RSS

Arsip Tag: binatang

Kejujuran adalah Kesempurnaan Manusia

Kita sebagai manusia selalu diberitahu oleh manusia lain bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna. Tanpa mengingkari apa yang difirmankan Tuhan, perlu ditanyakan pula benarkah manusia adalah makhluk paling sempurna? mengingat bahwa semakin lama manusia semakin berubah, bahkan lebih buruk dari makhluk lain, meskipun tak bisa dipungkiri juga bahwa bebrapa manusia jauh lebih baik dari semua makhluk lain. Sebagai contoh saja, manusia sering dianggap lebih rendah dari binatang antara lain karena manusia rela membunuh anak sendiri, karena bahkan singapun tak melakukannya.

bahwa manusia bisa lebih rendah dari binatang sepertinya telah dianggap sah oleh banyak orang, tapi benarkah ini adalah konsekuensi kesempurnaan manusia? kesempurnaan sehingga bisa menjadi apa yang lebih (baik lebih tinggi maupun lebih rendah) dari apa yang dikodratkan dan dari apa yang seharusnya(sesuai harapan-Nya saat menciptakan manusia pertama). Dan benarkah Ia menciptakan manusia dengan tujuan demikian? agar bisa menjadi lebih rendah dan menjadi lebih tinggi dari makhluk lain? Tentu, sebagai manusia sendiri, kita akan menganggap bahwa manusia bisa menjadi (dan selalu) lebih tinggi dari makhluk lain, bahkan mungkin lebih baik dari malaikat ciptaan Tuhan.

Karena anggapan kita sendiri (atau hanya sebagian manusia saja, bisa digeneralisir ataupun tidak terserah yang baca) bahwa manusia terkadang bisa lebih buruk dari binatang juga bisa menimbulkan pertanyaan lanjutan, benarkah manusia tidak bisa lebih buruk dari setan, makhluk ciptaan Tuhan yang lain? lalu kenapa manusia masih saja selalu menyalahkan setan atas segala hal buruk dan jahat yang dilakukannya?

Jika melihat kenyataan bahwa manusia bisa lebih buruk dari makhluk lain, lalu dimana letak kesempurnaan manusia? dan jika sampeyan bertanya pada saya, maka jawabnya kesempurnaan manusia hanya ada jika manusia memiliki kejujuran. Kenapa kejujuran? Karena pada dasarnya semua makhluk ciptaan Tuhan itu pada dasarnya jujur, kecuali sebagian manusia. Bahkan iblis sekalipun jujur, selain juga patuh kepada Tuhan. Iblis jujur bahwa memang tugasnyalah menggoda manusia agar tidak jujur, setan jujur bahwa memang dialah yang menggoda manusia dengan segala cara, semua itu hanya demi manusia menjadi tidak jujur, sehingga menjadi lebuh buruk, lebih jahat dan lebih rendah daripada iblis dan setan, agar mereka bukan makhluk yang berada paling dasarĀ  di neraka nanti, bahwa ada makhluk yang lebih buruk dari mereka yaitu manusia.

Lalu bagaimana seharusnya jadi manusia? jika membaca apa yang saya tulis, tentunya sudah jelas. Jujurlah! itu saja, dan Anda menjadi sempurna. Jujur atas apa? tentu atas semuanya…

pondokaren, 24 juni 2010

nb: ganang masih ragu apa bedanya jujur dengan terbuka? jika dia tidak mengatakan sesuatu yang diketahuinya apakah dia masih bisa disebut jujur? jika dianggap tidak jujur tentu sangat repot jadi orang jujur itu.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Juni 2010 in goblog, Umum

 

Tag: , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.