RSS

Aku jatuh cinta dengan langkahnya

07 Mei

hanya sekedar copas dari tulisan saya terdahulu, dengan merubah sedikit judulnya. dulu tulisan ini saya beri judul langkah-langkah…..

dia melangkah. aku melihatnya. aku jatuh cinta padanya.

begitulah alasanku ketika mulai jatuh cinta padanya. karena aku melihatnya melangkah. tidak seperti ketika aku jatuh cinta pada perempuan perempuanku dahulu. alasanku jatuh cinta pada mereka biasa biasa saja. seperti alasan alasanmu jatuh cinta pada perempuan. pernah aku jatuh cinta karena melihat parasnya yang cantik. atau karena senyumnya yang manis. kepribadiannya yang baik sekali juga pernah membuatku jatuh cinta. sikap gaul, nyaman diajak ngobrol dan bahkan peribahasa jawa witing tresno jalaran kulino pun pernah terjadi padaku.

tapi kini berbeda. aku jatuh cinta pada cara perempuan ini melangkah. cara dia melangkah benar benar membuatku tergila gila. langkahnya membuatku terpesona. ketika kulihat dia melangkah, hatiku berdebar debar, jantungku berdegup kencang. tapi jika dia hanya duduk saja, tak kurasakan perasaan apa pun.

sebenarnya aku tak yakin ada yang spesial dari cara dia melangkah. bahkan mungkin biasa biasa saja, seperti juga orang lain melangkah. aku tak begitu mengerti. mungkin gara gara aku jatuh cinta padanya saja aku menyukai langkahnya, tapi bukankah aku tak jatuh cinta padanya ketika dia tidak melangkah? ah, mungkin tak usah kupikirkan saja mana yang lebih dulu. apakah aku jatuh cinta padanya karena dia melangkah atau aku menyukai langkahnya karena aku jatuh cinta padanya. aku tak mengerti, dan biarkan saja begitu.

yang jelas aku merasa jatuh cinta kalau aku melihat dia melangkah. dan tidak kurasakan demikian jika dia diam saja, tak melangkah. ketika dia melangkah mungkin kuanggap dia bidadari, tapi begitu berhenti melangkah maka dia hanya perempuan biasa saja seperti perempuan perempuan lainnya.

wajahnya pun tak begitu cantik, bahkan bisa dibilang tidak cantik, jika kubandingkan dengan perempuan perempuanku yang dulu tentunya. kulitnya memang tidak bisa dibilang gelap, tapi tidak juga bisa dibilang putih. badannya sedikit gemuk, tak proporsional dengan tinggi badannya yang kukira kurang dari 150 cm. wajahnya pun berjerawat, walau tak parah juga. rambutnya ikal sebahu, biasanya selalu diikat biasa begitu saja.

penampilannya juga tidak begitu menarik, dia hanya selalu memakai kaon kaos kasual an celana jins ketat ketika pergi kemana mana selain ke kantornya tentunya. dan ketika pergi ke kantor pun penampilannya biasa biasa juga, hanya dengan sebuah kemeja lengan panjang dan celana panjang dari kain bahan. begitu setiap harinya di wajahnya yang berjerawat itu pun hanya disapu bedak tipis dan di bibirnya juga cuma ada lipstik yang disapukan tipis dengan warna yang tak jauh berbeda dengan warna asli bibirnya.

cara bergaulnya pun kulihat biasa saja. dia tak punya banyak teman. teman teman perginya ya hanya teman teman sekantor dan teman teman kosnya yang tak begitu jauh dari kantornya. ke kantor biasanya kulihat dia hanya berjalan kaki. dan inilah yang membuatku selalu melihat dia berjalan. ya, aku selalu melihatnya jika dia berjalan pulang pergi dari kantor. dan bahkan tak jarang aku sengaja lewat di depan kosnya hanya untuk sekedar melihatnya melangkah. tapi ini sering membuatku kecewa karena di dalam kos tentunya dia tak kemana mana, jarang kulihat dia melangkah. biasanya dia hanya duduk duduk saja di depan tv bersama teman temannya, yang kebetulan juga bisa kulihat dari pintu depan yang sering dibuka.

ketika dia berjalan keluar kosnya bersama teman temannya untuk sekedar mencari makan atau mencari hiburan di kala malam, aku selalu mencuri pandang hanya untuk sekedar melihatnya berjalan. melihatnya melangkah. dan itu cukup membuat hatiku berbunga bunga.

pada suatu malam minggu kulihat dia ketika dia dijemput oleh seorang pria di depan kosnya. kulihat dia berjalan keluar dari pintu rumah kosnya sendirian dan menghampiri pria yang menjemputnya itu. kulihat dia melangkah. kulihat langkahnya. kulihat ketika mereka bertemu di depan mobil si pria, mereka saling mencium pipi masing masing. mungkin dia kekasihnya. entahlah, aku tak perlu tahu karena toh dia bukan siapa siapa ku bukan? aku sudah cukup senang dengan melihatnya melangkah saja. aku sudah cukup bahagia.

dan malam itu adalah malam terakhir aku melihatnya. setelah kepergiannya itu aku tak pernah melihat langkahnya lagi. dia telah pergi, entah kemana dan entah sampai kapan. mungkin tak kan kembali lagi. dan aku hanya berharap dia akan kembali lagi dan aku bisa kembali melihatnya melangkah.

tapi sebuah berita kubaca pagi ini, di sebuah harian umum pagi di di bagian pojok kiri halaman kriminalitas tertulis kecil berita yang berisi tentang seorang wanita muda dibunuh setelah diperkosa, dan terlihat gambar seorang pria yang sedang diseret salah seorang polisi karena kakinya telah ditembak saat mencoba kabur. dan pria itu adalah pria yang menjemput perempuan yang padanya aku jatuh cinta karena langkahnya itu pada malam minggu itu.

bdg, 17 september 2008

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 7 Mei 2010 in cerita

 

Tag: , , ,

2 responses to “Aku jatuh cinta dengan langkahnya

  1. bundamahes

    7 Mei 2010 at 12:07

    repost gan! dah pernah baca hehehe…🙂
    yang semalam bulan ada dua itu donk yah! favoritku kuwi!

     
    • kangmase

      7 Mei 2010 at 12:39

      kan yang ntu dah dipost di tulisan pertama blog ini, liat deh….

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: