RSS

Pembalakan hutan

12 Mei

Pembalakan hutan sampai sekarang masih sewring terjadi. dan ini tentunya merugikan negara. bahkan SBY sempat mengatakan bahwa kerugian negara akibat pembalakan hutan ini sangat besar.

saya tak tahu sebenarnya apa yang tyelah dilakukan pemerintah untuk mencegah semua aksi ini. aksi ini terus berlanjut bahkan sepertinya tambah banyak saja. dan pihak-pihak yang diduga melakukan pembalakan pun adalah perusahaan-perusahaan besar.

tak sedikit daerah yang menjadi korban pembalakan hutan ini. yang terakhir mungkin anda dengar tentang banjir bandang di Samosir, Sumatra Utara, yang menewaskan bebrapa warga sekitar.Di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara pasti sampeyan juga sudah denger kabarnya.

Selain itu, di Papua, di Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, di Riau, di Pulau Seram, Maluku, di Kalimantan Barat, di Pulau Cubadak, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pembalakan semakin marak. dan bahkan di Jambi seorang wartawan ditahan karena berusaha meliput pembalakan hutan yang dilakukan oleh PT TMA, perusahaan gabungan antara Pemkab T dengan PT Simar Nas.

Sepertinya apa yang disampaikan SBY hanya sekedar wacana saja, belum ada kesepakatan para pemimpin negeri ini dengan para pemimpin daerah yang menyatakan bahwa pembalakan hutan adalah ancaman secara nasional.

saya gak ngerti apa yang seperti ini akan terus dibiarkan saja terjadi.

sementara perusahaan-perusahaan melakukan pembalakan, rakyat sekitar hutan ditangkapi karena mengambil satu dua pohon hanya untuk dijual agar bisa menyambung hidup. sebenarnya hutan tu milik siapa sih? bukannya milik rakyat, bukan milik segelintir pemodal, ya tho?

Organisasi lingkungan Greenpeace sering menyerukan tentang menggunakan konfrontasi kreatif anti kekerasan untuk menyelesaikan masalah pembalakan hutan ini.

tapi bagi saya seruan itu hanya seruan belaka karena semua pihak yang terlibat pembalakan hutan tentu takkan mau mendengarkan. perlu upaya nyata dari Pemerintah. konfrontasi tanpa kekerasan dari Pemerintah takkan ada gunanya. merka takkan takut. Pemerintah harus keras. tangkap bosnya, masukkan penjara!

mekanisme kekerasan dari Pemerintah diperlukan, tapi memikirkan rakyat kecil di sekitar hutan itu juga penting. maka perlu dibuatlah suatu mekanisme yang menguntungkan semua pihak. Negara tak rugi, industri yang menggunakan kayu juga bisa jalan, rakyat sekitar bisa menyambung hidup dan gak kena dampaknya.dan bagaimana itu?

bagaimana jika masyarakat sekitar saja yang dibolehkan menebang hutan, tentunya dengan batasan dong dimana yang boleh dan pohon seperti dan sebesar apa yang boleh. kemudian mereka harus menjualnya ke suatu perusahaan bentukan pemerintah(dan memang hanya dibolehkan pada perusahaan ini), dan perusahaan inilah yang akan menyuplai kebutuhan industri. tapi jika industri kurang? ya silakan beli ke luar negeri….

tapi yang perlu diingat bahwa perusahaan bentukan pemerintah itu harus benar-benar diawasi, so sebaiknya perusahaan ini satu saja, yang mungkin langsung bertanggungjawab kepada Presiden.

Tentunya semua itu hanya bisa terjadi jika Pemerintah dan Presidennya punya komitmen penyelamatan lingkungan ke depannya.

hmmmm…gitu saja!

bagaimana menurut sampeyan???

pondokaren, 12 mei 2010

nb: ganang bilang emangnya saya ngerti masalah pembalakan, wong make kertas aja masih boros kok. dan saya hanya bisa menjawab bahwa memakai banyak kertas takkan merugikan negara, apalagi bikin global warming, paling-paling bikin pohon yang ditanem makin banyak aja.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2010 in goblog, Umum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: