyak guru yang hatinya bukanlah sebagai pendidik, yang jadi guru demi perut karena guru digaji tentunya.

tapi jika emang guru sudah merasa PD, so buktikan. jangan cuma ngomong, buktikan ke Pemerintah (karena adanya UN tentunya karena Pemerintah gak percaya guru) kalau guru berani tanggungjawab dengan lulus tidaknya dsiswa yang diajarnya. Kalo perlu bikin pernyataan!

nah, kalo para guru memang berani bertanggungjawab dan PD untuk meluluskan dan tentunya untuk tidak meluluskan juga siswanya, saya bakalan dudkung supaya UN ditiadakan! oya, guru disini tentu bukan cuma segolongan guru lho, tapi harus seluruh guru yang ada di Indonesia. 100% tanpa kecuali, karena masa depan bangsa kan di tangan mereka, jadi merekalah yang harus bertanggungjawab kalo ada murid yang gak mampu tapi mereka luluskan dan akhirnya malah merepotkan bangsa ini sendiri.

intinya, bagaimana tanggungjawab guru? selama belum mampu bertanggungjawab ya biarkan UN berjalan karena ini berarti masa depan bangsa masih ada di tangan para pembuat soal UN.

itu saja!

pondokaren, 19 mei 2010

nb: ganang gak pernah ikut UN. lha wong dia memang gak pernah lulus kelas 3 SD kok.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Mei 2010 in goblog, Umum

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: