RSS

lelah menjadi bidadari surga

21 Agu

suatu hari entah dimana

aku lelah

lelah?

ya, lelah.

lelah kenapa?

aku lelah hidup. aku lelah hidup seperti ini.

tapi bukankah kau memang harus hidup? masih banyak manusia yang membutuhkanmu, bukan?

tapi apa aku tak boleh sesekali mementingkan diriku sendiri? aku kan hanya ingin pergi sebentar.

kau mau pergi kemana?

aku ingin pergi ke dunia

ke dunia? untuk apa? bukankah semuanya bisa kau dapatkan di tempatmu itu

tidak semuanya.

tidak semuanya?

ya, disana aku tidak boleh mati. aku ingin tahu bagaimana rasanya mati

kau ingin mati? gila! apa kau sudah gila?

mungkin aku memang sudah gila, tapi kurasa yang membuatku tak bisa mati bisa saja lebih gila

jangan kau bicara begitu hanya untuk membenarkan keinginanmu!

aku juga tak menyalahkannya. aku hanya ingin menjadi apa yang kuinginkan

yang kau inginkan? yang kau inginkan itu bukanlah dirimu! kenpa harus kau ingkari siapa dirimu? disaat banyak manusia yang ingin sepertimu, kau gila malah ingin mati. kau ingin mengubah hukum alam. sungguh aku tak mengerti.

kau memang tidak harus mengerti, biarkan saja aku lakukan keinginanku.

meskipun aku tak mengerti, terus apa yang akan kau lakukan?

aku akan bicara padanya, aku ingin dia membuatku mati

kau sadar kan kalau sudah mati kau takkan hidup kembali?

aku sangat sadar dan aku sudah memikirkannya, aku akan terima segala akibatnya.

tapi kenapa? kenapa tiba – tiba kau ingin mati?

aku lelah, aku benar benar lelah. aku tak mau seperti ini terus.

apa yang sebenarnya yang kau cari dengan mati?

aku lelah karena manusia terus saja memujaku tanpa memperdulikan perasaanku. aku tak mau dipuja puja seperti itu, karena mereka tak tau aku. mereka selalu berharap dengan pujanya itu mereka bisa hidup bahagia di dunia, padahal aku tak tahu bagaimana rasanya bahagia itu, aku tak tahu rasanya senang, sedih, marah, terkena musibah atau bagaimana rasanya jatuh cinta sampai aku ketemu dirimu tentunya, beberapa tahun yang lalu. itu pun karena kau juga manusia, yang dengan segala upaya kau berhasil membuatku jatuh cinta.

berarti kau akan pergi meninggalkanku? meninggalkan cintamu..

maafkan aku

tapi bukankah sekarang kau sudah merasakan cinta dariku?

justru itulah yang membuatku ingin mati. aku telah merasakan rasanya jatuh cinta, tapi sampai kapan? suatu hari nanti kau akan mati, sedangkan aku… makanya aku harus mati

tak maukah kau tunggu aku?

aku mau saja menunggumu, tapi bukankah rasa cinta kita ini sebenarnya juga sudah salah? bukankah tak seharusnya seorang manusia mencintai seorang bidadari surga yang abadi?

aku tahu dan aku rasa aku menegerti keinginanmu

jadi kau mau mengerti?

apapun, cintaku…

terima kasih…

dan kami pun berpelukan untuk yang terakhir kali, karena sejak saat ini aku tak tahu apa aku masih bisa menemui dirinya lagi, karena dia sudah mati….

bdg, 19 juni 2008

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2008 in cerita

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: